Trading Kini Jauh Lebih Mudah dengan Fitur Tambahan
Senin, 26 Mei 2025 - 13:15 WIB
loading...
Tawaran kemudahan kini diberikan platform trading Ajaib, dimana bisa melakukan dua trading dalam satu aplikasi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Tawaran kemudahan kini diberikan platform trading Ajaib , dimana bisa melakukan dua trading dalam satu aplikasi. Co-Founder dan CEO Ajaib, Anderson Sumarli mengatakan langkah ini sebagai upaya terima kasih dirinya dalam menyambut 20 juta pengguna baru.
“Sejak Ajaib lahir di 2019, misi kami sederhana: membuat investasi bisa diakses oleh semua orang,” katanya dalam siaran pers, Kamis (22/5/2025).
Dengan dua pengalaman dalam satu aplikasi, Andersoon menegaskan dirinya siap membuka pintu investasi untuk semua kalangan, di semua kelas aset dalam satu login. Baca Juga: Tips Bermain Trading Forex yang Aman
“Pengguna dapat memilih pengalaman yang paling sesuai, salah satunya Ajaib Pro untuk berpengalaman yang membutuhkan fitur canggih dan akses penuh ke berbagai kelas aset,” tambahnya.
Selain mendapatkan keamanan data. Integrasi pto juga memudahkan pengguna dapat mengakses seluruh kelas aset, dari saham Indonesia dan AS, reksa dana, obligasi, hingga aset kripto dalam satu pengalaman terpadu.
Pakar keuangan sekaligus financial storyteller, Felicia P. Tjiasaka mengatakan, aset investasi adalah kendaraan yang membawa kita ke tujuan finansial. Ia juga menegaskan semua bisa jadi investor, tapi tidak semua harus jadi full-time trader.
“Yang dibutuhkan adalah rencana investasi berbasis tujuan, bukan sekadar spekulasi. Harapannya, semua ini bisa dieksekusi lebih mudah melalui aplikasi investasi all-in-one seperti Ajaib,” tambahnya.
Sementara itu, Andy Senjaya, full-time trader, menambahkan modal utama untuk menjadi trader di berbagai aset adalah kemampuan analisis yang kuat. Mulai dari memahami market behavior hingga membaca price action dan volume.
Baca Juga: Investor Sambut Positif Fitur Bonus Perpindahan Portofolio
”Data menunjukkan bahwa anak muda Indonesia berkembang secara signifikan di dalam perjalanan investasi mereka, dimana mayoritas memiliki investasi di dua aset atau lebih,” tuturnya.
Sejauh ini, dirinya mencatat investor pasar modal, reksa dana, dan SBN meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Bahkan 99,68% investor adalah individu ritel, dan mayoritas (54,7%) berusia di bawah 40 tahun.
“Sejak Ajaib lahir di 2019, misi kami sederhana: membuat investasi bisa diakses oleh semua orang,” katanya dalam siaran pers, Kamis (22/5/2025).
Dengan dua pengalaman dalam satu aplikasi, Andersoon menegaskan dirinya siap membuka pintu investasi untuk semua kalangan, di semua kelas aset dalam satu login. Baca Juga: Tips Bermain Trading Forex yang Aman
“Pengguna dapat memilih pengalaman yang paling sesuai, salah satunya Ajaib Pro untuk berpengalaman yang membutuhkan fitur canggih dan akses penuh ke berbagai kelas aset,” tambahnya.
Selain mendapatkan keamanan data. Integrasi pto juga memudahkan pengguna dapat mengakses seluruh kelas aset, dari saham Indonesia dan AS, reksa dana, obligasi, hingga aset kripto dalam satu pengalaman terpadu.
Pakar keuangan sekaligus financial storyteller, Felicia P. Tjiasaka mengatakan, aset investasi adalah kendaraan yang membawa kita ke tujuan finansial. Ia juga menegaskan semua bisa jadi investor, tapi tidak semua harus jadi full-time trader.
“Yang dibutuhkan adalah rencana investasi berbasis tujuan, bukan sekadar spekulasi. Harapannya, semua ini bisa dieksekusi lebih mudah melalui aplikasi investasi all-in-one seperti Ajaib,” tambahnya.
Sementara itu, Andy Senjaya, full-time trader, menambahkan modal utama untuk menjadi trader di berbagai aset adalah kemampuan analisis yang kuat. Mulai dari memahami market behavior hingga membaca price action dan volume.
Baca Juga: Investor Sambut Positif Fitur Bonus Perpindahan Portofolio
”Data menunjukkan bahwa anak muda Indonesia berkembang secara signifikan di dalam perjalanan investasi mereka, dimana mayoritas memiliki investasi di dua aset atau lebih,” tuturnya.
Sejauh ini, dirinya mencatat investor pasar modal, reksa dana, dan SBN meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Bahkan 99,68% investor adalah individu ritel, dan mayoritas (54,7%) berusia di bawah 40 tahun.
(akr)
Lihat Juga :