Dukung Asta Cita Pemerintah, Pupuk Kaltim Terus Dorong Keberlanjutan
Rabu, 02 Juli 2025 - 22:25 WIB
loading...
Pupuk Kaltim tidak hanya memandang TJSL sebagai kewajiban, tapi juga memastikan setiap langkah yang diambil memberi nilai tambah bagi keberlanjutan secara optimal. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur ( Pupuk Kaltim ) semakin berdedikasi terhadap implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dalam mendorong keberlanjutan . Perusahaan juga terus berkomitmen memberi dampak nyata terhadap pembangunan masyarakat dan lingkungan.
"Pupuk Kaltim tidak hanya memandang TJSL sebagai kewajiban, tapi juga memastikan setiap langkah yang diambil memberi nilai tambah bagi keberlanjutan secara optimal,” ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo dalam keterangannya, Rabu (2/7/2025).
Tahun ini ada delapan program TJSL perusahaan yang menunjukkan keterlibatan aktif dan kontribusi langsung perusahaan terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional. Khususnya bidang kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, pendidikan, kesehatan dan pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Transformasi Industri Pupuk dan Petrokimia Menuju Proses Lebih Hijau dan Rendah Emisi
Di antaranya program PKT BISA, yang berfokus pada penguatan ekonomi sirkular di Kabupaten Magetan Jawa Timur melalui kolaborasi antara petani, peternak, hingga pelaku perikanan dan UMKM lokal. Kemudian program PKT BERSERI, sebagai inovasi pengendalian hama menggunakan pestisida organik berbasis hayati yang diterapkan di Gowa, Sulawesi Selatan. Melibatkan petani lokal dalam pelatihan dan pengembangan teknologi pertanian ramah lingkungan.
Inovasi lainnya program PKT KARUNIA, yang memanfaatkan karung bekas kemasan produk untuk digunakan ulang sebagai bahan dasar produksi. Hal ini juga wujud nyata penerapan prinsip reduce, reuse dan recycle (3R) yang tidak hanya berdampak positif terhadap pengurangan limbah industri, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM di Kota Bontang.
Di bidang lingkungan, Pupuk Kaltim menunjukkan komitmen melalui program PKT Kilau Samudera, berupa konservasi taman laut dan terumbu karang di perairan Bontang yang mengalami degradasi akibat aktivitas tidak ramah lingkungan dan perubahan iklim. Selanjutnya, pemberdayaan SDM lokal melalui pelatihan dan sertifikasi pada program SUVI Training, serta kontribusi pencegahan stunting dengan inisiatif PEGALGAS secara masif di Kota Bontang.
Kemudian Employee Volunteering Initiation (Evolution) sebagai wadah karyawan utnuk menjadi motor penggerak berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, serta PKT Makrifah Herbal yang menyasar pengembangan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk sumber alternatif kesehatan masyarakat.
"Seluruh program dirancang tidak hanya menyelesaikan persoalan sosial yang ada, tetapi juga menciptakan ekosistem mandiri yang mampu berkembang secara berkelanjutan. Tentunya dengan partisipasi aktif masyarakat sebagai aktor utama perubahan," jelas Soesilo.
Dari seluruh pencapaian ini, perusahaan berkomitmen terus berperan bagi masyarakat dan lingkungan sesuai asta cita pemerintah, utamanya pelopor pembangunan berkelanjutan yang menjadikan TJSL sebagai jantung strategi. Utamanya menempatkan keberlanjutan sebagai nilai utama, dengan pengembangan inovasi serta memperluas dampak positif dari gagasan yang diinisiasi.
Berkat komitmen dan dedikasi semua itu, Pupuk Kaltim pun menyabet tiga penghargaan di ajang TOP CSR Awards 2025. Masing-masing TOP Leader on CSR Commitment 2025, TOP CSR Awards 2025 dengan predikat Star 5, serta Platinum Trophy.
Salah satu apresiasi yakni TOP Leader on CSR Commitment 2025 diberikan kepada Budi Wahju Soesilo, yang dinilai mampu mengarahkan dan memperkuat komitmen TJSL perusahaan dengan pendekatan nyata dan berdampak luas. Kepemimpinan Soesilo dianggap berperan penting dalam mengukuhkan nilai-nilai keberlanjutan, sebagai prinsip dasar yang menggerakkan seluruh aktivitas perusahaan.
Baca Juga: Bukti Pupuk Kaltim Komitmen Terapkan GRC agar Berdaya Saing Global
Mulai dari keselarasan inisiatif TJSL terhadap strategi bisnis perusahaan, tingkat adopsi kebijakan TJSL terhadap ISO 26000 Social Responsibility, hingga sistem tata kelola dari tiap program yang direalisasikan. Hal ini diukur dari kesinambungan pendampingan untuk mencapai sasaran program, dengan tujuan akhir mewujudkan masyarakat tangguh dan mandiri melalui pemberdayaan di berbagai sektor.
