Rudi Rubiandini: Harga BBM Seharusnya Turun Rp2.000 per Liter

Minggu, 03 Mei 2020 - 19:45 WIB
loading...
Rudi Rubiandini: Harga...
Pengamat perminyakan Rudi Rubiandini. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pakar perminyakan Rudi Rubiandini menandaskan seharusnya pemerintah sudah memerintahkan badan usaha termasuk Pertamina untuk menurunkan harga BBM terhitung 1 Mei 2020 ini. Implementasi penurunan harga BBM tersebut sesuai dengan Kepmen ESDMNo. 62K/MEM/2020 yakni penetapan harga BBM dihitung berdasarkan parameter formula harga dua bulan sebelumnya.

"Seharusnya mulai 1 Mei 2020, Pertamina sudah menurunkan harga rata-rata produk BBM sebesar Rp2.000 per liter sesuai aturan perhitungan pemerintah, dihitung berdasarkan parameter dua bulan sebelumnya," ujar dia.

Dia mencontohkan, harga bensin Pertamax yang semula sepanjang dua bulan lalu dijual rata-rata Rp9.000 per liter, semustinya turun menjadi Rp7.100 per liter atau turun rata-rata Rp2.000 per liter pada awal bulan ini. Penurunan harga BBM tersebut sesuai dengan parameter perhitungan dua bulan sebelumnya yakni dihitung dari 25 Februari-24 Maret.

Nilai tersebut diperoleh dari perhitungan parameter formula pembentuk harga BBM di Indonesia yakni berdasarkan nilai tukar terhadap rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Mean Of Pleats Singapore (MOPS) dan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP).

Rinciannya, untuk kurs sebesar Rp15.300 per USD, MOPS sebesar USD50 per barel dan ICP sebesar USD40 per barel maka harga jual BBM eceran setara Pertamax, seharusnya dijual Rp7.100 per liter, bukan lagi Rp9.000 per liter.

Namun demikian, sampai saat ini, harga BBM performance 92 atau setara Pertamax masih bertengger di angka rata-rata Rp9.000 per liter. Begitu juga dengan harga produk BBM lain masih tetap belum diturunkan.

Tak berhenti disitu, penurunan harga BBM seharusnya bakal lebih tajam lagi terhitung mulai 1 Juni 2020 mendatang. Mantan Wakil Menteri ESDM itu pun menyebut pada awal Juni mendatang, harga BBM setara Pertamax seharusnya turun dari Rp7.100 per liter menjadi Rp5.650 per liter atau rata-rata turun Rp1.500 per liter.

Adapun harga BBM bulan Juni dihitung berdasarkan parameter dua bulan sebelumnya yakni 25 Maret-24 April dengan rata rata kurs sebesar Rp15.800 per dolar USD, MOPS sebesar USD35 per barel dan ICP sebesar USD27 per barel. Sehingga menghasilkan harga BBM sebesar Rp5.650 per liter.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) ini pun menyebut penurunan harga BBM pada bulan ini memang seharusnya segera diperintahkan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif kepada seluruh badan usaha, tidak hanya Pertamina.

Penurunan harga BBM juga berlaku bagi seluruh badan usaha, baik itu Pertamina, Shell, Total, AKR, BP dan ExxonMobil. Adapun penurunan harga BBM dengan rata-rata Rp2.000 per liter bulan ini menyasar seluruh produk BBM yang dijual eceran oleh badan usaha.

"Mengacu pada konsistensi aturan yang dibuat oleh Pak Arifin Tasrif, seharusnya mulai 1 Mei 2020 ini seluruh badan usaha, baik itu AKR, Pertamina, Shell Total maupun badan usaha lain harus sudah bisa menurunkan harga," tandasnya, Minggu (3/5/2020).

Doktor lulusan Technische Universitat Claustal, Jerman itu juga menyampaikan harga BBM di Indonesia masih jauh lebih mahal ketimbang Malaysia. Mahalnya harga BBM di Indonesia pada dasarnya disebabkan oleh regulasi parameter perhitungan formula harga yang dibuat oleh Menteri ESDM.

"Kalau di Malaysia, itu menggunakan parameter setiap satu mingggu sehingga fluktuasinya benar-benar terasa ketika harga minyak turun drastis. Sedangkan di Indonesia tidak, karena menghitungnya menggunakan parameter dua bulan sebelumnya. Itu yang jadi masalah," kata dia.

Menurut dia, parameter perhitungan harga BBM di dalam negeri selalu berbeda-beda. Untuk saat ini, parameter perhitungan harga BBM didasarkan pada Kepmen ESDM) No. 62K/MEM/2020 yakni penetapan harga BBM dihitung berdasarkan formula harga dua bulan sebelumnya. Mengacu pada regulasi itu, maka harga BBM di Indonesia menjadi lebih mahal dibandingkan Malaysia.

Dia mencontohkan, untuk harga BBM setara Pertamax saja yang seharusnya pada awal Mei ini turun masih bertengger di harga Rp9.000 per liter. Padahal sesuai perhitungan Kepmen ESDM seharusnya turun menjadi Rp7.100 per liter. Pada akhirnya kondisi itu membuat harga BBM di Indonesia jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan Malaysia.

Rudi pun menyebut, rata-rata harga jual eceran BBM di Malaysia berada di kisaran Rp4.500 per liter di bawah harga keekonomian rata-rata sebesar Rp5.500 per liter.

Murahnya harga jual produk BBM di Malaysia tersebut disamping parameter formula harga ditentukan setiap pekan tapi juga diberikan subsidi.

"Subsidinya memang kecil sekitar Rp1 triliun, tapi manfaatnya besar bisa menekan harga keekonomian dari Rp5.500 per liter turun menjadi sekitar Rp4.500 per liter," jelasnya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Harga BBM di India Melonjak...
Harga BBM di India Melonjak Tajam, Naik Tiga Kali dalam Delapan Hari
Bahlil Jamin Tak Ada...
Bahlil Jamin Tak Ada Kenaikan Harga BBM
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Warga Beralih ke Pertalite
Rekomendasi
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Berita Terkini
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved