Uni Emirat Arab Jadi Tempat Favorit Imigran Jutawan, Jumlahnya Capai 9.800 Miliarder
Rabu, 25 Juni 2025 - 16:07 WIB
loading...
Uni Emirat Arab (UEA) diprediksi bakal menarik imigran jutawan terbanyak pada tahun 2025, yang mencapai 9.800 miliarder. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) diprediksi bakal menarik imigran jutawan terbanyak pada tahun 2025, yang mencapai 9.800 miliarder . Hal ini seiring meningkatnya tekanan pajak serta perubahan regulasi yang mendorong 142.000 individu dengan kekayaan tinggi untuk pindah secara global.
UAE sendiri bakal menampung 9.800 jutawan tahun ini, mempertahankan statusnya sebagai tujuan utama dunia untuk migrasi kekayaan, menurut Laporan Migrasi Kekayaan Pribadi Henley 2025 (Henley Private Wealth Migration Report 2025).
AS menduduki peringkat kedua dengan perkiraan penambahan bersih 7.500 miliarder tahun ini. Daya tarik UAE didukung oleh permintaan yang terus-menerus dari Inggris, India, Rusia, Asia Tenggara, dan Afrika.
Baca Juga: 3 Keluarga Terkaya Keturunan Arab Menjajah Dunia di 2025, Nomor 1 Berharta Rp1.550 Triliun
Arab Saudi juga mengalami pertumbuhan signifikan sebagai tujuan bagi para orang terkaya dunia, dengan 2.400 miliarder yang diperkirakan akan pindah ke Jeddah atau Riyadh tahun ini.
Sedangkan Inggris diperkirakan menjadi negara yang paling banyak ditinggalkan dalam satu dekade terakhir. Sebanyak 16.500 miliarder bakal pergi pada tahun 2025.
Selain itu proyeksi migrasi kekayaan juga terjadi di China yang mencapai 7.800 orang terkaya, dimana Beijing memimpin daftar aliran kekayaan selama sepuluh tahun terakhir.
"Untuk pertama kalinya dalam satu dekade pemantauan, sebuah negara di Eropa memimpin untuk urusan migrasi jutawan," kata Juerg Steffen, CEO Henley & Partners.
Baca Juga: 10 Miliarder India Pilih Menetap di UEA, Hartanya Rp725,8 Triliun
Negara-negara Timur Tengah seperti Israel, Lebanon, dan Iran juga mengalami pengalihan kekayaan, dengan banyak jutawan berpindah ke negara tujuan seperti AS, Siprus, Yunani, dan UEA. Di Amerika Latin, Brasil diperkirakan akan kehilangan 1.200 miliarder pada 2025.
Sementara Kolombia diproyeksikan akan mengalami migrasi jutawan yang lebih kecil yakni sebanyak 150 miliarder. Banyak dari mereka memilih pindah ke AS, khususnya Florida, serta ke Portugal, Kosta Rika, Panama, dan Kepulauan Cayman.
Di antara negara-negara BRICS, China, India, Rusia, dan Afrika Selatan diperkirakan akan mengalami aliran migraasi miliarder terendah sejak pandemi. Beberapa aliran keluar dari India dan Afrika Selatan diimbangi oleh warga negara yang kembali dari Inggris.
UAE sendiri bakal menampung 9.800 jutawan tahun ini, mempertahankan statusnya sebagai tujuan utama dunia untuk migrasi kekayaan, menurut Laporan Migrasi Kekayaan Pribadi Henley 2025 (Henley Private Wealth Migration Report 2025).
AS menduduki peringkat kedua dengan perkiraan penambahan bersih 7.500 miliarder tahun ini. Daya tarik UAE didukung oleh permintaan yang terus-menerus dari Inggris, India, Rusia, Asia Tenggara, dan Afrika.
Baca Juga: 3 Keluarga Terkaya Keturunan Arab Menjajah Dunia di 2025, Nomor 1 Berharta Rp1.550 Triliun
Arab Saudi juga mengalami pertumbuhan signifikan sebagai tujuan bagi para orang terkaya dunia, dengan 2.400 miliarder yang diperkirakan akan pindah ke Jeddah atau Riyadh tahun ini.
Sedangkan Inggris diperkirakan menjadi negara yang paling banyak ditinggalkan dalam satu dekade terakhir. Sebanyak 16.500 miliarder bakal pergi pada tahun 2025.
Selain itu proyeksi migrasi kekayaan juga terjadi di China yang mencapai 7.800 orang terkaya, dimana Beijing memimpin daftar aliran kekayaan selama sepuluh tahun terakhir.
"Untuk pertama kalinya dalam satu dekade pemantauan, sebuah negara di Eropa memimpin untuk urusan migrasi jutawan," kata Juerg Steffen, CEO Henley & Partners.
Baca Juga: 10 Miliarder India Pilih Menetap di UEA, Hartanya Rp725,8 Triliun
Negara-negara Timur Tengah seperti Israel, Lebanon, dan Iran juga mengalami pengalihan kekayaan, dengan banyak jutawan berpindah ke negara tujuan seperti AS, Siprus, Yunani, dan UEA. Di Amerika Latin, Brasil diperkirakan akan kehilangan 1.200 miliarder pada 2025.
Sementara Kolombia diproyeksikan akan mengalami migrasi jutawan yang lebih kecil yakni sebanyak 150 miliarder. Banyak dari mereka memilih pindah ke AS, khususnya Florida, serta ke Portugal, Kosta Rika, Panama, dan Kepulauan Cayman.
Di antara negara-negara BRICS, China, India, Rusia, dan Afrika Selatan diperkirakan akan mengalami aliran migraasi miliarder terendah sejak pandemi. Beberapa aliran keluar dari India dan Afrika Selatan diimbangi oleh warga negara yang kembali dari Inggris.
(akr)
Lihat Juga :