UMKM Lokal Manfaatkan KUR BRI Serap Tenaga Kerja Melalui Program MBG
Selasa, 01 Juli 2025 - 11:37 WIB
loading...
BRI terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan UMKM melalui pembiayaan KUR dalam program MBG. FOTO/BRI
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan UMKM melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu UMKM yang merasakan manfaat langsung adalah usaha katering "RKP" di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, yang menjadi pemasok utama program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Maida Desy Amnah, pendiri RKP, mengungkapkan bahwa sejak 2009 usahanya berkembang pesat berkat dukungan pembiayaan KUR dari BRI. Ia telah tiga kali mengajukan KUR untuk menambah kapasitas produksi dan peralatan dapur agar bisa memenuhi standar pemerintah.
"Kami menggunakan dana KUR untuk meningkatkan kapasitas produksi, terutama saat mengikuti seleksi sebagai mitra dapur MBG," kata Maida dalam keterangan tertulis, Selasa (1/7).
Baca Juga: KUR BRI Dukung UMKM Pemasok Program Makan Bergizi Gratis di Sumsel
Proses verifikasi yang dilakukan oleh yayasan dan pemerintah provinsi membuktikan bahwa dapur RKP memenuhi syarat kelayakan. Sebagai mitra UMKM dalam program MBG tahap pertama, RKP kini memasok ribuan porsi makanan bergizi setiap hari kerja ke enam sekolah di wilayahnya, mulai dari TK hingga SMA. Total siswa penerima manfaat mencapai lebih dari 3.000 orang.
Maida menjelaskan bahwa kepastian permintaan dari pemerintah menjadikan usaha kateringnya stabil dan terjamin. Penyaluran makanan dilakukan setiap hari kerja dengan jadwal libur di akhir pekan.
Dampak positif lain yang dirasakan adalah peningkatan penyerapan tenaga kerja. RKP yang sebelumnya mempekerjakan 26 orang kini telah menggandakan jumlah karyawan menjadi 53, semuanya berasal dari warga sekitar.
Sementara, Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa KUR merupakan instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan. "BRI hadir untuk memastikan pelaku UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok program MBG dapat tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Hendy menambahkan, program MBG bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi di tingkat akar rumput. "Efek berganda dari pembiayaan ini sangat nyata bagi perekonomian lokal," katanya.
BRI tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan agar UMKM bisa meningkatkan omzet dan memperluas skala usaha. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Libur Panjang Tahun Baru Islam, BRI Andalkan BRImo dan 1,19 Juta AgenBRILink
Keberhasilan RKP menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, BRI, dan pelaku UMKM dapat menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang luas. Model ini menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk mengembangkan usahanya.
Melalui dukungan KUR dan pendampingan berkelanjutan, UMKM lokal memiliki peluang besar untuk berkembang, membuka lapangan kerja baru, dan mendukung program-program sosial pemerintah.
Maida Desy Amnah, pendiri RKP, mengungkapkan bahwa sejak 2009 usahanya berkembang pesat berkat dukungan pembiayaan KUR dari BRI. Ia telah tiga kali mengajukan KUR untuk menambah kapasitas produksi dan peralatan dapur agar bisa memenuhi standar pemerintah.
"Kami menggunakan dana KUR untuk meningkatkan kapasitas produksi, terutama saat mengikuti seleksi sebagai mitra dapur MBG," kata Maida dalam keterangan tertulis, Selasa (1/7).
Baca Juga: KUR BRI Dukung UMKM Pemasok Program Makan Bergizi Gratis di Sumsel
Proses verifikasi yang dilakukan oleh yayasan dan pemerintah provinsi membuktikan bahwa dapur RKP memenuhi syarat kelayakan. Sebagai mitra UMKM dalam program MBG tahap pertama, RKP kini memasok ribuan porsi makanan bergizi setiap hari kerja ke enam sekolah di wilayahnya, mulai dari TK hingga SMA. Total siswa penerima manfaat mencapai lebih dari 3.000 orang.
Maida menjelaskan bahwa kepastian permintaan dari pemerintah menjadikan usaha kateringnya stabil dan terjamin. Penyaluran makanan dilakukan setiap hari kerja dengan jadwal libur di akhir pekan.
Dampak positif lain yang dirasakan adalah peningkatan penyerapan tenaga kerja. RKP yang sebelumnya mempekerjakan 26 orang kini telah menggandakan jumlah karyawan menjadi 53, semuanya berasal dari warga sekitar.
Sementara, Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa KUR merupakan instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan. "BRI hadir untuk memastikan pelaku UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok program MBG dapat tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Hendy menambahkan, program MBG bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi di tingkat akar rumput. "Efek berganda dari pembiayaan ini sangat nyata bagi perekonomian lokal," katanya.
BRI tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan agar UMKM bisa meningkatkan omzet dan memperluas skala usaha. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Libur Panjang Tahun Baru Islam, BRI Andalkan BRImo dan 1,19 Juta AgenBRILink
Keberhasilan RKP menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, BRI, dan pelaku UMKM dapat menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang luas. Model ini menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk mengembangkan usahanya.
Melalui dukungan KUR dan pendampingan berkelanjutan, UMKM lokal memiliki peluang besar untuk berkembang, membuka lapangan kerja baru, dan mendukung program-program sosial pemerintah.
(nng)
Lihat Juga :