Reksa Dana Pasar Uang Bisa Jadi Pilihan di Tengah Pemulihan Pasar Keuangan

Selasa, 03 Juni 2025 - 12:02 WIB
loading...
Reksa Dana Pasar Uang...
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) menjadi solusi strategis bagi investor yang mengedepankan fleksibilitas dan kehati-hatian. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren penguatan seiring meredanya ketegangan dagang global, terutama antara AS, Tiongkok dan mitra dagangnya. Aliran dana asing kembali membanjiri pasar modal Indonesia, membuka peluang bagi investor untuk menyusun ulang strategi portofolio dengan mempertimbangkan likuiditas dan kestabilan.

Chief Investment Officer PT Insight Investments Management (PT IIM), Camar Remoa, menjelaskan bahwa Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) menjadi solusi strategis bagi investor yang mengedepankan fleksibilitas dan kehati-hatian. "RDPU penting bagi investor yang ingin menjaga likuiditas tanpa mengorbankan potensi imbal hasil," ujarnya, Selasa (3/6).

Menurut Camar, RDPU dapat berfungsi sebagai tempat parkir dana sementara sebelum dialihkan ke aset yang lebih agresif seperti saham atau obligasi, sambil menunggu arah pasar yang lebih jelas. Diversifikasi portofolio juga menjadi kunci menjaga daya tahan investasi di tengah pemulihan global yang belum merata.

Baca Juga: Perekonomian China dalam Pusaran Krisis Terbesar sejak Dua Dekade Terakhir

RDPU efektif mendukung pengelolaan kas bagi investor individu maupun institusi yang mengutamakan likuiditas dan fleksibilitas. Camar merekomendasikan strategi staggered entry atau masuk bertahap agar investor tetap responsif terhadap dinamika pasar.

Bank Indonesia pada 20–21 Mei 2025 menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%, yang turut mendorong penguatan pasar saham. Seiring itu, sebagian investor mulai melakukan take profit, dan dana hasil profit-taking ini dapat ditempatkan sementara di RDPU.

Meski demikian, ketidakpastian global masih ada, seperti kebijakan tarif resiprokal antara Amerika Serikat dan mitranya yang tengah dalam masa penangguhan 90 hari, serta potensi koreksi IHSG setelah penguatan sekitar 7% sepanjang Mei.

Di tengah situasi ini, RDPU menawarkan fleksibilitas dan likuiditas yang memungkinkan investor menunggu momentum koreksi pasar dan masuk kembali secara bertahap dengan manajemen risiko lebih baik.

Salah satu produk unggulan PT IIM adalah Reksa Dana Insight Retail Cash Fund (I-Retail Cash), yang secara konsisten menunjukkan kinerja stabil dan imbal hasil kompetitif. Produk ini berinvestasi pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan obligasi jangka pendek.

"I-Retail Cash dirancang untuk investor yang mengutamakan likuiditas dan kestabilan hasil. Dalam kondisi pasar yang membaik, RDPU tetap menjadi bagian penting dari strategi portofolio jangka pendek dan menengah," kata Camar.

Baca Juga: Taksi Listrik China Ganti Baterai hanya Butuh Waktu Kurang dari 2 Menit

Selain menawarkan kemudahan akses dan nilai investasi awal terjangkau, PT IIM juga menempatkan nilai sosial dalam produk investasinya. PT IIM berkomitmen pada prinsip keberlanjutan dan dampak sosial positif, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

PT IIM mengelola lebih dari 50 produk reksa dana yang mendukung program CSR di bidang pendidikan, sosial, lingkungan, dan keagamaan. Dana CSR disisihkan dari management fee tanpa mengurangi nilai investasi atau potensi imbal hasil.

Reksa Dana I-Retail Cash turut berkontribusi pada bidang pendidikan melalui kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE), memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi. Program ini mendukung SDG 4, yakni Pendidikan Berkualitas dan menciptakan nilai sosial dengan rasio perubahan sosial 1:2,24 kali lipat dari total donasi.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Investasi Semakin Mudah,...
Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Reksa Dana di Super Apps BRImo
Reksa Dana Bursa Emas...
Reksa Dana Bursa Emas Syariah Pertama di Indonesia
Rekomendasi
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
NASA Temukan Gua Kuno...
NASA Temukan Gua Kuno di Bulan, Bisa Jadi Tempat Tinggal Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved