SIG Dongkrak Kapasitas Panel Surya hingga 6 Kali Lipat Jadi 6,5 MWp
Selasa, 24 Juni 2025 - 21:28 WIB
loading...
SIG terus memperluas pemanfaatan EBT melalui pembangunan PLTS. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai wilayah operasi. Salah satu proyek terbarunya adalah instalasi panel surya di Pabrik Tuban, Jawa Timur, yang resmi beroperasi secara komersil sejak November 2024.
Instalasi PLTS berkapasitas 6,4 megawatt peak (MWp) tersebut dibangun di 10 atap bangunan Pabrik Tuban yang dikelola anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI). Proyek ini mendongkrak total kapasitas panel surya di seluruh SIG Group menjadi 6,5 MWp naik drastis dari sebelumnya hanya 0,12 MWp.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menegaskan bahwa perluasan penggunaan energi alternatif ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan. SIG telah memiliki Sustainability Roadmap 2030 sebagai panduan operasional untuk menekan dampak lingkungan secara sistematis.
"Pembangunan PLTS di Pabrik Tuban menjadi bukti konkret komitmen kami terhadap praktik industri yang ramah lingkungan. Ini tak hanya mendukung penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya operasional," ujar Indrieffouny, Selasa (24/6).
Baca Juga: Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah, SIG Kolaborasi Bangun Perumahan di Bekasi
Selama 2024, total energi yang dihasilkan dari PLTS di seluruh area operasi SIG mencapai sekitar 1.726 megawatt hour (MWh). Energi bersih ini berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 1.450.260 kilogram CO₂.
Menurut dia, pemanfaatan energi surya adalah langkah penting dalam transisi menuju ekonomi hijau. "Sebagai pelaku utama industri bahan bangunan, SIG siap memimpin transformasi industri untuk masa depan yang berkelanjutan," ujarnya.
Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa, memiliki potensi iradiasi matahari rata-rata 4,80 kWh/m²/hari. Lokasi Pabrik Tuban bahkan mencatat angka di atas rata-rata nasional, yakni 5,4 kWh/m²/hari, menjadikannya sangat ideal untuk pengembangan energi matahari.
SBI membangun sistem PLTS Atap berkapasitas terpasang 6,4 MWp yang terkoneksi ke jaringan listrik (on-grid) PLN. Energi ini digunakan untuk menunjang operasional pabrik, perkantoran, dan fasilitas penunjang lainnya di kawasan industri SBI.
Baca Juga: SIG Tebar Dividen Rp648,75 Miliar, Setara 90,13% dari Laba Bersih
Direktur Utama SBI, Asri Mukhtar, menyatakan bahwa transisi energi dari fosil ke surya merupakan kontribusi nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, dunia usaha punya peran strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
"Energi surya adalah investasi jangka panjang demi masa depan generasi berikutnya. SBI konsisten menjalankan operasi yang bertanggung jawab dan mendukung target dekarbonisasi perusahaan," ujar Asri.
SIG berkomitmen terus memperluas instalasi PLTS sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi dan efisiensi energi. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih di sektor industri.
Instalasi PLTS berkapasitas 6,4 megawatt peak (MWp) tersebut dibangun di 10 atap bangunan Pabrik Tuban yang dikelola anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI). Proyek ini mendongkrak total kapasitas panel surya di seluruh SIG Group menjadi 6,5 MWp naik drastis dari sebelumnya hanya 0,12 MWp.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menegaskan bahwa perluasan penggunaan energi alternatif ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan. SIG telah memiliki Sustainability Roadmap 2030 sebagai panduan operasional untuk menekan dampak lingkungan secara sistematis.
"Pembangunan PLTS di Pabrik Tuban menjadi bukti konkret komitmen kami terhadap praktik industri yang ramah lingkungan. Ini tak hanya mendukung penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya operasional," ujar Indrieffouny, Selasa (24/6).
Baca Juga: Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah, SIG Kolaborasi Bangun Perumahan di Bekasi
Selama 2024, total energi yang dihasilkan dari PLTS di seluruh area operasi SIG mencapai sekitar 1.726 megawatt hour (MWh). Energi bersih ini berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 1.450.260 kilogram CO₂.
Menurut dia, pemanfaatan energi surya adalah langkah penting dalam transisi menuju ekonomi hijau. "Sebagai pelaku utama industri bahan bangunan, SIG siap memimpin transformasi industri untuk masa depan yang berkelanjutan," ujarnya.
Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa, memiliki potensi iradiasi matahari rata-rata 4,80 kWh/m²/hari. Lokasi Pabrik Tuban bahkan mencatat angka di atas rata-rata nasional, yakni 5,4 kWh/m²/hari, menjadikannya sangat ideal untuk pengembangan energi matahari.
SBI membangun sistem PLTS Atap berkapasitas terpasang 6,4 MWp yang terkoneksi ke jaringan listrik (on-grid) PLN. Energi ini digunakan untuk menunjang operasional pabrik, perkantoran, dan fasilitas penunjang lainnya di kawasan industri SBI.
Baca Juga: SIG Tebar Dividen Rp648,75 Miliar, Setara 90,13% dari Laba Bersih
Direktur Utama SBI, Asri Mukhtar, menyatakan bahwa transisi energi dari fosil ke surya merupakan kontribusi nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, dunia usaha punya peran strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
"Energi surya adalah investasi jangka panjang demi masa depan generasi berikutnya. SBI konsisten menjalankan operasi yang bertanggung jawab dan mendukung target dekarbonisasi perusahaan," ujar Asri.
SIG berkomitmen terus memperluas instalasi PLTS sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi dan efisiensi energi. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih di sektor industri.
(nng)
Lihat Juga :