S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara

Rabu, 08 Juli 2026 - 19:39 WIB
loading...
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantauan untuk evaluasi klasifikasi pasar pada 2027. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) berupaya mempertahankan status pasar saham Indonesia sebagai emerging market setelah S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantauan untuk evaluasi klasifikasi pasar pada 2027. Langkah tersebut memicu tekanan di pasar saham domestik yang tercermin dari pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini.

"Sejauh ini, tadi pagi saya cek, kami masih menunggu jawaban dari mereka. Jadi kami sudah kontak, cuma masih menunggu jawaban dari S&P," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984

BEI saat ini menjalin komunikasi intensif dengan S&P DJI guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait penempatan Indonesia dalam watchlist yang berpotensi mengarah pada penurunan status dari emerging market menjadi frontier market. Selain dengan S&P DJI, komunikasi serupa juga rutin dilakukan bersama penyedia indeks global lainnya, seperti MSCI dan FTSE Russell, sebagai bagian dari evaluasi berkala terhadap kualitas pasar modal Indonesia.

Sejalan dengan proses tersebut, BEI terus melaksanakan berbagai reformasi pasar modal untuk meningkatkan tata kelola dan transparansi. Sejumlah kebijakan yang telah diterapkan antara lain peningkatan ketentuan kepemilikan saham publik (free float) minimum serta pengungkapan emiten dengan tingkat konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi.

Irvan mengatakan hasil dari sejumlah kebijakan tersebut memang belum dapat terlihat dalam waktu singkat. Menurut dia, implementasi aturan baru, termasuk pemenuhan target free float, membutuhkan waktu sekitar satu hingga tiga tahun agar dampaknya terhadap kualitas pasar dapat terukur.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gugurkan Tren Penguatan,...
Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Rekomendasi
Bentley Siap Luncurkan...
Bentley Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya September Tahun Ini
IRRA 2026 Usung Semangat...
IRRA 2026 Usung Semangat Rally Dakar, Targetkan 100 Kendaraan
BPOM di Surabaya Percepat...
BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services
Berita Terkini
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved