MINE Gelar RUPS Perdana Usai IPO, Fokus Ekspansi dan Penguatan Kapasitas Operasional
Selasa, 10 Juni 2025 - 16:06 WIB
loading...
RUPST PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM, perusahaan jasa penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, menandai babak baru pasca penawaran perdana saham (IPO) dengan menegaskan fokus strategi bisnis pada diversifikasi portofolio, optimalisasi dana hasil IPO, dan ekspansi proyek strategis. Hal ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perdana perseroan.
Direktur Utama Sinar Terang Mandiri, Ivo Wangarry, mengungkapkan dari total dana bersih hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp129,6 miliar setelah dikurangi biaya emisi, perseroan telah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp14 miliar untuk pembelian aset tetap berupa tanah dan bangunan.
Adapun sisa dana sebesar Rp115,6 miliar saat ini ditempatkan dalam bentuk giro di Bank Mandiri sebagai langkah strategis untuk menjaga likuiditas dan fleksibilitas finansial dalam mendukung rencana ekspansi jangka menengah hingga panjang.
"Pengelolaan dana IPO kami fokuskan pada penguatan fundamental jangka panjang. Investasi aset tetap dan penempatan dana yang prudent adalah langkah awal kami dalam membangun struktur modal yang kokoh," ungkap Ivo dalam keterangan resminya, Selasa (10/6).
Baca Juga: 30 Korporasi Antre IPO di BEI, Didominasi Aset Skala Menengah
Dalam RUPST perdana ini, para pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp306,5 miliar, dengan rincian disisihkan sebagai dana cadangan dan laba ditahan.
Direktur Utama Sinar Terang Mandiri, Ivo Wangarry, mengungkapkan dari total dana bersih hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp129,6 miliar setelah dikurangi biaya emisi, perseroan telah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp14 miliar untuk pembelian aset tetap berupa tanah dan bangunan.
Adapun sisa dana sebesar Rp115,6 miliar saat ini ditempatkan dalam bentuk giro di Bank Mandiri sebagai langkah strategis untuk menjaga likuiditas dan fleksibilitas finansial dalam mendukung rencana ekspansi jangka menengah hingga panjang.
"Pengelolaan dana IPO kami fokuskan pada penguatan fundamental jangka panjang. Investasi aset tetap dan penempatan dana yang prudent adalah langkah awal kami dalam membangun struktur modal yang kokoh," ungkap Ivo dalam keterangan resminya, Selasa (10/6).
Baca Juga: 30 Korporasi Antre IPO di BEI, Didominasi Aset Skala Menengah
Dalam RUPST perdana ini, para pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp306,5 miliar, dengan rincian disisihkan sebagai dana cadangan dan laba ditahan.
Lihat Juga :