Kementan Gerakkan Kewirausahaan dan Serap Tenaga Kerja lewat YESS

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:17 WIB
loading...
Kementan Gerakkan Kewirausahaan...
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong tumbuhnya wirausahawan muda di sektor pertanian melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian ( Kementan ) terus mendorong tumbuhnya wirausahawan muda di sektor pertanian melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS). Program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi pedesaan, dan memastikan keberlanjutan regenerasi petani di Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian menyumbang 11,31% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan peran strategis sektor pertanian dalam mendukung perekonomian nasional, khususnya di wilayah pedesaan. Potensi besar inilah yang ingin dioptimalkan Kementan melalui peran generasi muda.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan, pentingnya mendorong terciptanya pengusaha-pengusaha muda di sektor ini. “Kalau mau jadi konglomerat, masuk pertanian. Karena peluang ekonomi di sektor pertanian sangatlah besar dan terbuka lebar,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (19/5/2025).

Baca Juga: Tinjauan ke Subang, Senior IFAD Akui Keberhasilan Program YESS Kementan

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menegaskan komitmennya mendorong generasi muda agar aktif menjajaki usaha di bidang pertanian. Peran generasi muda dianggap sangat krusial dalam mentransformasi sektor pertanian menjadi lebih modern, inovatif, dan berkelanjutan.

Generasi muda tidak hanya membawa semangat baru, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap teknologi digital dan model bisnis kekinian yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman. Dengan dukungan pelatihan, akses modal, dan pendampingan yang tepat, para petani muda diharapkan mampu menciptakan usaha pertanian yang kompetitif dan berorientasi ekspor.

“Pemuda harus berani mengambil peluang di sektor ini. Ekspor hasil pertanian bisa dilakukan apa saja, di mana saja, dan kapan saja,” ujarnya.

Direktur Program YESS, Muhammad Amin menjelaskan, bahwa sejak 2019 hingga 2025, program ini menargetkan menjangkau 220.000 generasi muda di wilayah pedesaan. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan dan penguatan kapasitas, tetapi juga dukungan modal usaha dan akses jejaring pemasaran.

Berdasarkan hasil survei Annual Outcome Survey (AOS) tahun 2024, sebanyak 54,9% penerima manfaat program YESS yang berwirausaha telah mempekerjakan tenaga kerja, baik secara tetap maupun paruh waktu. Total tenaga kerja yang terserap mencapai 1.406 orang, terdiri atas 1.050 pekerja paruh waktu dan 356 tenaga kerja tetap.

Jumlah itu menunjukkan Program YESS terbukti bahwa sektor pertanian bukan hanya lapangan kerja, tetapi juga ruang besar bagi inovasi, kreativitas, dan pertumbuhan ekonomi berbasis generasi muda.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, YESS Komitmen Lahirkan Wirausahawan Muda Pertanian

Salah satu penerima manfaat YESS, Jajang, seorang petani jamur tiram asal Subang, merasakan langsung dampak positif program ini. Saat ini produksi jamur tiram miliknya meningkat hingga 2,5 kuintal per panen, melibatkan delapan tenaga kerja, serta bekerja sama dengan sekitar 30 mitra.

“Awalnya kami hanya bergantung pada harga pasar. Sejak bergabung dengan program YESS, kami mulai mengembangkan olahan jamur dan nilai jual meningkat,” ujarnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Baru 27% Pekerja RI...
Baru 27% Pekerja RI Punya Keterampilan Digital, Menaker: Jauh di Bawah Standar Global
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Rekomendasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved