Antam Anggarkan Capex Rp7 Triliun Demi Emas dan Baterai Mobil Listrik
Sabtu, 14 Juni 2025 - 17:00 WIB
loading...
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menganggarkan belanja modal atau capex untuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan fasilitas emas. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD500 juta atau sekitar Rp7 triliun tahun ini.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTM, Arianto Sabtonugroho Rudjito menyampaikan bahwa anggaran belanja modal tahun ini difokuskan untuk investasi proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik atau EV battery, pembaharuan fasilitas logam mulia yang akan dibangun di Gresik, serta pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah.
Baca Juga: Iran Balas Serangan Israel, Harga Emas Antam Meroket Tembus Rp1.960.000
Rencana tersebut menjadi salah satu upaya perseroan memenuhi target produksi dan penjualan tahun ini. Di mana untuk bijih nikel perseroan menargetkan produksi sebesar 16,9 juta wet metrik ton (wmt) dan bauksit sebesar 3,5 juta wmt.
Sementara untuk penjualan emas, tahun lalu perseroan mencatatkan kenaikan signifikan yakni sebesar Rp57,56 triliun atau naik hingga 120 persen, dibandingkan tahun 2023 lalu yang sebesar Rp26,12 triliun.
“Alhamdulillah tren dari permintaan pasar berlanjut, sehingga target kami menyamai volume penjualan tahun lalu,” kata Arianto dalam konferensi pers di Hotel Borobudur Jakarta, dikutip Sabtu (14/6).
Untuk sumber dana capex tahun ini, Arianto menjelaskan bahwa perseroan saat ini tidak memiliki utang bank, sehingga posisi neraca keuangan Antam sangat kuat untuk menopang pertumbuhan ke depan.
“Itu sebabnya kami sedang menjajaki pendanaan dari perbankan untuk membiayai investasi tahun ini. Mudah-mudahan bisa diselesaikan dalam waktu dekat,” imbuh Arianto.
Baca Juga: Achmad Ardianto Didapuk Jadi Dirut Antam, Gantikan Nico Kanter
Adapun di 2024 lalu perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp69,19 triliun, naik dari tahun 2023 lalu yang sebesar Rp41,04 triliun. Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp3,64 triliun, naik dari sebelumnya sebesar Rp3,07 triliun.
Seiring dengan peningkatan laba, ANTM juga mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 3 persen menjadi Rp6,73 triliun dari sebelumnya Rp6,55 triliun. Laba kotor naik 3 persen menjadi Rp6,50 triliun, dan laba usaha meningkat 15 persen menjadi Rp3 triliun dari Rp2,62 triliun di 2023.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTM, Arianto Sabtonugroho Rudjito menyampaikan bahwa anggaran belanja modal tahun ini difokuskan untuk investasi proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik atau EV battery, pembaharuan fasilitas logam mulia yang akan dibangun di Gresik, serta pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah.
Baca Juga: Iran Balas Serangan Israel, Harga Emas Antam Meroket Tembus Rp1.960.000
Rencana tersebut menjadi salah satu upaya perseroan memenuhi target produksi dan penjualan tahun ini. Di mana untuk bijih nikel perseroan menargetkan produksi sebesar 16,9 juta wet metrik ton (wmt) dan bauksit sebesar 3,5 juta wmt.
Sementara untuk penjualan emas, tahun lalu perseroan mencatatkan kenaikan signifikan yakni sebesar Rp57,56 triliun atau naik hingga 120 persen, dibandingkan tahun 2023 lalu yang sebesar Rp26,12 triliun.
“Alhamdulillah tren dari permintaan pasar berlanjut, sehingga target kami menyamai volume penjualan tahun lalu,” kata Arianto dalam konferensi pers di Hotel Borobudur Jakarta, dikutip Sabtu (14/6).
Untuk sumber dana capex tahun ini, Arianto menjelaskan bahwa perseroan saat ini tidak memiliki utang bank, sehingga posisi neraca keuangan Antam sangat kuat untuk menopang pertumbuhan ke depan.
“Itu sebabnya kami sedang menjajaki pendanaan dari perbankan untuk membiayai investasi tahun ini. Mudah-mudahan bisa diselesaikan dalam waktu dekat,” imbuh Arianto.
Baca Juga: Achmad Ardianto Didapuk Jadi Dirut Antam, Gantikan Nico Kanter
Adapun di 2024 lalu perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp69,19 triliun, naik dari tahun 2023 lalu yang sebesar Rp41,04 triliun. Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp3,64 triliun, naik dari sebelumnya sebesar Rp3,07 triliun.
Seiring dengan peningkatan laba, ANTM juga mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 3 persen menjadi Rp6,73 triliun dari sebelumnya Rp6,55 triliun. Laba kotor naik 3 persen menjadi Rp6,50 triliun, dan laba usaha meningkat 15 persen menjadi Rp3 triliun dari Rp2,62 triliun di 2023.
(nng)
Lihat Juga :