Ekonomi Syariah Diprediksi Tumbuh Hingga USD3,2 Triliun

Rabu, 09 September 2020 - 12:32 WIB
loading...
Ekonomi Syariah Diprediksi...
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonomi syariah yang diprediksi terus tumbuh hingga USD3,2 triliun pada tahun 2024 menjadi lahan investasi potensial bagi para investor.

Pada tahun 2018 diperkirakan umat muslim dunia mengeluarkan sekitar USD2,2 triliun untuk sektor makanan, farmasi dan gaya hidup yang sesuai dengan prinsip syariah.

"Nilai tersebut mencerminkan 5,2% pertumbuhan dari tahun sebelumnya dan diperkirakan akan mencapai USD3,2 triliun pada tahun 2024 (dengan asumsi CAGR 6,2%)," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu (9/9/2020). (Baca juga: OJK Hadirkan SIKePO agar Rasa Kepo Kita Bisa Terpuaskan )

Selain itu, aset keuangan syariah dilaporkan telah mencapai USD2,5 triliun pada tahun 2018. Aktivitas ekonomi syariah yang semakin berkembang tersebut mencakup 7 sektor antara lain makanan halal, keuangan syariah, busana syariah, muslim friendly travel, media dan rekreasi yang bertema sesuai syariah, farmasi halal dan kosmetik halal.

Dia melanjutkan, pada tahun 2018, sektor makanan halal, busana syariah dan media dan rekreasi yang bertema sesuai syariah menempati posisi 3 terbesar dalam hal pengeluaran konsumer.

Sektor lainnya yaitu Muslim-friendly travel menempati posisi ke-4 dengan nilai USD189 miliar diikuti dengan farmasi halal dan kosmetik halal yang masing-masing bernilai USD92 miliar dan USD64 miliar. (Baca juga: Wajib Bersertifikat Halal Vaksin Covid-19 Sebelum diedarkan. )

Sementara sektor keuangan syariah yang merupakan sektor pendukung dari keseluruhan ekonomi syariah, memiliki nilai aset USD2,5 triliun.

Wimboh menambahkan, investasi pada ekonomi syariah tumbuh 399% pada tahun 2018 dengan nilai USD1,2 miliar. Meskipun tumbuh signifikan, investasi pada ekonomi syariah masih memiliki porsi yang kecil yaitu 0,1% dari total investasi global.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved