KUR BRI Jadi Pilar Inklusi Keuangan, Dorong UMKM Naik Kelas
Selasa, 01 Juli 2025 - 11:45 WIB
loading...
Di balik kesuksesan katering RKP sebagai pemasok Program MBG, terdapat transformasi digital yang didanai KUR BRI. FOTO/BRI
A
A
A
KAYU AGUNG - Inklusi keuangan yang produktif menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk konsisten menjalankan peran tersebut melalui skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menyasar pelaku UMKM di berbagai pelosok daerah.
Maida Desy Amnah, pengusaha katering RKP di Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, adalah satu dari ribuan pelaku usaha yang merasakan manfaat langsung KUR. Sejak 2009, usahanya bertumbuh secara signifikan berkat pembiayaan berulang dari BRI.
"Saya sudah tiga kali ambil KUR. Semua untuk pengembangan usaha, khususnya untuk tambah alat dan kapasitas produksi," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/7).
Baca Juga: KUR BRI Dukung UMKM Pemasok Program Makan Bergizi Gratis di Sumsel
Terakhir, ia kembali mengakses KUR guna memenuhi kebutuhan sebagai mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Standar dapur yang tinggi dalam program itu menuntut pembenahan dan penambahan alat produksi.
Maida menjelaskan, proses pengajuan KUR di BRI cukup mudah dan cepat, terutama bagi pelaku UMKM yang memang memiliki riwayat usaha jelas. BRI juga memberikan pendampingan dalam penggunaan dana agar tepat sasaran.
Hasilnya, RKP berhasil lolos verifikasi dan kini dipercaya menyediakan makanan bergizi untuk lebih dari 3.000 siswa di enam sekolah setiap hari kerja. Lonjakan permintaan itu mengubah skala usaha RKP menjadi lebih besar dan profesional.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyebut KUR merupakan tulang punggung inklusi keuangan di sektor produktif. Fokus BRI adalah mendorong pelaku usaha mikro agar tidak hanya mengakses pembiayaan, tetapi juga naik kelas dalam kualitas dan jangkauan bisnis.
"BRI tak sekadar menyalurkan KUR. Kami pastikan dana itu berdampak nyata, baik bagi usaha maupun lingkungan sosial pelaku usaha tersebut," ujar Hendy.
Baca Juga: UMKM Lokal Manfaatkan KUR BRI Serap Tenaga Kerja Melalui Program MBG
Ia menambahkan, inklusi keuangan yang berhasil adalah yang mampu menciptakan multiplier effect, baik dari sisi peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, maupun kontribusi terhadap ekonomi daerah.
Maida adalah bukti bahwa dengan akses keuangan yang tepat, pelaku usaha di daerah mampu menjadi bagian dari program-program strategis nasional. "Kami jadi lebih percaya diri. Apalagi ada kepastian permintaan dari program pemerintah," kata Maida.
BRI akan terus memperluas cakupan KUR dan pendampingan ke seluruh pelosok negeri. "Kami percaya UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional," tandas Hendy.
Maida Desy Amnah, pengusaha katering RKP di Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, adalah satu dari ribuan pelaku usaha yang merasakan manfaat langsung KUR. Sejak 2009, usahanya bertumbuh secara signifikan berkat pembiayaan berulang dari BRI.
"Saya sudah tiga kali ambil KUR. Semua untuk pengembangan usaha, khususnya untuk tambah alat dan kapasitas produksi," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/7).
Baca Juga: KUR BRI Dukung UMKM Pemasok Program Makan Bergizi Gratis di Sumsel
Terakhir, ia kembali mengakses KUR guna memenuhi kebutuhan sebagai mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Standar dapur yang tinggi dalam program itu menuntut pembenahan dan penambahan alat produksi.
Maida menjelaskan, proses pengajuan KUR di BRI cukup mudah dan cepat, terutama bagi pelaku UMKM yang memang memiliki riwayat usaha jelas. BRI juga memberikan pendampingan dalam penggunaan dana agar tepat sasaran.
Hasilnya, RKP berhasil lolos verifikasi dan kini dipercaya menyediakan makanan bergizi untuk lebih dari 3.000 siswa di enam sekolah setiap hari kerja. Lonjakan permintaan itu mengubah skala usaha RKP menjadi lebih besar dan profesional.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyebut KUR merupakan tulang punggung inklusi keuangan di sektor produktif. Fokus BRI adalah mendorong pelaku usaha mikro agar tidak hanya mengakses pembiayaan, tetapi juga naik kelas dalam kualitas dan jangkauan bisnis.
"BRI tak sekadar menyalurkan KUR. Kami pastikan dana itu berdampak nyata, baik bagi usaha maupun lingkungan sosial pelaku usaha tersebut," ujar Hendy.
Baca Juga: UMKM Lokal Manfaatkan KUR BRI Serap Tenaga Kerja Melalui Program MBG
Ia menambahkan, inklusi keuangan yang berhasil adalah yang mampu menciptakan multiplier effect, baik dari sisi peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, maupun kontribusi terhadap ekonomi daerah.
Maida adalah bukti bahwa dengan akses keuangan yang tepat, pelaku usaha di daerah mampu menjadi bagian dari program-program strategis nasional. "Kami jadi lebih percaya diri. Apalagi ada kepastian permintaan dari program pemerintah," kata Maida.
BRI akan terus memperluas cakupan KUR dan pendampingan ke seluruh pelosok negeri. "Kami percaya UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional," tandas Hendy.
(nng)
Lihat Juga :