UMKM Butuh Program Holistik dan Terintegrasi, Bukan Sekedar Jualan Online
Selasa, 10 Juni 2025 - 23:10 WIB
loading...
A
A
A
Setiap platform penjualan digital juga memiliki model bisnis dan kendala operasional yang berbeda, sehingga sulit merancang program pelatihan yang benar-benar komprehensif untuk mendukung semua tahapan perjalanan penjualan daring.
Sebelum berjualan secara daring, pengusaha UMKM juga perlu memiliki literasi keuangan dasar, konsistensi menjalankan usaha, dan kesiapan produk. Kemampuan memanfaatkan layanan keuangan digital juga semakin penting, seiring dengan terus meningkatnya transaksi digital dan penggunaan aplikasi perbankan, produk fintech, e-commerce, dan sosial media untuk usaha.
Hal ini menunjukkan perlunya topik pemanfaatan layanan keuangan dalam program, agar pelaku usaha mampu bersaing secara digital.
Founder dan Direktur DFS Lab, Jake Kendall menekankan, berjualan secara daring sangatlah kompetitif, dengan jutaan penjual yang bersaing. Menurut dia, ini merupakan langkah awal yang penting untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital. Namun kesuksesannya tidak hanya bergantung pada membuka toko, mengunggah foto, dan menulis keterangan yang menarik.
"Pelaku UMKM masih menghadapi tantangan seperti akses permodalan, pengelolaan keuangan, pengembangan dan produksi produk, serta pemasaran melampaui platform digital,” ujar Jake Kendall, Senin (9/6/2025).
Untuk mendorong percepatan digitalisasi UMKM, lanjut dia, dibutuhkan pendekatan holistik dari persiapan perumusan program hingga pasca program. Oleh karena itu, DFS Lab dan Somia CX bersama-sama memahami lanskap program yang ada, mulai dari perancangan hingga perjalanan UMKM dalam memulai bisnis digital.
“Pengembangan program perlu dimulai dengan kolaborasi pemangku kepentingan dan kurasi peserta agar sesuai dengan tujuan dan kesiapan UMKM, didukung kajian kebutuhan dan celah potensi," ungkapannya.
Selain itu, penting juga melibatkan komunitas lokal, memberi insentif, menyampaikan manfaat pelatihan lewat studi kasus, serta menyediakan pelatihan yang aplikatif. "Evaluasi dan pendampingan pasca program sangat krusial untuk keberhasilan jangka panjang. Digitalisasi bukan tujuan akhir, melainkan awal dari proses pemberdayaan UMKM,” jelas Jake Kendall.
Senior Experience Design Consultant Somia CX, Nathaniel Orlandy mengatakan, banyak pelaku UMKM yang tidak mengetahui adanya program yang dapat memberikan manfaat sesuai kebutuhan mereka. Sementara yang lain kesulitan menemukan atau melanjutkan pelatihan yang pernah mereka ikuti.
Program Pemberdayaan yang Holistik
Program pemberdayaan dan pelatihan harus dirancang untuk mendukung UMKM dalam setiap tahapan pertumbuhan usaha, mulai dari tahap awal hingga tahap ekspansi. Program-program ini juga perlu bersifat inklusif dan disesuaikan dengan berbagai sektor usaha dan segmen peserta, seperti komunitas pedesaan, wirausaha perempuan, dan penyandang disabilitas.Sebelum berjualan secara daring, pengusaha UMKM juga perlu memiliki literasi keuangan dasar, konsistensi menjalankan usaha, dan kesiapan produk. Kemampuan memanfaatkan layanan keuangan digital juga semakin penting, seiring dengan terus meningkatnya transaksi digital dan penggunaan aplikasi perbankan, produk fintech, e-commerce, dan sosial media untuk usaha.
Hal ini menunjukkan perlunya topik pemanfaatan layanan keuangan dalam program, agar pelaku usaha mampu bersaing secara digital.
Founder dan Direktur DFS Lab, Jake Kendall menekankan, berjualan secara daring sangatlah kompetitif, dengan jutaan penjual yang bersaing. Menurut dia, ini merupakan langkah awal yang penting untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital. Namun kesuksesannya tidak hanya bergantung pada membuka toko, mengunggah foto, dan menulis keterangan yang menarik.
"Pelaku UMKM masih menghadapi tantangan seperti akses permodalan, pengelolaan keuangan, pengembangan dan produksi produk, serta pemasaran melampaui platform digital,” ujar Jake Kendall, Senin (9/6/2025).
Untuk mendorong percepatan digitalisasi UMKM, lanjut dia, dibutuhkan pendekatan holistik dari persiapan perumusan program hingga pasca program. Oleh karena itu, DFS Lab dan Somia CX bersama-sama memahami lanskap program yang ada, mulai dari perancangan hingga perjalanan UMKM dalam memulai bisnis digital.
“Pengembangan program perlu dimulai dengan kolaborasi pemangku kepentingan dan kurasi peserta agar sesuai dengan tujuan dan kesiapan UMKM, didukung kajian kebutuhan dan celah potensi," ungkapannya.
Selain itu, penting juga melibatkan komunitas lokal, memberi insentif, menyampaikan manfaat pelatihan lewat studi kasus, serta menyediakan pelatihan yang aplikatif. "Evaluasi dan pendampingan pasca program sangat krusial untuk keberhasilan jangka panjang. Digitalisasi bukan tujuan akhir, melainkan awal dari proses pemberdayaan UMKM,” jelas Jake Kendall.
Pendekatan Terstruktur dan Terkurasi
Tantangan lain yang ditemukan dalam studi ini adalah kurangnya koordinasi, akses informasi, dan kesinambungan antar program. Baca Juga: Digitalisasi: Game Changer Pengembangan UMKMSenior Experience Design Consultant Somia CX, Nathaniel Orlandy mengatakan, banyak pelaku UMKM yang tidak mengetahui adanya program yang dapat memberikan manfaat sesuai kebutuhan mereka. Sementara yang lain kesulitan menemukan atau melanjutkan pelatihan yang pernah mereka ikuti.
Lihat Juga :