5 Negara Tujuan Ekspor Terbesar PT Sritex Sebelum Akhirnya Bangkrut

Kamis, 22 Mei 2025 - 09:41 WIB
loading...
5 Negara Tujuan Ekspor...
Sritex kini menghadapi masa sulit setelah dinyatakan bangkrut pada 1 Maret 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu produsen tekstil terbesar di Asia Tenggara, kini menghadapi masa sulit setelah dinyatakan bangkrut pada 1 Maret 2025. Meski demikian, perusahaan ini sebelumnya memiliki jaringan ekspor yang luas ke berbagai negara di dunia.

Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu pasar ekspor utama Sritex. Produk tekstil unggulan seperti benang (yarn), kain jadi (finished product), dan pakaian jadi (garment) banyak dipasarkan ke negara ini. Amerika Serikat dikenal sebagai pasar dengan permintaan tinggi terhadap produk tekstil berkualitas.

Swedia menempati posisi kedua sebagai pembeli terbesar produk Sritex, dengan nilai pembelian mencapai sekitar USD611 ribu. Negara ini mengimpor berbagai produk tekstil, termasuk pakaian seragam militer yang menjadi salah satu produk andalan Sritex.

Baca Juga: Profil Komisaris Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto, Pernah Masuk Jajaran Orang Terkaya RI

Mesir menjadi pasar ekspor ketiga dengan nilai pembelian mencapai USD475 ribu. Pasar Mesir cukup potensial untuk produk tekstil, terutama pakaian jadi dan kain jadi yang memiliki permintaan stabil di kawasan Afrika Utara.

Bangladesh juga masuk dalam daftar lima besar pasar ekspor Sritex dengan nilai pembelian USD 351 ribu. Negara ini merupakan salah satu pusat industri tekstil dunia, sehingga menjadi pasar strategis bagi produk tekstil Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Rekomendasi
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Berita Terkini
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved