Saham BSI Berpotensi Tembus Rp3.900, Strategi Agresif Jadi Penopang
Selasa, 27 Mei 2025 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Rasio efisiensi atau Cost to Income Ratio (CIR) BRIS juga berhasil ditekan hingga di bawah 49% pada kuartal I/2025, membaik signifikan dibandingkan 58% pada kuartal IV/2024. Selain itu, segmen pembiayaan korporasi juga tumbuh 13% YoY, dengan konsentrasi pada sektor infrastruktur, telekomunikasi, kelapa sawit, kesehatan, dan energi listrik.
BRIS juga menunjukkan penguatan dalam penghimpunan dana murah. Rekening tabungan haji diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tabungan Wadiah, menyusul lonjakan nasabah baru menjadi lebih dari 110.000 per bulan, jauh melampaui rata-rata 50.000 pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: BRIS Tutup Tahun 2024 dengan Kinerja Saham Gemilang
Dengan berbagai indikator positif ini, BRIS dinilai memiliki momentum kuat untuk terus tumbuh dan menarik perhatian investor, seiring transformasi digital dan diversifikasi produk yang semakin matang.
BRIS juga menunjukkan penguatan dalam penghimpunan dana murah. Rekening tabungan haji diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tabungan Wadiah, menyusul lonjakan nasabah baru menjadi lebih dari 110.000 per bulan, jauh melampaui rata-rata 50.000 pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: BRIS Tutup Tahun 2024 dengan Kinerja Saham Gemilang
Dengan berbagai indikator positif ini, BRIS dinilai memiliki momentum kuat untuk terus tumbuh dan menarik perhatian investor, seiring transformasi digital dan diversifikasi produk yang semakin matang.
(akr)
Lihat Juga :