SIG Perkuat Komitmen Industri Hijau dengan Teknologi Pengelolaan Limbah
Jum'at, 27 Juni 2025 - 13:08 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Asosiasi Semen Indonesia, Lilik Unggul Raharjo, menilai percepatan industri hijau menjadi keharusan dalam menghadapi era dekarbonisasi serta kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). "Ini juga bagian dari kesiapan menghadapi regulasi emisi karbon di negara-negara tujuan ekspor," ujar dia.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan, transformasi hijau yang dilakukan perusahaan sejalan dengan visi menjadi penyedia solusi bahan bangunan berkelanjutan. "Kami berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat," kata dia.
SIG mengusung tiga pilar keberlanjutan, yakni solusi inovatif, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai langkah seperti dekarbonisasi, ekonomi sirkular, konservasi air, dan pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga: Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah, SIG Kolaborasi Bangun Perumahan di Bekasi
Berkat upaya tersebut, produk semen SIG kini mampu menekan emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan dengan produk semen konvensional. Selain memproduksi semen dalam kemasan, SIG juga mengembangkan beton siap pakai serta layanan pengelolaan limbah.
Melalui unit usahanya, Nathabumi, SIG mengoperasikan fasilitas pengelolaan limbah terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini juga menjadi pelopor penerapan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) di Indonesia, yang kini beroperasi di Cilacap, Jawa Tengah.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan, transformasi hijau yang dilakukan perusahaan sejalan dengan visi menjadi penyedia solusi bahan bangunan berkelanjutan. "Kami berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat," kata dia.
SIG mengusung tiga pilar keberlanjutan, yakni solusi inovatif, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai langkah seperti dekarbonisasi, ekonomi sirkular, konservasi air, dan pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga: Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah, SIG Kolaborasi Bangun Perumahan di Bekasi
Berkat upaya tersebut, produk semen SIG kini mampu menekan emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan dengan produk semen konvensional. Selain memproduksi semen dalam kemasan, SIG juga mengembangkan beton siap pakai serta layanan pengelolaan limbah.
Melalui unit usahanya, Nathabumi, SIG mengoperasikan fasilitas pengelolaan limbah terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini juga menjadi pelopor penerapan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) di Indonesia, yang kini beroperasi di Cilacap, Jawa Tengah.
Lihat Juga :