Kerja Sama Dagang Indonesia dan Rusia Perkuat Rantai Pasok Global
Minggu, 22 Juni 2025 - 13:03 WIB
loading...
Executive Vice President Modena, Michael Jizhar dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Peluang kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia dinilai semakin terbuka lebar, mencakup berbagai sektor strategis seperti logistik, infrastruktur hingga industri kreatif. Hal ini mengemuka dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, yang menjadi ajang diskusi para pelaku bisnis dan pemerintah dari kedua negara.
Executive Vice President Modena, Michael Jizhar, mengatakan, kolaborasi antara Indonesia dan Rusia dapat menjadi kunci penguatan rantai pasok global.
"Potensinya sangat besar, tidak hanya di industri konvensional, tetapi juga di sektor logistik dan infrastruktur," ujar dia, dikutip Minggu (21/6).
Baca Juga: Putin Puji Peningkatan Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus Rp70,3 Triliun
Salah satu proyek konkret yang sedang digarap adalah pengembangan pelabuhan laut dan infrastruktur logistik di Indonesia. Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara MOLOGIZ, unit bisnis logistik Modena Group, dengan Delo Group, perusahaan logistik asal Rusia.
Michael menekankan, kolaborasi ini tidak hanya mempererat hubungan dagang, tetapi juga membuka pasar baru bagi produk dan layanan kedua negara. "Ini langkah strategis untuk meningkatkan integrasi ekonomi global yang saling menguntungkan," tambahnya.
Dia juga menyoroti pentingnya pendekatan fleksibel agar produk Rusia dapat diterima di pasar Indonesia. Menurutnya, pembelajaran dari kesuksesan China dalam penetrasi pasar global melalui efisiensi dan diplomasi budaya bisa menjadi contoh.
"Rusia memiliki modal budaya yang kuat. Misalnya, kartun Masha and the Bear sangat populer di Asia Tenggara. Ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan lebih banyak produk dan layanan Rusia," ujar Michael.
Baca Juga: Perdagangan RI-Rusia Melonjak 40%, Putin: Indonesia Mitra Utama di Asia Tenggara
Selain sektor logistik, kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia juga berpeluang berkembang di industri kreatif. Michael menilai, minat masyarakat Asia Tenggara terhadap budaya Rusia dapat dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama di bidang hiburan, pendidikan, dan pariwisata.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi. Dengan demikian, kolaborasi Indonesia-Rusia dapat menjadi model kemitraan strategis di kawasan Asia Tenggara.
Executive Vice President Modena, Michael Jizhar, mengatakan, kolaborasi antara Indonesia dan Rusia dapat menjadi kunci penguatan rantai pasok global.
"Potensinya sangat besar, tidak hanya di industri konvensional, tetapi juga di sektor logistik dan infrastruktur," ujar dia, dikutip Minggu (21/6).
Baca Juga: Putin Puji Peningkatan Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus Rp70,3 Triliun
Salah satu proyek konkret yang sedang digarap adalah pengembangan pelabuhan laut dan infrastruktur logistik di Indonesia. Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara MOLOGIZ, unit bisnis logistik Modena Group, dengan Delo Group, perusahaan logistik asal Rusia.
Michael menekankan, kolaborasi ini tidak hanya mempererat hubungan dagang, tetapi juga membuka pasar baru bagi produk dan layanan kedua negara. "Ini langkah strategis untuk meningkatkan integrasi ekonomi global yang saling menguntungkan," tambahnya.
Dia juga menyoroti pentingnya pendekatan fleksibel agar produk Rusia dapat diterima di pasar Indonesia. Menurutnya, pembelajaran dari kesuksesan China dalam penetrasi pasar global melalui efisiensi dan diplomasi budaya bisa menjadi contoh.
"Rusia memiliki modal budaya yang kuat. Misalnya, kartun Masha and the Bear sangat populer di Asia Tenggara. Ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan lebih banyak produk dan layanan Rusia," ujar Michael.
Baca Juga: Perdagangan RI-Rusia Melonjak 40%, Putin: Indonesia Mitra Utama di Asia Tenggara
Selain sektor logistik, kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia juga berpeluang berkembang di industri kreatif. Michael menilai, minat masyarakat Asia Tenggara terhadap budaya Rusia dapat dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama di bidang hiburan, pendidikan, dan pariwisata.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi. Dengan demikian, kolaborasi Indonesia-Rusia dapat menjadi model kemitraan strategis di kawasan Asia Tenggara.
(nng)
Lihat Juga :