Akselerasi Program FLPP Dorong Ekonomi, Tantangan Fiskal dan Kualitas Menanti

Rabu, 25 Juni 2025 - 13:53 WIB
loading...
Akselerasi Program FLPP...
Pemerintah mendukung program rumah bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). (Doc. Sindonews)
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menyalurkan Rp12,59 triliun hingga 31 Mei 2025 untuk mendukung program rumah bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan, efektivitas program yang merupakan bentuk dukungan nyata dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengakses perumahan layak huni ini bakal cukup terlihat signifikan dalam mengurangi backlog perumahan.

"Efektivitas program ini terlihat cukup signifikan dalam mengurangi backlog kepemilikan rumah yang pada akhir tahun 2023 mencapai 9,9 juta rumah tangga, serta backlog kelayakan sebesar 26,9 juta rumah tangga," ujar Josua kepada MNC portal, Senin (23/6/2025).

Dengan adanya skema subsidi bunga KPR, lanjut Josua, program FLPP mampu secara langsung memperbesar daya beli masyarakat MBR, mendorong mereka untuk memiliki rumah sendiri sehingga backlog kepemilikan rumah perlahan berkurang.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas A. M. Djiwandono dalam Konferensi Pers APBN Kita periode Juni 2025 bahwa pembiayaan ini telah mendukung 101.707 unit rumah di 379 kabupaten/kota, naik dari 88.482 unit rumah di 362 kabupaten/kota pada bulan sebelumnya.

Di tengah alokasi anggaran FLPP sebesar Rp18,77 triliun pada tahun 2025 dengan target penyaluran sebanyak 220.000 unit rumah tersebut, Josua menjelaskan mekanisme multiplier effect dari sektor perumahan yang berjalan melalui tiga jalur utama.

"Pertama, peningkatan konsumsi masyarakat sebagai dampak dari kepemilikan rumah baru; kedua, penciptaan lapangan kerja di sektor konstruksi dan industri terkait seperti semen, besi baja, hingga furnitur; dan ketiga, peningkatan aktivitas ekonomi lokal melalui penyediaan barang dan jasa penunjang pembangunan perumahan," papar Josua.

Sektor perumahan sendiri diketahui mampu menggerakkan sekitar 185 subsektor lainnya, yang secara agregat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gaji ke-13 Sudah Cair...
Gaji ke-13 Sudah Cair ke 5,5 Juta Penerima, Pemerintah Kucurkan Rp24,05 Triliun
Berita Pemangkasan Gaji...
Berita Pemangkasan Gaji ke-13 ASN Dipastikan Hoaks, Pencairan Tetap Juni 2026
Purbaya Sempat Dilarikan...
Purbaya Sempat Dilarikan ke RS: Kini Kondisi Sehat dan Gula Darah Normal
Tepis Kabar Sakit Pinggang...
Tepis Kabar Sakit Pinggang Parah, Menkeu Purbaya Tiba-tiba Muncul Berenang
Purbaya Dikabarkan Ambruk...
Purbaya Dikabarkan Ambruk Masuk Rumah Sakit, Ini Kata Kemenkeu
PPN Avtur 100% Ditanggung...
PPN Avtur 100% Ditanggung Pemerintah, Ini Aturannya
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
Bukan Hanya Suami Dwi...
Bukan Hanya Suami Dwi Sasetyaningtyas, Kemenkeu Ungkap 44 Alumni LPDP Mangkir dari Pengabdian
Peringati Hari Pabean...
Peringati Hari Pabean Internasional 2026, Bea Cukai Komitmen Lindungi Masyarakat
Rekomendasi
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved