Prabowo Cabut Izin Tambang Nikel, Akademisi: Jaga Ekosistem & Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Raja Ampat

Jum'at, 13 Juni 2025 - 07:53 WIB
loading...
Prabowo Cabut Izin Tambang...
Prabowo mencabut IU empat perusahaan di Raja Ampat, akademisi menilai menjadi sebuah langkah tepat karena eksploitasi tambang itu merubah alam dan memerlukan waktu yang lama untuk pemulihannya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Langkah tegas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) empat perusahaan di kawasan Geopark Raja Ampat , Papua Barat Daya, mendapat apresiasi dan respons positif dari berbagai kalangan, termasuk dari akademisi.Wakil Rektor IV Universitas Jakarta (UNIJA), Andi Muhammad Yuslim Patawari mengatakan, keputusan itu merupakan langkah krusial untuk melindungi kelestarian lingkungan, dan masa depan pariwisata di salah satu destinasi terbaik dunia tersebut.

“Eksploitasi tambang itu merubah alam dan memerlukan waktu yang lama untuk pemulihannya. Sedangkan Raja Ampat adalah karunia alam yang diberikan Tuhan, destinasi wisata harus dijaga kelestariannya,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Pria yang akrab disapa AYP ini juga menekankan, Raja Ampat yang berada di Papua Barat adalah titipan Tuhan yang penuh karunia dan menjadi berkah. Baca Juga: 4 Izin Tambang di Raja Ampat Resmi Dicabut, Bahlil Ungkap Daftarnya

“Kawasan ini menghasilkan devisa untuk pendapatan negara dan sumber penghasilan masyarakat yang berkelanjutan. Kami sangat mengapresiasi sikap tegas Presiden Prabowo dalam persoalan tambang di Raja Ampat,” ujar AYP dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga menyatakan, bahwa sikap tegas pemerintah ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang didukung oleh dunia usaha.

Diuraikannya, eksploitasi sumber daya alam di kawasan sensitif seperti Raja Ampat akan menimbulkan kerusakan masif yang sulit dipulihkan. Ia menegaskan bahwa menjaga Raja Ampat adalah prioritas karena nilainya jauh melampaui hasil tambang.

Meski mendukung penuh pencabutan izin tersebut, AYP yang juga merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo juga menyoroti aspek sosial yang perlu segera ditangani pemerintah. Ia mengingatkan agar nasib para pekerja yang terdampak dari penutupan aktivitas tambang ini dapat diperhatikan secara serius untuk mencegah timbulnya masalah sosial baru.

“Dengan penutupan tambang di Raja Ampat, pemerintah harus memperhatikan nasib para pekerja tambang agar mereka tetap mendapatkan mata pencaharian. Jangan sampai hal ini menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat,” tegas mantan Ketua DPP KNPI Pusat Periode 2011 – 2014 dan pemegang gelar Doktor dari Universitas Padjadjaran, Bandung ini.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan 4 Izin Usaha Tambang di Raja Ampat Dicabut

Sebelumnya, pemerintah secara resmi mengumumkan pencabutan IUP empat perusahaan tambang nikel yang beroperasi di pulau-pulau kecil di dalam wilayah Geopark Raja Ampat. Kebijakan penting ini diambil sebagai komitmen untuk menjaga ekosistem unik dan status Raja Ampat sebagai kawasan strategis pariwisata nasional dan warisan dunia.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Ketika Sampah Menjadi...
Ketika Sampah Menjadi Sumber Daya, Strategi Sirkular Lippo Karawaci
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
CIMB Niaga Gelar Sustainability...
CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: JPU Abaikan Sejumlah Laporan Pelapor dalam Dakwaan
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Berita Terkini
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi...
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, tapi Pertamax Tetap
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Infografis
Alasan RI Gabung BRICS,...
Alasan RI Gabung BRICS, Prabowo: Kita Mau Berada di Mana-mana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved