Pertamina Kantongi Pendapatan Rp1.194 Triliun, Setor ke Negara Rp401 Triliun

Jum'at, 13 Juni 2025 - 19:49 WIB
loading...
Pertamina Kantongi Pendapatan...
Pertamina mencatatkan kinerja positif sepanjang 2024. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyetor Rp401,8 triliun ke kas negara sepanjang 2024. Jumlah tersebut naik 11 persen dibandingkan setoran tahun sebelumnya yang mencapai Rp362 triliun. Peningkatan ini menjadi penanda kontribusi besar Pertamina bagi penerimaan negara, di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan bahwa tahun 2024 merupakan periode yang penuh dinamika. Tantangan mencakup kondisi geopolitik global, penurunan harga minyak dunia, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Pertamina mampu menghadapi dinamika tersebut dan tetap menjaga kinerja perusahaan tetap positif," ujar Simon dalam konferensi pers Highlight Kinerja PPertamina 2024 di Jakarta, Jumat (13/6).

Baca Juga: Prabowo Sentil BUMN Kerjanya Lambat dan Boros Anggaran

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menjelaskan bahwa setoran ke negara terdiri atas setoran pajak sebesar Rp275,7 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp116,7 triliun, dan dividen sebesar Rp9,4 triliun. "Di tengah pelemahan berbagai indikator makro, justru kontribusi ke negara meningkat signifikan,” ujarnya.

Pertamina mencatat pendapatan sebesar USD75,33 miliar atau sekitar Rp1.194 triliun. EBITDA mencapai USD10,79 miliar atau setara Rp171,04 triliun, dan laba bersih mencapai USD3,13 miliar atau Rp49,54 triliun.

Menurut Emma, kinerja positif ini ditopang oleh sinergi kuat antara holding dan subholding, serta dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. "Pertamina mampu menutup 2024 dengan kinerja yang solid, baik secara finansial maupun operasional," katanya.

Di sektor hulu, Pertamina berhasil mencatatkan produksi migas sebesar 1 juta barel setara minyak per hari. Angka ini mencakup 69 persen produksi minyak nasional dan 37 persen gas nasional, menjadikan Pertamina sebagai tulang punggung ketahanan energi Indonesia.

Sementara di sektor hilir, Pertamina mencatatkan kontribusi signifikan dalam produksi bahan bakar minyak (BBM). Produksi dari kilang dalam negeri telah memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan BBM nasional, serta 100 persen kebutuhan avtur dan solar.

VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, infrastruktur distribusi energi terus diperkuat. Saat ini Pertamina mengoperasikan lebih dari 15.000 titik penyalur BBM, 260.000 pangkalan LPG, 6.700 gerai Pertashop, serta 573 titik BBM Satu Harga.

Pertamina mengelola lebih dari 33.000 kilometer jaringan pipa serta sekitar 820.000 sambungan jaringan gas rumah tangga (jargas). Distribusi energi juga didukung oleh 288 kapal milik perusahaan.

Baca Juga: Profil Oki Muraza, Wakil Direktur Utama Pertamina yang Baru

Tak hanya itu, Pertamina juga terus berinovasi dalam energi terbarukan. Perusahaan mengelola 13 wilayah kerja panas bumi serta mengembangkan pembangkit listrik tenaga gas dan surya dengan total kapasitas 2.502 megawatt. Produk energi bersih seperti B35, HVO, Pertamax Green 95, dan Sustainable Aviation Fuel (SAF) juga terus dikembangkan.

"Pertamina menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, masyarakat, dan semua pihak yang menjadi mitra dan pelanggan setia. Kami berkomitmen terus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Fadjar.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Rekomendasi
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Sejarah! Cape Verde...
Sejarah! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Arab Saudi
Berita Terkini
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved