Pertagas Perkuat Infrastruktur Midstream Dorong Monetisasi Lapangan Gas di Indonesia Timur
Sabtu, 24 Mei 2025 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
"Investasi bukan semata soal pasokan, tapi soal konektivitas. Tantangan utama di Indonesia Timur adalah ketiadaan infrastruktur midstream yang andal untuk menghubungkan sumber gas dengan pasar potensial. Di sinilah pendekatan modular dan hybrid memainkan peran penting," papar Kusdi dalam keterangannya, Sabtu (24/5/2025).
Pertagas sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina merupakan operator jaringan pipa transmisi gas terpanjang di Indonesia. Pertagas mengelola lebih dari 600 km pipa minyak di Sumatera dan telah berperan banyak mendukung penyaluran kebutuhan energi nasional.
Untuk menjangkau wilayah timur yang belum terlayani infrastruktur, jelas Kusdi, Pertagas mengimplementasikan pendekatan modular seperti isotank, Floating Storage Unit (FSU), Floating Regasification Unit (FRU), serta pembangunan pipa pendek untuk konektivitas lokal.
Salah satu portofolio di wilayah Indonesia Timur yaitu proyek gasifikasi di Sorong. Di bawah mandat KEPMEN ESDM No. 13.K/2020 lalu, Pertagas berperan dalam mendukung suplai gas ke PLTMG 50 MW. "Ini bukan hanya proyek kelistrikan, tapi jangkar ekonomi kawasan. Ketika listrik tersedia, permintaan dari sektor logistik, industri, hingga rumah tangga ikut tumbuh," paparnya.
Selain itu, untuk menjangkau daerah terpencil yang tidak memiliki jaringan pipa, Pertagas mengembangkan fasilitas virtual pipeline di Bontang, yakni LNG Filling Station berkapasitas 14 MMSCFD dan LNG Cargo Dock yang mendukung pengiriman isotank melalui laut ke kawasan Indonesia Timur. "Fasilitas ini dapat menjadi solusi nyata distribusi gas secara fleksibel," tegas Kusdi.
Pertagas sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina merupakan operator jaringan pipa transmisi gas terpanjang di Indonesia. Pertagas mengelola lebih dari 600 km pipa minyak di Sumatera dan telah berperan banyak mendukung penyaluran kebutuhan energi nasional.
Untuk menjangkau wilayah timur yang belum terlayani infrastruktur, jelas Kusdi, Pertagas mengimplementasikan pendekatan modular seperti isotank, Floating Storage Unit (FSU), Floating Regasification Unit (FRU), serta pembangunan pipa pendek untuk konektivitas lokal.
Salah satu portofolio di wilayah Indonesia Timur yaitu proyek gasifikasi di Sorong. Di bawah mandat KEPMEN ESDM No. 13.K/2020 lalu, Pertagas berperan dalam mendukung suplai gas ke PLTMG 50 MW. "Ini bukan hanya proyek kelistrikan, tapi jangkar ekonomi kawasan. Ketika listrik tersedia, permintaan dari sektor logistik, industri, hingga rumah tangga ikut tumbuh," paparnya.
Selain itu, untuk menjangkau daerah terpencil yang tidak memiliki jaringan pipa, Pertagas mengembangkan fasilitas virtual pipeline di Bontang, yakni LNG Filling Station berkapasitas 14 MMSCFD dan LNG Cargo Dock yang mendukung pengiriman isotank melalui laut ke kawasan Indonesia Timur. "Fasilitas ini dapat menjadi solusi nyata distribusi gas secara fleksibel," tegas Kusdi.
Lihat Juga :