Akselerasi Program FLPP Dorong Ekonomi, Tantangan Fiskal dan Kualitas Menanti
Rabu, 25 Juni 2025 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
Multiplier effect ini, kata Josua, pada akhirnya tidak hanya memperkuat konsumsi domestik tetapi juga berpotensi menciptakan stabilitas ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja yang luas.
Menurut Wamenkeu Thomas, alokasi anggaran FLPP saat ini telah menambah realisasi program FLPP yang telah berjalan dengan total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga 2024 sebanyak 1.598.879 unit rumah senilai Rp151,22 triliun. Selain itu, pemerintah juga merencanakan tambahan alokasi untuk FLPP guna mendukung implementasi program 3 juta rumah.
"Dari total alokasi tahun 2025 sebesar Rp18,77 triliun, pemerintah telah mencairkan Rp11,5 triliun kepada BP Tapera dan menyiapkan tambahan alokasi untuk mendukung target program 3 juta rumah,” jelas Wamenkeu Thomas.
Meskipun demikian, Josua mengingatkan agar tetap mencermati keberlanjutan fiskal program FLPP dalam jangka panjang.
"Mengingat skala program yang terus diperbesar, beban terhadap APBN semakin meningkat, terutama di tengah keterbatasan ruang fiskal akibat berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik," kata Josua.
Dalam jangka panjang, keberlanjutan program ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengelola fiskal dengan hati-hati serta menciptakan sumber pendanaan alternatif, seperti melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau pendanaan non-APBN lainnya.
Selain itu, tantangan dalam implementasi FLPP di lapangan juga perlu mendapat perhatian khusus, terutama terkait kualitas rumah yang dibangun dan ketepatan penyaluran bantuan.
"Salah satu tantangan utama adalah masih adanya keluhan terhadap kualitas bangunan yang kurang memenuhi standar layak huni akibat pengawasan yang kurang ketat dan minimnya pelibatan tenaga konstruksi yang terampil," ungkap Josua.
Menurut Wamenkeu Thomas, alokasi anggaran FLPP saat ini telah menambah realisasi program FLPP yang telah berjalan dengan total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga 2024 sebanyak 1.598.879 unit rumah senilai Rp151,22 triliun. Selain itu, pemerintah juga merencanakan tambahan alokasi untuk FLPP guna mendukung implementasi program 3 juta rumah.
"Dari total alokasi tahun 2025 sebesar Rp18,77 triliun, pemerintah telah mencairkan Rp11,5 triliun kepada BP Tapera dan menyiapkan tambahan alokasi untuk mendukung target program 3 juta rumah,” jelas Wamenkeu Thomas.
Meskipun demikian, Josua mengingatkan agar tetap mencermati keberlanjutan fiskal program FLPP dalam jangka panjang.
"Mengingat skala program yang terus diperbesar, beban terhadap APBN semakin meningkat, terutama di tengah keterbatasan ruang fiskal akibat berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik," kata Josua.
Dalam jangka panjang, keberlanjutan program ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengelola fiskal dengan hati-hati serta menciptakan sumber pendanaan alternatif, seperti melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau pendanaan non-APBN lainnya.
Selain itu, tantangan dalam implementasi FLPP di lapangan juga perlu mendapat perhatian khusus, terutama terkait kualitas rumah yang dibangun dan ketepatan penyaluran bantuan.
"Salah satu tantangan utama adalah masih adanya keluhan terhadap kualitas bangunan yang kurang memenuhi standar layak huni akibat pengawasan yang kurang ketat dan minimnya pelibatan tenaga konstruksi yang terampil," ungkap Josua.
Lihat Juga :