Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China

Kamis, 04 Juni 2026 - 07:52 WIB
loading...
Gegara Ledakan AI, Industri...
Tingginya permintaan data center memicu eskalasi perang teknologi antara AS dan China. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Pasar semikonduktor global diproyeksikan bakal mencetak sejarah dengan menembus angka USD1,5 triliun atau setara Rp27.000 triliun pada 2026 setelah melonjak tajam hingga 89,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan luar biasa ini dipicu ledakan adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di seluruh dunia yang mendorong tingginya permintaan pusat data (data center) berperforma tinggi, sekaligus memicu eskalasi perang teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Proyeksi ini menandai revisi naik yang sangat tajam dari perkiraan bulan Desember lalu sebesar USD975,4 miliar, dan menjadi momen pertama kalinya nilai pasar cip dunia melampaui ambang batas satu triliun USD," demikian laporan World Semiconductor Trade Statistics (WSTS) dalam pernyataannya dikutip dari BigGo Finance, Kamis (3/6/2026).

Baca Juga: Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia

WSTS mengungkapkan pertumbuhan masif yang melampaui rekor tertinggi 42% pada 1995 ini didorong oleh investasi modal besar-besaran dari berbagai korporasi global. Fenomena tersebut sekaligus menandai pergeseran struktural industri semikonduktor, dari yang semula sangat bergantung pada siklus ekonomi naik-turun, kini beralih menjadi pertumbuhan linier yang digerakkan oleh kehadiran AI generatif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Rupiah Ambruk Parah,...
Rupiah Ambruk Parah, Pelaku Industri Susu Mulai Cemas
Rupiah Pagi Ini Ambruk...
Rupiah Pagi Ini Ambruk ke Rp17.885 per Dolar AS, Apa Pemicunya?
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Rekomendasi
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Setelah 18 Tahun Dee...
Setelah 18 Tahun Dee Lestari Akhirnya Rilis Album Lagi, Mendiang Suami Jadi Alasan
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
Berita Terkini
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved