Long Weekend Iduladha: Diskon Melimpah, Tapi Hotel Masih Sepi Pengunjung

Senin, 09 Juni 2025 - 20:04 WIB
loading...
Long Weekend Iduladha:...
Libur panjang Iduladha 2025 yang disertai berbagai insentif perjalanan ternyata tidak berdampak signifikan terhadap okupansi hotel di Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Libur panjang Iduladha 2025 yang disertai berbagai insentif perjalanan ternyata tidak berdampak signifikan terhadap okupansi hotel di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengungkapkan, tingkat hunian hotel selama periode liburan tersebut hanya berkisar 50% tidak berbeda dari hari biasa.

"Kondisi long weekend Iduladha ini tidak menunjukkan lonjakan seperti high season. Okupansi tetap normal," ujar Maulana saat dihubungi SindoNews, Senin (9/6).

Baca Juga: Breaking News: Ekonomi Indonesia Cuma Tumbuh 4,87% di Kuartal I-2025

Dibandingkan dengan Iduladha 2024, okupansi hotel tahun ini justru menurun. PHRI mencatat, tahun lalu tingkat hunian mencapai 70-80%. "Harusnya long weekend seperti ini bisa mencapai 80%, tapi tahun ini hanya sekitar 50%," ujarnya.

Maulana mengatakan, penurunan ini dipengaruhi banyaknya momen long weekend sebelumnya. Masyarakat mungkin telah menghabiskan anggaran liburan di waktu lain.

"Tidak setiap long weekend orang melakukan perjalanan. Mereka perlu mengatur pengeluaran," jelasnya.

Pemerintah sebenarnya telah memberikan berbagai stimulus untuk mendorong pergerakan ekonomi selama Iduladha 2025. Salah satunya adalah diskon tarif transportasi dan tol.

Untuk kereta api, diberikan diskon 30% pada 3,5 juta kursi dengan anggaran Rp300 miliar. Sektor penerbangan mendapat insentif PPN-DTP 6% untuk 6 juta penumpang, senilai Rp430 miliar.

Baca Juga: Geger Pesta Gay di Hotel Setiabudi Jaksel, 9 Orang Ditangkap

Diskon diberikan di sektor kelautan, untuk 923.113 penumpang kapal, termasuk kapal perintis. Sementara, penyeberangan menyediakan potongan harga untuk 506.830 penumpang dan 1,1 juta kendaraan. Total stimulus kedua sektor ini mencapai Rp210 miliar.

Pemerintah juga memberikan diskon tarif tol 20% di 33 ruas jalan tol. Kebijakan ini berlaku selama 10 hari, mencakup libur Iduladha (6-9 Juni), awal libur sekolah 27-29 Juni, dan akhir libur sekolah 11-13 Juli.

Namun, stimulus tersebut tampaknya belum cukup mendongkrak minat masyarakat untuk menginap di hotel. Maulana menilai, masyarakat mungkin lebih memilih perjalanan singkat atau menghemat pengeluaran. "Faktor banyaknya long weekend sebelumnya juga membuat orang lebih selektif merencanakan liburan," tambahnya.

PHRI berharap, pemerintah dan pelaku industri dapat mengevaluasi strategi pemasaran dan kebijakan insentif agar lebih efektif mendorong kunjungan wisatawan di masa mendatang.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1,3 Juta Tiket Kereta...
1,3 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual saat Libur Panjang hingga 1 Juni 2026
Belanja Akhir Pekan...
Belanja Akhir Pekan Lebih Hemat, BRI Hadirkan Promo Diskon Rp100.000 di Tokopedia
Libur Panjang Iduladha,...
Libur Panjang Iduladha, Kendaraan Keluar Jabotabek Melonjak 19%
1,09 Juta Kendaraan...
1,09 Juta Kendaraan Diprediksi Keluar Jabotabek pada Libur Iduladha 2026
Bursa Saham Merana Jelang...
Bursa Saham Merana Jelang Iduladha, IHSG Ditutup Longsor 1,23% ke 6.130
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, 334.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Libur Panjang Dongkrak...
Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Mal, APPBI Optimistis Sektor Ritel Tetap Bergairah
Kurban dan Pembangunan
Kurban dan Pembangunan
50.342 Kendaraan dari...
50.342 Kendaraan dari Arah Trans Jawa Kembali ke Jakarta
Rekomendasi
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Breaking News! Silmy...
Breaking News! Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Berita Terkini
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved