Naik 125%, Pertamina EP Catatkan Laba Rp7,9 Triliun di 2024
Kamis, 19 Juni 2025 - 10:46 WIB
loading...
Pertamina EP mengoperasikan 22 lapangan migas di 13 provinsi, dari Aceh hingga Papua. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina EP (PEP), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), mencatatkan laba bersih USD483 juta atau setara Rp7,9 triliun pada 2024. Angka ini melonjak 125% dibandingkan tahun sebelumnya berkat efisiensi operasi dan temuan cadangan baru.
Sepanjang 2024, Pertamina EP mengoperasikan 22 lapangan migas di 13 provinsi, dari Aceh hingga Papua. Produksi harian mencapai 65.482 barel minyak (BOPD) dan 809,4 juta kaki kubik gas (MMSCFD), setara 205.180 barel setara minyak per hari.
Baca Juga: Pertamina Kantongi Pendapatan Rp1.194 Triliun, Setor ke Negara Rp401 Triliun
Capaian ini didukung pengeboran 8 sumur eksplorasi dan 112 sumur pengembangan dengan prinsip tepat waktu, anggaran, jadwal, dan hasil. Perusahaan menemukan sumber daya 2C sebesar 222,86 juta barel setara minyak (MMBOE) dan cadangan terbukti (P1) 94,76 MMBOE. Salah satu pencapaian kunci adalah pengeboran sumur West Beluga di Sulawesi, menggunakan metode piling untuk efisiensi biaya.
Pertamina EP mempercepat digitalisasi operasi dan mengembangkan proyek Carbon Capture Storage/Utilization (CCS/CCUS) sebagai bagian komitmen ESG. "Kami beradaptasi dengan tantangan global melalui inovasi," ujar Plt. Direktur Utama PEP Muhamad Arifin, dalam keterangannya, Kamis (19/6).
Fitch Rating Indonesia memberi PEP peringkat AAA (sangat sehat), didukung rekor 33,2 juta jam kerja tanpa kecelakaan (zero fatality). Sebanyak 19 lapangan meraih penghargaan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup, termasuk 8 Emas untuk kinerja lingkungan terbaik.
Baca Juga: Profil Oki Muraza, Wakil Direktur Utama Pertamina yang Baru
Sementara, Direktur Eksplorasi PHE, Muharram J. Panguriseng, menyatakan apresiasi atas kinerja PEP dan mendorong optimalisasi biaya serta penerapan GCG yang ketat. Lompatan laba PEP menunjukkan ketahanan bisnis migas nasional di tengah gejolak harga energi dan transisi global.
Sepanjang 2024, Pertamina EP mengoperasikan 22 lapangan migas di 13 provinsi, dari Aceh hingga Papua. Produksi harian mencapai 65.482 barel minyak (BOPD) dan 809,4 juta kaki kubik gas (MMSCFD), setara 205.180 barel setara minyak per hari.
Baca Juga: Pertamina Kantongi Pendapatan Rp1.194 Triliun, Setor ke Negara Rp401 Triliun
Capaian ini didukung pengeboran 8 sumur eksplorasi dan 112 sumur pengembangan dengan prinsip tepat waktu, anggaran, jadwal, dan hasil. Perusahaan menemukan sumber daya 2C sebesar 222,86 juta barel setara minyak (MMBOE) dan cadangan terbukti (P1) 94,76 MMBOE. Salah satu pencapaian kunci adalah pengeboran sumur West Beluga di Sulawesi, menggunakan metode piling untuk efisiensi biaya.
Pertamina EP mempercepat digitalisasi operasi dan mengembangkan proyek Carbon Capture Storage/Utilization (CCS/CCUS) sebagai bagian komitmen ESG. "Kami beradaptasi dengan tantangan global melalui inovasi," ujar Plt. Direktur Utama PEP Muhamad Arifin, dalam keterangannya, Kamis (19/6).
Fitch Rating Indonesia memberi PEP peringkat AAA (sangat sehat), didukung rekor 33,2 juta jam kerja tanpa kecelakaan (zero fatality). Sebanyak 19 lapangan meraih penghargaan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup, termasuk 8 Emas untuk kinerja lingkungan terbaik.
Baca Juga: Profil Oki Muraza, Wakil Direktur Utama Pertamina yang Baru
Sementara, Direktur Eksplorasi PHE, Muharram J. Panguriseng, menyatakan apresiasi atas kinerja PEP dan mendorong optimalisasi biaya serta penerapan GCG yang ketat. Lompatan laba PEP menunjukkan ketahanan bisnis migas nasional di tengah gejolak harga energi dan transisi global.
(nng)
Lihat Juga :