"Pencapaian ini bentuk kesungguhan kami membangun tata kelola sosial dan lingkungan yang terintegrasi dalam proses bisnis," tandas Soesilo.
"Pupuk Kaltim tidak hanya memandang TJSL sebagai kewajiban, tapi juga memastikan setiap langkah yang diambil memberi nilai tambah bagi keberlanjutan secara optimal,” ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo dalam keterangannya, Rabu (2/7/2025).
Tahun ini ada delapan program TJSL perusahaan yang menunjukkan keterlibatan aktif dan kontribusi langsung perusahaan terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional. Khususnya bidang kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, pendidikan, kesehatan dan pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Transformasi Industri Pupuk dan Petrokimia Menuju Proses Lebih Hijau dan Rendah Emisi
Di antaranya program PKT BISA, yang berfokus pada penguatan ekonomi sirkular di Kabupaten Magetan Jawa Timur melalui kolaborasi antara petani, peternak, hingga pelaku perikanan dan UMKM lokal. Kemudian program PKT BERSERI, sebagai inovasi pengendalian hama menggunakan pestisida organik berbasis hayati yang diterapkan di Gowa, Sulawesi Selatan. Melibatkan petani lokal dalam pelatihan dan pengembangan teknologi pertanian ramah lingkungan.
Inovasi lainnya program PKT KARUNIA, yang memanfaatkan karung bekas kemasan produk untuk digunakan ulang sebagai bahan dasar produksi. Hal ini juga wujud nyata penerapan prinsip reduce, reuse dan recycle (3R) yang tidak hanya berdampak positif terhadap pengurangan limbah industri, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM di Kota Bontang.
Di bidang lingkungan, Pupuk Kaltim menunjukkan komitmen melalui program PKT Kilau Samudera, berupa konservasi taman laut dan terumbu karang di perairan Bontang yang mengalami degradasi akibat aktivitas tidak ramah lingkungan dan perubahan iklim. Selanjutnya, pemberdayaan SDM lokal melalui pelatihan dan sertifikasi pada program SUVI Training, serta kontribusi pencegahan stunting dengan inisiatif PEGALGAS secara masif di Kota Bontang.
Kemudian Employee Volunteering Initiation (Evolution) sebagai wadah karyawan utnuk menjadi motor penggerak berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, serta PKT Makrifah Herbal yang menyasar pengembangan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk sumber alternatif kesehatan masyarakat.
"Seluruh program dirancang tidak hanya menyelesaikan persoalan sosial yang ada, tetapi juga menciptakan ekosistem mandiri yang mampu berkembang secara berkelanjutan. Tentunya dengan partisipasi aktif masyarakat sebagai aktor utama perubahan," jelas Soesilo.
Dari seluruh pencapaian ini, perusahaan berkomitmen terus berperan bagi masyarakat dan lingkungan sesuai asta cita pemerintah, utamanya pelopor pembangunan berkelanjutan yang menjadikan TJSL sebagai jantung strategi. Utamanya menempatkan keberlanjutan sebagai nilai utama, dengan pengembangan inovasi serta memperluas dampak positif dari gagasan yang diinisiasi.
Berkat komitmen dan dedikasi semua itu, Pupuk Kaltim pun menyabet tiga penghargaan di ajang TOP CSR Awards 2025. Masing-masing TOP Leader on CSR Commitment 2025, TOP CSR Awards 2025 dengan predikat Star 5, serta Platinum Trophy.
Salah satu apresiasi yakni TOP Leader on CSR Commitment 2025 diberikan kepada Budi Wahju Soesilo, yang dinilai mampu mengarahkan dan memperkuat komitmen TJSL perusahaan dengan pendekatan nyata dan berdampak luas. Kepemimpinan Soesilo dianggap berperan penting dalam mengukuhkan nilai-nilai keberlanjutan, sebagai prinsip dasar yang menggerakkan seluruh aktivitas perusahaan.
Baca Juga: Bukti Pupuk Kaltim Komitmen Terapkan GRC agar Berdaya Saing Global
Mulai dari keselarasan inisiatif TJSL terhadap strategi bisnis perusahaan, tingkat adopsi kebijakan TJSL terhadap ISO 26000 Social Responsibility, hingga sistem tata kelola dari tiap program yang direalisasikan. Hal ini diukur dari kesinambungan pendampingan untuk mencapai sasaran program, dengan tujuan akhir mewujudkan masyarakat tangguh dan mandiri melalui pemberdayaan di berbagai sektor.
"Pencapaian ini bentuk kesungguhan kami membangun tata kelola sosial dan lingkungan yang terintegrasi dalam proses bisnis," tandas Soesilo.
(akr)
Lihat Juga :