Bandara Taif Jadi Alternatif Pintu Masuk Baru Jemaah Haji dan Umrah Indonesia

Senin, 09 Juni 2025 - 15:18 WIB
loading...
Bandara Taif Jadi Alternatif...
Jemaah haji kloter pertama Embarkasi Palembang berangkat menuju Madinah dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu (3/5). FOTO/Mushaful Imam
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan Bandara Internasional Taif di Arab Saudi secara teknis siap digunakan sebagai alternatif pintu masuk bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan antara Anggota Amirul Hajj Indonesia 2025 dengan otoritas Bandara Taif di Makkah.

Pertemuan tersebut membahas kemungkinan pemanfaatan Bandara Taif untuk mendistribusikan arus kedatangan jemaah haji dan umrah. Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi kepadatan di bandara utama seperti Jeddah dan Madinah sekaligus memberikan alternatif jalur yang lebih efisien menuju Makkah.

"Bandara Taif akan menjadi alternatif bandara haji dan umrah selain Jeddah dan Madinah untuk mengurangi kepadatan. Apalagi, jarak dari Bandara Taif ke Makkah tidak terlalu jauh, hanya sekitar 70 kilometer," ujar Menhub Dudy dalam keterangan resmi, Senin (9/6).

Baca Juga: Berapa Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji? Ternyata Tembus Rp248,2 Triliun Per Tahun

Menurut Menhub, pada musim haji tahun ini Bandara Taif sudah mulai digunakan untuk pertama kalinya oleh jamaah haji khusus asal Indonesia. Sebanyak 44 jamaah haji khusus tiba di Bandara Taif pada Rabu, 28 Mei 2025. "Kedatangan jamaah di Bandara Taif ini menjadi catatan penting dalam upaya diversifikasi jalur masuk jemaah haji ke Arab Saudi," tambahnya.

Diversifikasi jalur ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kelancaran perjalanan jemaah haji dan umrah Indonesia dengan mengurangi tekanan pada bandara-bandara utama yang selama ini menjadi titik kedatangan utama.

Selain itu, penggunaan Bandara Taif diharapkan dapat mempercepat proses distribusi jemaah menuju Makkah dan Madinah sehingga mengurangi waktu perjalanan darat yang selama ini cukup lama dan melelahkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Davina Karamoy Penuhi...
Davina Karamoy Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Rekomendasi
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Rahasia Emblem Emas...
Rahasia Emblem Emas Harry Kane di Jersey Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved