Perkuat Komitmen Perusahaan Mendaur Ulang Sampah Plastik
Minggu, 22 Juni 2025 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Program ini juga melibatkan mitra pengelola sampah kemasan pasca konsumsi dan masyarakat setempat, khususnya kelompok perempuan, melalui edukasi pemilahan sampah dari sumbernya.
Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Agus Rusly menyambut baik upaya Fonterra dalam mendukung target pengurangan sampah di Indonesia. Pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 telah menetapkan target pengolahan sampah sebesar 51% pada akhir tahun 2025 dan mencapai 100% pada tahun 2029.
"Inisiatif seperti yang dilakukan Fonterra ini sangatlah membantu dalam mencapai target tersebut—khususnya dalam pengelolaan sampah yang sulit didaur ulang seperti plastik multilayer, sembari memberdayakan masyarakat dan mendorong pengembangan ekonomi sirkular yang inklusif," ungkap Agus Rusly.
Sementara itu General Manager Indonesia Packaging Recovery Organization, Reza Andreanto menerangkan, Fonterra merupakan salah satu mitra industri yang secara konsisten menunjukkan komitmen nyata terhadap pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi. Ia menyakini bahwa kolaborasi seperti ini sangatlah penting untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.
"Apalagi melalui inisiatif yang juga memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok perempuan, untuk terlibat aktif dalam proses daur ulang dari hulu ke hilirnya. Inisiatif seperti ini krusial untuk memperkuat infrastruktur proses pengumpulan sampah kemasan pasca konsumsi melalui kegiatan edukasi agar sampah kemasan tersebut dapat terpilah dengan baik, sehingga akan mudah prosesnya untuk dapat di daur ulang kembali,” ungkapnya.
Kini, sampah kemasan pasca konsumsi plastik multilayer yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dan sulit didaur ulang telah memiliki nilai baru. Melalui program ini, sampah kemasan pasca konsumsi tersebut diolah menjadi serpihan (flakes) yang dapat dimanfaatkan oleh industri daur ulang.
Inisiatif ini tidak hanya mengurangi sampah yang berakhir di TPA dan menekan dampak lingkungan dari metode pembuangan konvensional, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat dengan memberikan tambahan penghasilan dari pengumpulan sampah.
Direktur Operasional Fonterra Brands Indonesia, M. Ali Nasution menjelaskan “Perusahaan kami berfokus pada pengelolaan sampah plastik pasca konsumsi yang sulit diolah yang sekaligus dapat membuka peluang-peluang baru bagi masyarakat. Komitmen kami adalah untuk mencapai target daur ulang hingga 350 metrik ton pada 2026 sembari melibatkan masyarakat dalam prosesnya sebagai bagian dari kontribusi kami dalam mendorong ekonomi sirkular yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air.”
Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Agus Rusly menyambut baik upaya Fonterra dalam mendukung target pengurangan sampah di Indonesia. Pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 telah menetapkan target pengolahan sampah sebesar 51% pada akhir tahun 2025 dan mencapai 100% pada tahun 2029.
"Inisiatif seperti yang dilakukan Fonterra ini sangatlah membantu dalam mencapai target tersebut—khususnya dalam pengelolaan sampah yang sulit didaur ulang seperti plastik multilayer, sembari memberdayakan masyarakat dan mendorong pengembangan ekonomi sirkular yang inklusif," ungkap Agus Rusly.
Sementara itu General Manager Indonesia Packaging Recovery Organization, Reza Andreanto menerangkan, Fonterra merupakan salah satu mitra industri yang secara konsisten menunjukkan komitmen nyata terhadap pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi. Ia menyakini bahwa kolaborasi seperti ini sangatlah penting untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.
"Apalagi melalui inisiatif yang juga memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok perempuan, untuk terlibat aktif dalam proses daur ulang dari hulu ke hilirnya. Inisiatif seperti ini krusial untuk memperkuat infrastruktur proses pengumpulan sampah kemasan pasca konsumsi melalui kegiatan edukasi agar sampah kemasan tersebut dapat terpilah dengan baik, sehingga akan mudah prosesnya untuk dapat di daur ulang kembali,” ungkapnya.
Kini, sampah kemasan pasca konsumsi plastik multilayer yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dan sulit didaur ulang telah memiliki nilai baru. Melalui program ini, sampah kemasan pasca konsumsi tersebut diolah menjadi serpihan (flakes) yang dapat dimanfaatkan oleh industri daur ulang.
Inisiatif ini tidak hanya mengurangi sampah yang berakhir di TPA dan menekan dampak lingkungan dari metode pembuangan konvensional, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat dengan memberikan tambahan penghasilan dari pengumpulan sampah.
Direktur Operasional Fonterra Brands Indonesia, M. Ali Nasution menjelaskan “Perusahaan kami berfokus pada pengelolaan sampah plastik pasca konsumsi yang sulit diolah yang sekaligus dapat membuka peluang-peluang baru bagi masyarakat. Komitmen kami adalah untuk mencapai target daur ulang hingga 350 metrik ton pada 2026 sembari melibatkan masyarakat dalam prosesnya sebagai bagian dari kontribusi kami dalam mendorong ekonomi sirkular yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air.”
Lihat Juga :