Pakistan Simpan Harta Karun Senilai Rp1.300 Triliun, Tak Habis dalam 37 Tahun

Minggu, 18 Mei 2025 - 07:38 WIB
loading...
Pakistan Simpan Harta...
Tambang emas dan tembaga Reko Diq di Pakistan menyimpan potensi kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Proyek tambang emas dan tembaga Reko Diq di Pakistan menyimpan potensi kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Proyek yang dikelola oleh perusahaan tambang multinasional Barrick Gold itu diproyeksikan menghasilkan arus kas lebih dari USD75 miliar atau sekitar Rp1.300 triliun selama 37 tahun ke depan.

Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik, mengatakan proyek tersebut merupakan investasi Barat terbesar dalam sejarah negara tersebut. Fase pertama penambangan akan dimulai pada 2028 dengan target produksi tahunan 300.000 ons emas dan 200.000 ton tembaga.

Tahap kedua yang direncanakan pada 2034, akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 500.000 ons emas dan 400.000 ton tembaga per tahun. Dia menyebut angka proyeksi konservatif itu bisa meningkat hingga melebihi USD100 miliar apabila terjadi kenaikan harga komoditas global.

Baca Juga: Kenapa India dan Pakistan Pisah? Ternyata Ini Penyebabnya

Selain memiliki nilai ekonomis yang besar, proyek ini juga memberi manfaat langsung bagi pemerintah dan masyarakat lokal, khususnya di Provinsi Balochistan yang mengantongi 25% saham di proyek tersebut. Pemerintah provinsi diproyeksikan menerima royalti sebesar 5% dari pendapatan proyek, sedangkan pemerintah federal akan memperoleh keuntungan bersih sebesar 1% dari hasil peleburan.

"Sebagai bagian dari kesepakatan, Barrick Gold telah melakukan pembayaran royalti di muka sebesar USD5 juta pada tahun pertama, dan akan membayar sekitar USD10 juta per tahun mulai 2028," ujar Malik dikutip dari Daily Times, Minggu (17/5).

Reko Diq juga diproyeksikan memberikan dampak sosial signifikan. Sejak 2022, lebih dari USD5,3 juta telah diinvestasikan untuk pendidikan, layanan kesehatan, akses air bersih, dan pelatihan keterampilan masyarakat. Pada masa konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 7.500 tenaga kerja. Setelah beroperasi, tersedia 4.000 posisi pekerjaan jangka panjang dengan 77% karyawan ditargetkan berasal dari Balochistan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Rekomendasi
Inggris vs Norwegia:...
Inggris vs Norwegia: Cuaca Jadi Musuh Utama
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved