SIG Perkuat Komitmen Industri Hijau dengan Teknologi Pengelolaan Limbah
Jum'at, 27 Juni 2025 - 13:08 WIB
loading...
SIG dinilai layak menjadi percontohan penerapan industri hijau di Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dinilai layak menjadi percontohan penerapan industri hijau di Indonesia. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat mengunjungi Pabrik SIG di Narogong, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/6).
"SIG Group telah menjadi contoh bagaimana industri harus patuh pada standar hijau. Kami harap praktik ini bisa diikuti sektor industri lain," ujar Faisol dalam keterangannya, Jumat (27/6).
Baca Juga: SIG Dongkrak Kapasitas Panel Surya hingga 6 Kali Lipat Jadi 6,5 MWp
Menurut dia industri semen memegang peranan penting dalam pembangunan infrastruktur nasional. Namun, SIG dinilai berhasil menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan tanggung jawab sosial, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
"Industri hijau tidak hanya mendukung target-target lingkungan, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi rendah karbon yang inklusif," tambahnya.
SIG disebut rutin memperoleh penghargaan dari Kementerian Perindustrian berkat inovasi dalam efisiensi energi. Ke depan, SIG akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas dampak positifnya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Ketua Asosiasi Semen Indonesia, Lilik Unggul Raharjo, menilai percepatan industri hijau menjadi keharusan dalam menghadapi era dekarbonisasi serta kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). "Ini juga bagian dari kesiapan menghadapi regulasi emisi karbon di negara-negara tujuan ekspor," ujar dia.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan, transformasi hijau yang dilakukan perusahaan sejalan dengan visi menjadi penyedia solusi bahan bangunan berkelanjutan. "Kami berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat," kata dia.
SIG mengusung tiga pilar keberlanjutan, yakni solusi inovatif, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai langkah seperti dekarbonisasi, ekonomi sirkular, konservasi air, dan pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga: Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah, SIG Kolaborasi Bangun Perumahan di Bekasi
Berkat upaya tersebut, produk semen SIG kini mampu menekan emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan dengan produk semen konvensional. Selain memproduksi semen dalam kemasan, SIG juga mengembangkan beton siap pakai serta layanan pengelolaan limbah.
Melalui unit usahanya, Nathabumi, SIG mengoperasikan fasilitas pengelolaan limbah terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini juga menjadi pelopor penerapan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) di Indonesia, yang kini beroperasi di Cilacap, Jawa Tengah.
"Kami melibatkan masyarakat dalam rantai pasok, seperti dalam penyediaan biomassa dan pemanfaatan RDF," kata Indrieffouny.
Partisipasi masyarakat tersebut tidak hanya memperkuat dampak sosial, tetapi juga mendukung ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Atas berbagai inisiatif tersebut, SIG telah mengantongi sejumlah penghargaan bergengsi seperti tiga PROPER Emas dan lima PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup, serta Green Leadership 2024. Dari Kementerian Perindustrian, SIG meraih penghargaan Industri Hijau 2024, National Lighthouse Industry 4.0, dan INDI 4.0.
"Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi menuju industri semen yang lebih hijau dan berkelanjutan," pungkas Indrieffouny.
"SIG Group telah menjadi contoh bagaimana industri harus patuh pada standar hijau. Kami harap praktik ini bisa diikuti sektor industri lain," ujar Faisol dalam keterangannya, Jumat (27/6).
Baca Juga: SIG Dongkrak Kapasitas Panel Surya hingga 6 Kali Lipat Jadi 6,5 MWp
Menurut dia industri semen memegang peranan penting dalam pembangunan infrastruktur nasional. Namun, SIG dinilai berhasil menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan tanggung jawab sosial, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
"Industri hijau tidak hanya mendukung target-target lingkungan, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi rendah karbon yang inklusif," tambahnya.
SIG disebut rutin memperoleh penghargaan dari Kementerian Perindustrian berkat inovasi dalam efisiensi energi. Ke depan, SIG akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas dampak positifnya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Ketua Asosiasi Semen Indonesia, Lilik Unggul Raharjo, menilai percepatan industri hijau menjadi keharusan dalam menghadapi era dekarbonisasi serta kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). "Ini juga bagian dari kesiapan menghadapi regulasi emisi karbon di negara-negara tujuan ekspor," ujar dia.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan, transformasi hijau yang dilakukan perusahaan sejalan dengan visi menjadi penyedia solusi bahan bangunan berkelanjutan. "Kami berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat," kata dia.
SIG mengusung tiga pilar keberlanjutan, yakni solusi inovatif, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai langkah seperti dekarbonisasi, ekonomi sirkular, konservasi air, dan pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga: Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah, SIG Kolaborasi Bangun Perumahan di Bekasi
Berkat upaya tersebut, produk semen SIG kini mampu menekan emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan dengan produk semen konvensional. Selain memproduksi semen dalam kemasan, SIG juga mengembangkan beton siap pakai serta layanan pengelolaan limbah.
Melalui unit usahanya, Nathabumi, SIG mengoperasikan fasilitas pengelolaan limbah terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini juga menjadi pelopor penerapan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) di Indonesia, yang kini beroperasi di Cilacap, Jawa Tengah.
"Kami melibatkan masyarakat dalam rantai pasok, seperti dalam penyediaan biomassa dan pemanfaatan RDF," kata Indrieffouny.
Partisipasi masyarakat tersebut tidak hanya memperkuat dampak sosial, tetapi juga mendukung ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Atas berbagai inisiatif tersebut, SIG telah mengantongi sejumlah penghargaan bergengsi seperti tiga PROPER Emas dan lima PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup, serta Green Leadership 2024. Dari Kementerian Perindustrian, SIG meraih penghargaan Industri Hijau 2024, National Lighthouse Industry 4.0, dan INDI 4.0.
"Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi menuju industri semen yang lebih hijau dan berkelanjutan," pungkas Indrieffouny.
(nng)
Lihat Juga :