Bahayakan Konsumen, Usaha Depot Air Isi Ulang Perlu Dievaluasi
Rabu, 04 Juni 2025 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Depot Air Minum di Bekasi Catatkan Kenaikan Omzet, Sepakat Bagi-bagi Keuntungan
Felicia menambahkan, hal ini bukan hanya soal pelanggaran administratif, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat untuk mengakses air minum yang aman dan layak. Menurutnya, sebagian besar depot yang dikunjungi memajang sertifikat uji laboratorium yang sudah kedaluwarsa, padahal Permenkes No. 17 Tahun 2024 mewajibkan pengujian mikrobiologi dilakukan setiap bulan.
Kondisi fisik depot juga memprihatinkan. Tim yayasan menemukan lantai tergenang air, ventilasi buruk, langit-langit berjamur, dan tidak adanya tempat sampah tertutup. Beberapa operator bahkan ditemukan bekerja dalam kondisi tidak higienis, seperti kuku kotor, pakaian lusuh, hingga merokok di area pengisian.
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Kebijakan Yayasan Jiva Svastha Nusantara, Surya Putra, menegaskan bahwa lembaganya tidak sedang mencari pihak untuk disalahkan. Namun ketika pelaku usaha tetap tidak berubah meski sudah diberikan edukasi, maka penegakan regulasi harus ditegakkan secara serius.
Surya juga mengungkapkan adanya laporan dari warga yang menemukan jentik nyamuk dalam air galon yang baru dibeli. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa persoalan sanitasi depot bukan hanya soal bakteri, tetapi juga lingkungan depot yang kotor dan lembap, yang bisa menjadi sumber penyakit seperti demam berdarah dan diare.
Felicia menambahkan, hal ini bukan hanya soal pelanggaran administratif, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat untuk mengakses air minum yang aman dan layak. Menurutnya, sebagian besar depot yang dikunjungi memajang sertifikat uji laboratorium yang sudah kedaluwarsa, padahal Permenkes No. 17 Tahun 2024 mewajibkan pengujian mikrobiologi dilakukan setiap bulan.
Kondisi fisik depot juga memprihatinkan. Tim yayasan menemukan lantai tergenang air, ventilasi buruk, langit-langit berjamur, dan tidak adanya tempat sampah tertutup. Beberapa operator bahkan ditemukan bekerja dalam kondisi tidak higienis, seperti kuku kotor, pakaian lusuh, hingga merokok di area pengisian.
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Kebijakan Yayasan Jiva Svastha Nusantara, Surya Putra, menegaskan bahwa lembaganya tidak sedang mencari pihak untuk disalahkan. Namun ketika pelaku usaha tetap tidak berubah meski sudah diberikan edukasi, maka penegakan regulasi harus ditegakkan secara serius.
Surya juga mengungkapkan adanya laporan dari warga yang menemukan jentik nyamuk dalam air galon yang baru dibeli. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa persoalan sanitasi depot bukan hanya soal bakteri, tetapi juga lingkungan depot yang kotor dan lembap, yang bisa menjadi sumber penyakit seperti demam berdarah dan diare.
Lihat Juga :