Bahlil Ajak Anak Muda Ambil Jurusan Energi, Ada 3.764 Jenis Lapangan Kerja
Selasa, 03 Juni 2025 - 16:37 WIB
loading...
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengajak generasi muda, untuk mulai mempertimbangkan jurusan di bidang energi, lantaran ada 3.764 jenis lapangan pekerjaan pada sektor energi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengajak generasi muda, untuk mulai mempertimbangkan jurusan di bidang energi, jangan melulu jurusan sosial. Menurutnya, ada ribuan lapangan pekerjaan yang tersedia di sektor tersebut.
Bahlil mengatakan, saat ini terdapat 3.764 jenis lapangan pekerjaan di sektor energi , dengan 79% berada di sektor ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE), 14% di sektor migas, dan 7% di sektor geologi dan mineral batubara.
Ia menyebut, bahwa dunia kerja terutama sektor energi sekarang ini menuntut keahlian dan profesionalisme, tidak cukup hanya bermodalkan kemampuan berpidato atau menjadi aktivis seperti zaman dahulu. Baca Juga: 2 MoU Indonesia-China Berpotensi Gaet Investasi Rp81,5 T dan Buka 15 Ribu Lapangan Kerja
"Kalau dulu cukup kita jadi aktivis, bisa pidato, bisa olah-olah dapat pekerjaan. Kalau sekarang nggak bisa. Dunia sudah berubah. Sudah harus profesional. Kalau generasi saya itu generasi olah-olah. Sekarang sudah nggak bisa," tegasnya dalam acara Human Capital Summit 2025 yang digelar di JCC, Senayan, Selasa (3/6/2025).
Bahlil menegaskan, bahwa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus menciptakan peluang kerja melalui inovasi dan kolaborasi dengan dunia usaha. Ia pun meminta agar dunia usaha juga bisa mendukung agar ekosistem industri energi bisa berjalan seirama.
"Kita menciptakan peluangnya, tapi teman-teman di dunia usaha juga tolong men-upgrade. Anak-anak muda atau yang mau dapat peluang pekerjaan harus punya keahlian di bidang energi agar kita bisa tune semuanya," katanya.
Lebih lanjut, Bahlil meminta peran aktif dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dan SKK Migas untuk melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan industri energi. Menurutnya, hal ini penting agar tidak terjadi ketimpangan dan masyarakat daerah bisa merasakan manfaat langsung dari pembangunan.
Baca Juga: Ketua DPR Desak Pemerintah Hadir: Jangan Biarkan Korban PHK Berjuang Sendiri
"Jangan konsesinya dikasih aja, lapangan pekerjaan disuruh dari tempat lain. Nanti melahirkan ketimpangan. Negara punya tujuan berhasil, pengusaha dapat untung, masyarakat daerah juga dihargai," tegasnya.
Bahlil mengatakan, saat ini terdapat 3.764 jenis lapangan pekerjaan di sektor energi , dengan 79% berada di sektor ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE), 14% di sektor migas, dan 7% di sektor geologi dan mineral batubara.
Ia menyebut, bahwa dunia kerja terutama sektor energi sekarang ini menuntut keahlian dan profesionalisme, tidak cukup hanya bermodalkan kemampuan berpidato atau menjadi aktivis seperti zaman dahulu. Baca Juga: 2 MoU Indonesia-China Berpotensi Gaet Investasi Rp81,5 T dan Buka 15 Ribu Lapangan Kerja
"Kalau dulu cukup kita jadi aktivis, bisa pidato, bisa olah-olah dapat pekerjaan. Kalau sekarang nggak bisa. Dunia sudah berubah. Sudah harus profesional. Kalau generasi saya itu generasi olah-olah. Sekarang sudah nggak bisa," tegasnya dalam acara Human Capital Summit 2025 yang digelar di JCC, Senayan, Selasa (3/6/2025).
Bahlil menegaskan, bahwa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus menciptakan peluang kerja melalui inovasi dan kolaborasi dengan dunia usaha. Ia pun meminta agar dunia usaha juga bisa mendukung agar ekosistem industri energi bisa berjalan seirama.
"Kita menciptakan peluangnya, tapi teman-teman di dunia usaha juga tolong men-upgrade. Anak-anak muda atau yang mau dapat peluang pekerjaan harus punya keahlian di bidang energi agar kita bisa tune semuanya," katanya.
Lebih lanjut, Bahlil meminta peran aktif dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dan SKK Migas untuk melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan industri energi. Menurutnya, hal ini penting agar tidak terjadi ketimpangan dan masyarakat daerah bisa merasakan manfaat langsung dari pembangunan.
Baca Juga: Ketua DPR Desak Pemerintah Hadir: Jangan Biarkan Korban PHK Berjuang Sendiri
"Jangan konsesinya dikasih aja, lapangan pekerjaan disuruh dari tempat lain. Nanti melahirkan ketimpangan. Negara punya tujuan berhasil, pengusaha dapat untung, masyarakat daerah juga dihargai," tegasnya.
(akr)
Lihat Juga :