Integrasikan Teknologi AI ke Dalam Ekosistem Bisnis
Jum'at, 30 Mei 2025 - 18:17 WIB
loading...
Smart AI Assistant ini memungkinkan pengguna mengakses laporan bisnis, memantau daftar tugas, mengotomasikan tugas operasional, memberikan rekomendasi strategis, membuat perubahan di sistem. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - HashMicro meluncurkan Hashy, smart assistant berbasis kecerdasan buatan (AI) , mempercepat interaksi dan operasional bisnis melalui platform populer seperti WhatsApp. Dengan peluncuran ini, HashMicro sebagai pemimpin solusi perangkat lunak ERP di Asia Tenggara, kembali mengukuhkan posisinya sebagai inovator teknologi.
Chief of Business Development HashMicro, Lusiana Lu menjelaskan, peluncuran Hashy menjadi langkah strategis HashMicro dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam ekosistem bisnis yang semakin dinamis. Setelah melalui proses riset dan pengembangan intensif serta soft launch yang sukses, HashMicro semakin optimis untuk menghadirkan Hashy ke pengguna yang lebih luas.
Smart AI Assistant ini, lanjut dia, memungkinkan pengguna mengakses laporan bisnis, memantau daftar tugas, mengotomasikan tugas operasional, memberikan rekomendasi strategis, membuat perubahan di sistem, hingga mendapatkan wawasan bisnis yang dipersonalisasi—semua dalam satu aplikasi yang mudah diakses.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Talenta Digital, Binus University Kolaborasi dengan HashMicro
“Kami melihat adopsi Artificial Intelligent dalam operasional bisnis sehari-hari, khususnya di Asia Tenggara. Dengan Hashy, kami tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga empowering user-user kami,” ujar Lusiana Lu, Selasa (27/5).
Integrasi sistem HashMicro dengan Hashy membantu pelaku bisnis dan karyawan dalam mengakses informasi cepat, efisiensi proses kerja. "Pengguna dapat meminta Hashy untuk melakukan tindakan seperti mengajukan cuti, membuat jadwal rapat, menandai faktur sebagai terbayar, dan banyak lagi. Selain itu, Hashy juga dapat membaca laporan, memberikan pembaruan status pekerjaan, dan lainnya," bebernya.
Sebagai contoh, ketika persediaan suatu produk mulai menipis, Hashy dapat diberikan perintah sederhana. "Seperti cek stok produk A dan lakukan pemesanan jika jumlahnya di bawah 50," terangnya.
Baca Juga: Ramai PHK Massal dan Startup Gagal, HashMicro Justru Tambah Karyawan
Dalam hitungan detik, Hashy memproses data inventaris, mengevaluasi kebutuhan, dan langsung mengirimkan pesanan ke pemasok. Proses ini berlangsung otomatis tanpa perlu membuka sistem manual serta intervensi manusia, sehingga menghemat waktu sekaligus memastikan operasional berjalan lancar.
“Smart AI assistant akan segera menjadi kebutuhan utama dalam dunia bisnis. Kami terus mengembangkan teknologi ini dengan optimal, memastikan pengguna HashMicro selalu di garis terdepan dalam inovasi dan pengambilan keputusan berbasis data,” tambah Lusiana.
“Visi kami adalah menghadirkan platform AI yang andal, mampu menyajikan wawasan relevan yang mendukung setiap pelanggan dalam mengelola bisnis mereka," sambungnya.
Hashy hanyalah bagian dari strategi besar HashMicro dalam menghadirkan solusi teknologi canggih. Sebelumnya, penerapan Artificial Intelligence dalam process optimization dan predictive analysis dalam sistem inti HashMicro telah menghasilkan peningkatan efisiensi dengan pengurangan waktu pemrosesan hingga 40% dan kenaikan produktivitas sebesar 20%.
Ke depan, HashMicro berencana mengembangkan Smart AI Assistant mereka antara lain:
Pertama, peningkatan fitur keamanan. Memperkuat keamanan data dengan mengembangkan fitur proteksi yang lebih canggih, memastikan bahwa informasi bisnis tetap aman dan terlindungi.
