Presiden Iran: Serangan AS Uji Solidaritas BRICS di Panggung Dunia

Selasa, 24 Juni 2025 - 21:50 WIB
loading...
Presiden Iran: Serangan...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai respons tegas negara-negara anggota BRICS terhadap serangan Amerika Serikat (AS) ke fasilitas nuklir Iran sebagai momen penting dalam pergeseran geopolitik global. Ia menegaskan, serangan AS justru menyatukan anggota BRICS dalam solidaritas baru melawan dominasi Barat.

"Serangan ini merupakan titik balik. Dunia telah melihat siapa yang benar-benar menjaga kedaulatan dan siapa yang melanggarnya," ujar Pezeshkian saat memimpin pertemuan strategis di Teheran, Selasa (24/6), yang dihadiri perwakilan negara-negara BRICS, dikutip dari Watcher Guru.

AS sebelumnya melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran di Isfahan, Natanz, dan Fordow. Tindakan ini memicu kecaman keras dari sejumlah negara, termasuk Rusia dan China. Menurut Iran, BRICS kini menunjukkan persatuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menghadapi tekanan Barat.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut serangan AS sebagai penghancuran diplomasi. Menanggapi desakan Barat agar Iran kembali ke meja perundingan, ia mempertanyakan, "Bagaimana kami kembali ke sesuatu yang tidak pernah kami tinggalkan?"

Araghchi menegaskan AS dan Israel telah melewati "garis merah besar" dengan menyerang situs-situs nuklir Iran, yang melanggar hukum internasional. "Kecaman Rusia yang tegas memperlihatkan kohesi BRICS saat ini," kata dia, dalam konferensi pers di Istanbul.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran Piagam PBB dan hukum internasional. Moskow menyebut serangan itu sebagai agresi terhadap negara berdaulat dan memperingatkan dampaknya terhadap keamanan global.

Baca Juga: Digempur Rudal Iran, Ribuan Warga Israel Kabur ke Mesir Picu Kemarahan Publik

Iran, sebagai anggota BRICS, mengklaim mendapat manfaat nyata dari aliansi ini. Sanksi ekonomi Barat mulai bisa diatasi melalui kerja sama strategis, termasuk pembayaran minyak oleh China menggunakan yuan serta transfer teknologi dari Rusia.

"BRICS bukan hanya wacana diplomatik. Ini nyata. Kami punya pasar, mekanisme keuangan alternatif, dan dukungan politik," kata pejabat senior Iran dalam pernyataan resmi.

Presiden AS Donald Trump menegaskan, Iran harus menghentikan seluruh program nuklirnya. Namun, Iran menuding AS sebagai aktor utama di balik kampanye militer Israel terhadap negara-negara Islam di kawasan.

Baca Juga: Ekonomi Iran Tetap Tangguh Meski Dihantam Rudal Israel dan AS

Sebuah gencatan senjata yang ditengahi Qatar berhasil meredakan ketegangan sementara, meski Araghchi menyatakan operasi militer Iran terhadap Israel masih berlangsung hingga menit terakhir pukul 4 pagi.

Krisis ini diperkirakan akan memperkuat posisi BRICS sebagai poros alternatif bagi negara-negara berkembang yang mendambakan kedaulatan ekonomi dan politik di luar bayang-bayang hegemoni Barat.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Rekomendasi
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Berita Terkini
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved