AS Cabut Sanksi Rusia Terkait Proyek Minyak Internasional
Jum'at, 16 Mei 2025 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Pipa minyak itu dimiliki bersama oleh beberapa perusahaan dan pemerintah. Rusia tercatat memegang 24% saham melalui operator milik negara, Transneft.
Pemegang saham besar lainnya termasuk Chevron, ExxonMobil, Lukoil Rusia, dan perusahaan minyak nasional KazMunayGas dari Kazakhstan. Beberapa perusahaan internasional kecil juga terpantau memiliki saham di proyek ini.
Sebagai informasi Tengizchevroil adalah perusahaan patungan yang mengelola ladang minyak besar Tengiz di Kazakhstan. Perusahaan ini dibentuk pada tahun 1993 dan dimiliki oleh Chevron (50%), ExxonMobil (25%), KazMunayGas (20%), dan Lukoil (5%).
Sebelumnya diberlakukan sanksi di bawah Perintah Eksekutif 14071, yang menargetkan layanan terkait proyek energi Rusia. Namun, otoritas AS telah memberikan pengecualian untuk proyek yang dianggap kritis bagi pasar energi global atau melibatkan pihak non-Rusia.
Lisensi Umum No. 121, yang dikeluarkan pada bulan Januari, sebelumnya telah memberikan izin sementara pada beberapa layanan CPC dan TCO. Lisensi itu tetap berlaku sampai 28 Juni 2025, tetapi lisensi baru tampaknya menjelaskan dan menegaskan bahwa perusahaan dapat melanjutkan keterlibatan mereka dalam proyek-proyek ini tanpa takut dijatuhi sanksi.
Pemegang saham besar lainnya termasuk Chevron, ExxonMobil, Lukoil Rusia, dan perusahaan minyak nasional KazMunayGas dari Kazakhstan. Beberapa perusahaan internasional kecil juga terpantau memiliki saham di proyek ini.
Sebagai informasi Tengizchevroil adalah perusahaan patungan yang mengelola ladang minyak besar Tengiz di Kazakhstan. Perusahaan ini dibentuk pada tahun 1993 dan dimiliki oleh Chevron (50%), ExxonMobil (25%), KazMunayGas (20%), dan Lukoil (5%).
Sebelumnya diberlakukan sanksi di bawah Perintah Eksekutif 14071, yang menargetkan layanan terkait proyek energi Rusia. Namun, otoritas AS telah memberikan pengecualian untuk proyek yang dianggap kritis bagi pasar energi global atau melibatkan pihak non-Rusia.
Lisensi Umum No. 121, yang dikeluarkan pada bulan Januari, sebelumnya telah memberikan izin sementara pada beberapa layanan CPC dan TCO. Lisensi itu tetap berlaku sampai 28 Juni 2025, tetapi lisensi baru tampaknya menjelaskan dan menegaskan bahwa perusahaan dapat melanjutkan keterlibatan mereka dalam proyek-proyek ini tanpa takut dijatuhi sanksi.
Lihat Juga :