Trump Singgung Sosok Xi Jinping: 'Orangnya Sangat Keras dan Sulit Dihadapi'
Kamis, 05 Juni 2025 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Ketegangan ini juga beriringan dengan perkembangan diskusi kelompok BRICS, yang semakin intensif membahas upaya memperkuat perdagangan di luar pengaruh negara-negara Barat. Ketidakpastian aturan perdagangan global ini menambah tekanan pada sistem keuangan global dan memengaruhi sentimen investor di berbagai sektor.
Sejarah ketegangan perdagangan antara Trump dan Xi sebenarnya sudah berlangsung sejak masa kepresidenan Trump yang pertama. Meskipun pernah tercapai kesepakatan dagang tahap pertama yang sempat meredakan ketegangan, pernyataan terbaru Trump menunjukkan bahwa perselisihan antara kedua negara masih jauh dari selesai.
Sejumlah analis menilai, jika ketegangan ini terus berlanjut dampaknya akan sangat besar terhadap perdagangan global. Ketidakpastian hukum dan kebijakan dapat mengganggu perencanaan rantai pasok dan operasional bisnis internasional.
Diskusi BRICS yang sedang berlangsung juga mencerminkan upaya negara-negara anggota untuk membangun hubungan ekonomi baru sebagai antisipasi atas perubahan dalam hubungan dagang AS-China. Hal ini juga terkait dengan potensi pergeseran penggunaan dolar AS sebagai mata uang utama dalam perdagangan internasional.
Baca Juga: 8 Negara Penyokong Dana Israel Terbesar, 2 Ada di Asia
Sejarah ketegangan perdagangan antara Trump dan Xi sebenarnya sudah berlangsung sejak masa kepresidenan Trump yang pertama. Meskipun pernah tercapai kesepakatan dagang tahap pertama yang sempat meredakan ketegangan, pernyataan terbaru Trump menunjukkan bahwa perselisihan antara kedua negara masih jauh dari selesai.
Sejumlah analis menilai, jika ketegangan ini terus berlanjut dampaknya akan sangat besar terhadap perdagangan global. Ketidakpastian hukum dan kebijakan dapat mengganggu perencanaan rantai pasok dan operasional bisnis internasional.
Diskusi BRICS yang sedang berlangsung juga mencerminkan upaya negara-negara anggota untuk membangun hubungan ekonomi baru sebagai antisipasi atas perubahan dalam hubungan dagang AS-China. Hal ini juga terkait dengan potensi pergeseran penggunaan dolar AS sebagai mata uang utama dalam perdagangan internasional.
Baca Juga: 8 Negara Penyokong Dana Israel Terbesar, 2 Ada di Asia
Lihat Juga :