Kementerian PU Ajak Perkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Swasembada Air 2025

Sabtu, 14 Juni 2025 - 17:44 WIB
loading...
Kementerian PU Ajak...
Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2025 di Jakarta International Convention Center. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan 100 persen air bersih 2045. Hal itu diperlukan untuk memastikan setiap warga negara memiliki hak mendapatkan air bersih.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti dalam forum tersebut mengatakan bahwa saat ini hanya 22 persen penduduk Indonesia yang mendapatkan pelayanan dari air minum perpipaan. Sedangkan lebih dari 70 persen lainnya mendapatkan sumber air langsung dari sungai, sumur bor, hingga air tanah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Diana mengatakan bahwa akses terhadap air bersih yang aman dan layak adalah hak dari setiap warga negara. Dia menegaskan bahwa urusan air ini tidak bisa hanya berbicara pada komoditas semata, melainkan berkaitan dengan kehidupan nan layak.

"Kami berharap semuanya menggunakan perpipaan, karena itu akan lebih aman," kata Diana dalam perhelatan Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2025 di Jakarta International Convention Center dikutip Sabtu (14/6).

Baca Juga: KPBU dalam Dinamika Pembiayaan Pembangunan

Diana menilai butuh kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan pelayanan air minum perpipaan hingga mampu menjangkau banyak masyarakat di Indonesia. Menurut dia, agenda IWWEF yang rutin berlangsung setiap tahunnya ini bisa menjadi wadah untuk mendukung kolaborasi itu, karena mempertemukan banyak pemangku kepentingan, investor, hingga perusahaan air minum di daerah-daerah.

Diana juga menyempatkan berkeliling di berbagai both dalam forum tersebut. Dia melakukan dialog dengan Direktur Utama PT. Tigalapan Investama Group, Titi Khoiriah sebuah perusahaan investasi air bersih. Dia menyampaikan diperlukan kerjasama solid untuk mencapai swasembada air.

Baca Juga: Gagas Proyek Pembangunan Air Bersih, Miss Indonesia Ungkap Antusias Warga

Titi mengakui pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan kemandirian air nasional melalui skema investasi berkelanjutan. Titi juga menyenyebut peluang investasi di sektor penyediaan air bersih, peningkatan infrastruktur PDAM, serta sinergi antara pemerintah daerah dan investor swasta masih perlu digalakkan.

"Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tapi juga komoditas strategis masa depan. Kolaborasi antara BUMD, swasta, dan regulator mutlak diperlukan untuk mewujudkan swasembada air nasional," tegas Titi Khoiriah.

Dia berharap momentum IWWEF tidak terhenti tanpa tidak lanjut. Dia menilai forum tersebut diharapkan menjadi pemantik kerjasama konkret antara pelaku industri air, investor, dan pemerintah daerah dalam membangun sistem air yang inklusif, berkelanjutan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. "Kita harus terus berkolaborasi dan semakin solid untuk mewujudkan swasembada air," pungkasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Kejar Tahun Ajaran Baru,...
Kejar Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat Tahap II Ditargetkan Fungsional Juli 2026
Perkuat Pasar, Aqua...
Perkuat Pasar, Aqua Komitmen Jaga Kualitas Air Pegunungan
Prabowo Kejar Swasembada...
Prabowo Kejar Swasembada Energi: Paling Lambat Akhir 2029
Pemerataan Energi Bersih...
Pemerataan Energi Bersih lewat 70 Ribu Jaringan Transmisi Pintar, Hashim Ajak Siap Hadapi Transisi Energi
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Rekomendasi
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
7 Tips Konten Review...
7 Tips Konten Review Produk agar Viral dan Dilirik Brand ala Dannisa Utami
Berita Terkini
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved