Saham BSI Berpotensi Tembus Rp3.900, Strategi Agresif Jadi Penopang
Selasa, 27 Mei 2025 - 07:30 WIB
loading...
Harga saham BSI diproyeksi tembus Rp3.900, didasarkan kinerja fundamental dan strategi bisnis yang dilakukan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Harga saham PT. Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) diproyeksi tembus Rp3.900. Proyeksi ini didasarkan kinerja fundamental dan strategi bisnis yang dilakukan. Pada perdagangan Senin (26/5/2025), saham BRIS tercatat naik 1,7% atau Rp50 menjadi Rp2.990 per lembar saham.
Senior Equity Research Analyst PT Ciptadana Sekuritas Asia, Erni Marsella Siahaan dalam riset terbarunya merekomendasikan buy untuk saham BRIS dengan target harga Rp3.900.
"Harga BRIS bisa menembus Rp3.900 per saham, yang menyiratkan PBV 3,5x 2025 dengan kemungkinan pertumbuhan pembiayaan yang positif di tengah ketatnya pasar likuiditas secara nasional," kata Erni dalam hasil risetnya.
Baca Juga: Izin Bulion Terbit, Saham BRIS Naik 4,78% Bulan Ini
Pendapatan non-margin BRIS mencatat lonjakan signifikan sebesar 42% secara tahunan (YoY), ditopang oleh pertumbuhan pesat dalam pembiayaan emas, treasury, dan kanal digital (e-channel), masing-masing meningkat 52%, 47%, dan 34%. Kontribusi pendapatan non-bunga pun mencapai rekor tertinggi sebesar 28% pada kuartal I/2025, naik dari 25% pada kuartal sebelumnya dan 22% pada periode yang sama tahun lalu.
Strategi bisnis yang dijalankan BSI turut mendapatkan sorotan positif. Biaya operasional (Opex) meningkat 16,5% secara tahunan, mencerminkan ekspansi agresif perseroan baik dari sisi infrastruktur fisik maupun digital. Jaringan ATM dan CRM BRIS melonjak dua kali lipat menjadi 5.500 unit, sedangkan jumlah EDC (Electronic Data Capture) menembus angka 500.000 unit.
"Di sisi lain, bisnis emas menunjukkan pertumbuhan eksponensial sebesar 82% YoY, didorong oleh status BRIS sebagai bank emas dan tingginya minat transaksi emas. Jumlah nasabah emas juga melonjak tajam menjadi 17.000 pelanggan baru hanya pada Maret 2025, dibandingkan dengan rerata 1.000 pelanggan per bulan 2024," katanya.
Rasio efisiensi atau Cost to Income Ratio (CIR) BRIS juga berhasil ditekan hingga di bawah 49% pada kuartal I/2025, membaik signifikan dibandingkan 58% pada kuartal IV/2024. Selain itu, segmen pembiayaan korporasi juga tumbuh 13% YoY, dengan konsentrasi pada sektor infrastruktur, telekomunikasi, kelapa sawit, kesehatan, dan energi listrik.
BRIS juga menunjukkan penguatan dalam penghimpunan dana murah. Rekening tabungan haji diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tabungan Wadiah, menyusul lonjakan nasabah baru menjadi lebih dari 110.000 per bulan, jauh melampaui rata-rata 50.000 pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: BRIS Tutup Tahun 2024 dengan Kinerja Saham Gemilang
Dengan berbagai indikator positif ini, BRIS dinilai memiliki momentum kuat untuk terus tumbuh dan menarik perhatian investor, seiring transformasi digital dan diversifikasi produk yang semakin matang.
Senior Equity Research Analyst PT Ciptadana Sekuritas Asia, Erni Marsella Siahaan dalam riset terbarunya merekomendasikan buy untuk saham BRIS dengan target harga Rp3.900.
"Harga BRIS bisa menembus Rp3.900 per saham, yang menyiratkan PBV 3,5x 2025 dengan kemungkinan pertumbuhan pembiayaan yang positif di tengah ketatnya pasar likuiditas secara nasional," kata Erni dalam hasil risetnya.
Baca Juga: Izin Bulion Terbit, Saham BRIS Naik 4,78% Bulan Ini
Pendapatan non-margin BRIS mencatat lonjakan signifikan sebesar 42% secara tahunan (YoY), ditopang oleh pertumbuhan pesat dalam pembiayaan emas, treasury, dan kanal digital (e-channel), masing-masing meningkat 52%, 47%, dan 34%. Kontribusi pendapatan non-bunga pun mencapai rekor tertinggi sebesar 28% pada kuartal I/2025, naik dari 25% pada kuartal sebelumnya dan 22% pada periode yang sama tahun lalu.
Strategi bisnis yang dijalankan BSI turut mendapatkan sorotan positif. Biaya operasional (Opex) meningkat 16,5% secara tahunan, mencerminkan ekspansi agresif perseroan baik dari sisi infrastruktur fisik maupun digital. Jaringan ATM dan CRM BRIS melonjak dua kali lipat menjadi 5.500 unit, sedangkan jumlah EDC (Electronic Data Capture) menembus angka 500.000 unit.
"Di sisi lain, bisnis emas menunjukkan pertumbuhan eksponensial sebesar 82% YoY, didorong oleh status BRIS sebagai bank emas dan tingginya minat transaksi emas. Jumlah nasabah emas juga melonjak tajam menjadi 17.000 pelanggan baru hanya pada Maret 2025, dibandingkan dengan rerata 1.000 pelanggan per bulan 2024," katanya.
Rasio efisiensi atau Cost to Income Ratio (CIR) BRIS juga berhasil ditekan hingga di bawah 49% pada kuartal I/2025, membaik signifikan dibandingkan 58% pada kuartal IV/2024. Selain itu, segmen pembiayaan korporasi juga tumbuh 13% YoY, dengan konsentrasi pada sektor infrastruktur, telekomunikasi, kelapa sawit, kesehatan, dan energi listrik.
BRIS juga menunjukkan penguatan dalam penghimpunan dana murah. Rekening tabungan haji diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tabungan Wadiah, menyusul lonjakan nasabah baru menjadi lebih dari 110.000 per bulan, jauh melampaui rata-rata 50.000 pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: BRIS Tutup Tahun 2024 dengan Kinerja Saham Gemilang
Dengan berbagai indikator positif ini, BRIS dinilai memiliki momentum kuat untuk terus tumbuh dan menarik perhatian investor, seiring transformasi digital dan diversifikasi produk yang semakin matang.
(akr)
Lihat Juga :