Kedua, pemahaman proses bisnis yang lebih kompleks. HashMicro akan meningkatkan kemampuan Hashy untuk memahami dan menangani kueri yang lebih kompleks, memungkinkan pengelolaan proses bisnis yang lebih rumit dan terintegrasi.
Chief of Business Development HashMicro, Lusiana Lu menjelaskan, peluncuran Hashy menjadi langkah strategis HashMicro dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam ekosistem bisnis yang semakin dinamis. Setelah melalui proses riset dan pengembangan intensif serta soft launch yang sukses, HashMicro semakin optimis untuk menghadirkan Hashy ke pengguna yang lebih luas.
Smart AI Assistant ini, lanjut dia, memungkinkan pengguna mengakses laporan bisnis, memantau daftar tugas, mengotomasikan tugas operasional, memberikan rekomendasi strategis, membuat perubahan di sistem, hingga mendapatkan wawasan bisnis yang dipersonalisasi—semua dalam satu aplikasi yang mudah diakses.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Talenta Digital, Binus University Kolaborasi dengan HashMicro
“Kami melihat adopsi Artificial Intelligent dalam operasional bisnis sehari-hari, khususnya di Asia Tenggara. Dengan Hashy, kami tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga empowering user-user kami,” ujar Lusiana Lu, Selasa (27/5).
Transformasi Bisnis
Hashy adalah Smart AI Assistant yang dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar alat bantu. Dengan kemampuan canggihnya, Hashy hadir untuk menyederhanakan kompleksitas, memberikan kecepatan, dan menciptakan pengalaman kerja yang efisien, menjadikannya partner ideal dalam mendorong produktivitas dan inovasi bisnis.Integrasi sistem HashMicro dengan Hashy membantu pelaku bisnis dan karyawan dalam mengakses informasi cepat, efisiensi proses kerja. "Pengguna dapat meminta Hashy untuk melakukan tindakan seperti mengajukan cuti, membuat jadwal rapat, menandai faktur sebagai terbayar, dan banyak lagi. Selain itu, Hashy juga dapat membaca laporan, memberikan pembaruan status pekerjaan, dan lainnya," bebernya.
Sebagai contoh, ketika persediaan suatu produk mulai menipis, Hashy dapat diberikan perintah sederhana. "Seperti cek stok produk A dan lakukan pemesanan jika jumlahnya di bawah 50," terangnya.
Baca Juga: Ramai PHK Massal dan Startup Gagal, HashMicro Justru Tambah Karyawan
Dalam hitungan detik, Hashy memproses data inventaris, mengevaluasi kebutuhan, dan langsung mengirimkan pesanan ke pemasok. Proses ini berlangsung otomatis tanpa perlu membuka sistem manual serta intervensi manusia, sehingga menghemat waktu sekaligus memastikan operasional berjalan lancar.
“Smart AI assistant akan segera menjadi kebutuhan utama dalam dunia bisnis. Kami terus mengembangkan teknologi ini dengan optimal, memastikan pengguna HashMicro selalu di garis terdepan dalam inovasi dan pengambilan keputusan berbasis data,” tambah Lusiana.
“Visi kami adalah menghadirkan platform AI yang andal, mampu menyajikan wawasan relevan yang mendukung setiap pelanggan dalam mengelola bisnis mereka," sambungnya.
Hashy hanyalah bagian dari strategi besar HashMicro dalam menghadirkan solusi teknologi canggih. Sebelumnya, penerapan Artificial Intelligence dalam process optimization dan predictive analysis dalam sistem inti HashMicro telah menghasilkan peningkatan efisiensi dengan pengurangan waktu pemrosesan hingga 40% dan kenaikan produktivitas sebesar 20%.
Ke depan, HashMicro berencana mengembangkan Smart AI Assistant mereka antara lain:
Pertama, peningkatan fitur keamanan. Memperkuat keamanan data dengan mengembangkan fitur proteksi yang lebih canggih, memastikan bahwa informasi bisnis tetap aman dan terlindungi.
Kedua, pemahaman proses bisnis yang lebih kompleks. HashMicro akan meningkatkan kemampuan Hashy untuk memahami dan menangani kueri yang lebih kompleks, memungkinkan pengelolaan proses bisnis yang lebih rumit dan terintegrasi.
(akr)
Lihat Juga :