Indonesia Re Perkuat Komitmen Penerapan ESG dalam Operasional Perusahaan
Rabu, 21 Mei 2025 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga memaparkan sejumlah inisiatif konkret yang telah dijalankan Indonesia Re, seperti pemasangan panel surya, dan investasi pada green bond. Indonesia Re juga telah membentuk tim Workstream ESG lintas divisi yang bertujuan untuk meningkatkan peran Indonesia Re dalam kaitannya dengan isu-isu keberlanjutan di market asuransi/reasuransi nasional dan regional pada pengembangan produk reasuransi berbasis lingkungan dan berkelanjutan serta penyesuaian kebijakan underwriting untuk risiko yang dipengaruhi oleh perubahan iklim, kondisi global market, serta sasaran dan target pemerintah terkait ESG dan Keberlanjutan.
Pada acara ini juga dipaparkan arah kebijakan ESG perusahaan yang mencakup roadmap penurunan emisi karbon hingga 2030, serta kebijakan umum terkait efisiensi energi, air, dan penggunaan material ramah lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko berbasis ESG sebagai salah satu pilar utama strategi keberlanjutan Perusahaan.
Di mana dalam hal ini perusahaan harus mengintegrasikan faktor-faktor lingkungan dan sosial dalam penilaian risiko serta pengembilan Keputusan.
"Integrasi ESG ke dalam produk dan layanan menjadi kunci daya saing sekaligus kontribusi nyata terhadap masa depan Indonesia dan dunia. Kami mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan klien, regulator, dan sesama BUMN," kata Mardian.
Baca Juga: Bank Jatim Raih Gold Rank dalam ASRRAT 2024
Mardian menyoroti pentingnya sinergi antar-BUMN dalam mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon. Menurutnya, tantangan yang dihadapi sebagian besar BUMN relatif serupa, sehingga pertukaran praktik baik dan kolaborasi menjadi solusi strategis untuk mencapai target keberlanjutan nasional.
Pada acara ini juga dipaparkan arah kebijakan ESG perusahaan yang mencakup roadmap penurunan emisi karbon hingga 2030, serta kebijakan umum terkait efisiensi energi, air, dan penggunaan material ramah lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko berbasis ESG sebagai salah satu pilar utama strategi keberlanjutan Perusahaan.
Di mana dalam hal ini perusahaan harus mengintegrasikan faktor-faktor lingkungan dan sosial dalam penilaian risiko serta pengembilan Keputusan.
"Integrasi ESG ke dalam produk dan layanan menjadi kunci daya saing sekaligus kontribusi nyata terhadap masa depan Indonesia dan dunia. Kami mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan klien, regulator, dan sesama BUMN," kata Mardian.
Baca Juga: Bank Jatim Raih Gold Rank dalam ASRRAT 2024
Mardian menyoroti pentingnya sinergi antar-BUMN dalam mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon. Menurutnya, tantangan yang dihadapi sebagian besar BUMN relatif serupa, sehingga pertukaran praktik baik dan kolaborasi menjadi solusi strategis untuk mencapai target keberlanjutan nasional.
Lihat Juga :