Duel Ekonomi BRICS vs G7, Siapa yang Paling Kaya di 2025?

Kamis, 05 Juni 2025 - 14:54 WIB
loading...
Duel Ekonomi BRICS vs...
Aliansi BRICS dan G7 kini sedang bersaing ketat dalam menguasai dunia moneter dan mempengaruhi kebijakan perdagangan global demi keuntungan masing-masing. FOTO/11onze.cat
A A A
JAKARTA - Aliansi BRICS dan G7 kini sedang bersaing ketat dalam menguasai dunia moneter dan mempengaruhi kebijakan perdagangan global demi keuntungan masing-masing. Kedua blok ini menjadi kekuatan besar yang saling berhadapan di panggung ekonomi internasional, menantang tatanan keuangan global yang selama ini didominasi oleh negara-negara Barat.

BRICS, yang kini beranggotakan 10 negara yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Indonesia, dan Iran, memiliki populasi sekitar 3,5 hingga 4 miliar jiwa atau 40-45% dari total penduduk dunia. Dilansir dari Watcher Guru, kekuatan utama aliansi ini terletak pada sumber daya alam yang melimpah, dominasi di sektor energi, pertumbuhan kelas menengah yang pesat, serta potensi ekonomi yang besar.

Baca Juga: Amerika Desak India Tinggalkan BRICS: 'Berbisnislah dengan AS'

Sementara, G7 terdiri dari tujuh negara maju yaitu Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris, dengan populasi sekitar 800 juta jiwa atau sekitar 10% dari dunia. Kekuatan G7 lebih banyak pada kekayaan finansial, pengendalian lembaga keuangan global, pengaruh keuangan yang luas, serta supremasi teknologi dan inovasi.

Dari segi ekonomi, pada 2025 BRICS diperkirakan memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) nominal sekitar USD30 hingga USD32 triliun dan PDB berdasarkan Paritas Daya Beli (PPP) mencapai USD60 hingga USD65 triliun. Pangsa BRICS terhadap PDB global diperkirakan mencapai 30% secara nominal dan 35% berdasarkan PPP.

Sebaliknya, G7 memiliki PDB nominal yang lebih besar, yaitu sekitar USD45 hingga USD 50 triliun USD, dengan PDB PPP sekitar USD45 hingga USD47 triliun. Pangsa pasar G7 terhadap PDB global mencapai 45% secara nominal dan 30% berdasarkan PPP.

Melihat data tersebut, secara kekayaan tradisional dan pengaruh finansial, G7 masih berada di posisi teratas. Blok Barat ini menguasai lembaga keuangan dunia yang bernilai triliunan dolar setiap hari, memiliki kekayaan per kapita yang jauh lebih tinggi, serta pengaruh geopolitik yang kuat di berbagai belahan dunia.

Namun, BRICS menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan mulai mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan ekonomi baru. Meski belum mampu menyaingi kekayaan per kapita G7, BRICS memiliki keunggulan populasi besar dan sumber daya alam yang strategis, yang menjadi modal penting dalam jangka panjang.

Perbedaan kebijakan dan kepentingan di antara anggota BRICS menjadi tantangan tersendiri dalam memperkuat aliansi ini. Sementara G7 dikenal sebagai blok yang sangat erat dan memiliki koordinasi yang solid dalam mengambil keputusan ekonomi dan politik.

Ke depan, persaingan BRICS dan G7 akan menentukan arah tatanan keuangan global, apakah tetap didominasi oleh negara-negara Barat atau bergeser ke kekuatan ekonomi emerging yang semakin berkembang di Timur dan Selatan.

Baca Juga: Donald Trump Larang Warga dari 12 Negara Masuk AS, Ini Daftarnya

Dalam konteks ini, penting bagi Indonesia sebagai anggota BRICS untuk terus memperkuat posisi dan kontribusinya dalam aliansi tersebut, sekaligus menjaga hubungan strategis dengan negara-negara G7 demi keseimbangan dan stabilitas ekonomi global.

Dinamika yang terus berubah, siapa yang lebih kaya di tahun 2025 bukan hanya soal angka PDB, tetapi juga pengaruh politik, inovasi teknologi, dan kemampuan beradaptasi dengan tantangan global.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Rekomendasi
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Berita Terkini
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved