Ramalan OECD Soal Kejatuhan Ekonomi Besar Dunia, Siapa Saja?
Kamis, 05 Juni 2025 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Termasuk di dalamnya adalah pajak 10% secara keseluruhan pada semua barang impor, sedangkan untuk barang dari China, Meksiko, Kanada, dan negara-negara anggota UE (Uni Eropa) mendapatkan tarif lebih tinggi dengan alasan adanya ketidakseimbangan perdagangan.
Beberapa bea masuk tersebut telah dihentikan sementara untuk memberikan waktu buat negosiasi. Sementara itu Trump memberikan pembelaan bahwa strategi ini sebagai cara untuk mengembalikan lapangan pekerjaan ke AS dan mengurangi defisit perdagangan negara tersebut.
OECD memproyeksikan inflasi AS bakal meningkat hampir 4% di akhir 2025 dan tetap melampaui target 2% Federal Reserve hingga 2026 – dengan kemungkinan adanya penundaan pemotongan suku bunga hingga tahun depan. Ini juga menyoroti penyusutan dalam pertumbuhan PDB riil di tengah meningkatnya ekspektasi inflasi.
Kepala ekonom OECD, Alvaro Pereira memberikan desakan kepada pemerintah untuk mencapai kesepakatan guna mengurangi hambatan perdagangan, mengingat konsekuensi serius jika mereka gagal. "Jika tidak, dampak pertumbuhannya akan cukup signifikan," katanya.
Selain itu Ia juga menambahkan, "Ini akan memiliki dampak besar bagi semua orang." Menurut laporan tersebut, pertumbuhan global diproyeksikan mencapai 2,9% pada tahun 2025 dan 2026 – di bawah laju di atas 3% yang terlihat setiap tahun sejak penurunan akibat pandemi pada tahun 2020.
Beberapa bea masuk tersebut telah dihentikan sementara untuk memberikan waktu buat negosiasi. Sementara itu Trump memberikan pembelaan bahwa strategi ini sebagai cara untuk mengembalikan lapangan pekerjaan ke AS dan mengurangi defisit perdagangan negara tersebut.
OECD memproyeksikan inflasi AS bakal meningkat hampir 4% di akhir 2025 dan tetap melampaui target 2% Federal Reserve hingga 2026 – dengan kemungkinan adanya penundaan pemotongan suku bunga hingga tahun depan. Ini juga menyoroti penyusutan dalam pertumbuhan PDB riil di tengah meningkatnya ekspektasi inflasi.
Kepala ekonom OECD, Alvaro Pereira memberikan desakan kepada pemerintah untuk mencapai kesepakatan guna mengurangi hambatan perdagangan, mengingat konsekuensi serius jika mereka gagal. "Jika tidak, dampak pertumbuhannya akan cukup signifikan," katanya.
Selain itu Ia juga menambahkan, "Ini akan memiliki dampak besar bagi semua orang." Menurut laporan tersebut, pertumbuhan global diproyeksikan mencapai 2,9% pada tahun 2025 dan 2026 – di bawah laju di atas 3% yang terlihat setiap tahun sejak penurunan akibat pandemi pada tahun 2020.
Lihat Juga :