SNS Perkuat Distribusi Garudafood Lewat Inovasi dan Kemitraan
Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:47 WIB
loading...
Managing Director SNS, Ruli Tobing, dalam acara Loyalty Summit 2025 di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Sinarniaga Sejahtera (SNS), anak usaha distribusi dari PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, terus memperkuat perannya dalam mendistribusikan produk ke seluruh wilayah Indonesia melalui strategi kemitraan dan transformasi digital. Berpengalaman lebih dari tiga dekade, SNS kini melayani lebih dari 1,9 juta outlet dari pasar tradisional hingga modern.
Keunggulan jaringan distribusi menjadi kunci bagi SNS dalam menjaga ketersediaan produk Garudafood dan produk dari prinsipal lain. Saluran distribusi yang dijalankan mencakup berbagai kanal, seperti general trade, modern trade, food service serta kolaborasi kemitraan.
Baca Juga: Kementerian UMKM Komitmen Pererat Kemitraan Pengemudi dan Aplikator Ojek Online
Letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan tak menjadi hambatan. Dengan pendekatan multisaluran dan strategi jangkauan menyeluruh, SNS berhasil menghadirkan produk hingga ke pelosok, meski menghadapi tantangan kondisi demografis dan logistik yang kompleks.
Dalam menjaga daya saing, SNS menyusun strategi adaptif menghadapi perubahan pola distribusi. Salah satunya dengan membangun loyalitas mitra di sektor grosir tradisional yang kini mulai terdesak oleh pertumbuhan pesat kanal modern dan digital.
"Distribusi bukan sekadar menjangkau outlet, melainkan membangun hubungan jangka panjang. Program loyalitas kami rancang agar sesuai dengan kebutuhan mitra, terutama di sektor grosir," ujar Managing Director SNS, Ruli Tobing, dalam ajang Loyalty Summit 2025 di Jakarta.
Dalam forum bertema Championing the Future of Loyalty itu, Ruli menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara mempertahankan kekuatan di sektor tradisional dan menjawab peluang di kanal distribusi baru. "Kami melihat perubahan sangat cepat di modern trade dan kanal digital. Karena itu, kami harus menyesuaikan strategi agar tetap relevan dan kompetitif," ujarnya.
Sebagai bagian dari transformasi digital, SNS mengembangkan platformSales Assistant Mobile (SAM) berbasis kecerdasan buatan. Platform tersebut mempermudah proses pencatatan pesanan, evaluasi performa toko, serta akses informasi promosi secara real-time oleh tenaga penjual.
SAM dilengkapi fitur seperti daftar kunjungan, pencatatan pesanan, data penjualan, hingga manajemen insentif. Inovasi ini menjadi tulang punggung efisiensi operasional yang membantu tenaga penjualan meningkatkan kinerja di lapangan.
"Teknologi seperti SAM bukan hanya efisiensi, tapi bagian dari visi membangun ekosistem digital yang adaptif dan kolaboratif," kata Ruli.
Baca Juga: Ojol Minta Regulasi Kemitraan yang Adil, Bukan Status Formal
Per April 2025, SNS mencatatkan lebih dari 280.000 pelanggan aktif dengan jaringan operasional yang mencakup 16 wilayah regional, 130 depo, dan 160 mitra distribusi. Produk Garudafood pun tetap tersedia dan mudah dijangkau oleh konsumen di berbagai daerah.
Ke depan, SNS berkomitmen untuk terus memperkuat jaringan, memperluas kemitraan strategis, dan menghadirkan inovasi berkelanjutan demi menjangkau lebih banyak konsumen secara efektif dan efisien.
Keunggulan jaringan distribusi menjadi kunci bagi SNS dalam menjaga ketersediaan produk Garudafood dan produk dari prinsipal lain. Saluran distribusi yang dijalankan mencakup berbagai kanal, seperti general trade, modern trade, food service serta kolaborasi kemitraan.
Baca Juga: Kementerian UMKM Komitmen Pererat Kemitraan Pengemudi dan Aplikator Ojek Online
Letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan tak menjadi hambatan. Dengan pendekatan multisaluran dan strategi jangkauan menyeluruh, SNS berhasil menghadirkan produk hingga ke pelosok, meski menghadapi tantangan kondisi demografis dan logistik yang kompleks.
Dalam menjaga daya saing, SNS menyusun strategi adaptif menghadapi perubahan pola distribusi. Salah satunya dengan membangun loyalitas mitra di sektor grosir tradisional yang kini mulai terdesak oleh pertumbuhan pesat kanal modern dan digital.
"Distribusi bukan sekadar menjangkau outlet, melainkan membangun hubungan jangka panjang. Program loyalitas kami rancang agar sesuai dengan kebutuhan mitra, terutama di sektor grosir," ujar Managing Director SNS, Ruli Tobing, dalam ajang Loyalty Summit 2025 di Jakarta.
Dalam forum bertema Championing the Future of Loyalty itu, Ruli menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara mempertahankan kekuatan di sektor tradisional dan menjawab peluang di kanal distribusi baru. "Kami melihat perubahan sangat cepat di modern trade dan kanal digital. Karena itu, kami harus menyesuaikan strategi agar tetap relevan dan kompetitif," ujarnya.
Sebagai bagian dari transformasi digital, SNS mengembangkan platformSales Assistant Mobile (SAM) berbasis kecerdasan buatan. Platform tersebut mempermudah proses pencatatan pesanan, evaluasi performa toko, serta akses informasi promosi secara real-time oleh tenaga penjual.
SAM dilengkapi fitur seperti daftar kunjungan, pencatatan pesanan, data penjualan, hingga manajemen insentif. Inovasi ini menjadi tulang punggung efisiensi operasional yang membantu tenaga penjualan meningkatkan kinerja di lapangan.
"Teknologi seperti SAM bukan hanya efisiensi, tapi bagian dari visi membangun ekosistem digital yang adaptif dan kolaboratif," kata Ruli.
Baca Juga: Ojol Minta Regulasi Kemitraan yang Adil, Bukan Status Formal
Per April 2025, SNS mencatatkan lebih dari 280.000 pelanggan aktif dengan jaringan operasional yang mencakup 16 wilayah regional, 130 depo, dan 160 mitra distribusi. Produk Garudafood pun tetap tersedia dan mudah dijangkau oleh konsumen di berbagai daerah.
Ke depan, SNS berkomitmen untuk terus memperkuat jaringan, memperluas kemitraan strategis, dan menghadirkan inovasi berkelanjutan demi menjangkau lebih banyak konsumen secara efektif dan efisien.
(nng)
Lihat Juga :