Didapuk Pimpin IATMI 2025-2028, Andre Wijanarko Dorong Ketahanan Energi
Sabtu, 05 Juli 2025 - 18:20 WIB
loading...
Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) resmi menetapkan Andre Wijanarko sebagai Ketua Umum periode 2025-2028. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) resmi menetapkan Andre Wijanarko sebagai Ketua Umum periode 2025-2028. Andre, yang saat ini menjabat sebagai General Manager Zona Rokan di Pertamina Hulu Rokan (PHR) , dipercaya memimpin organisasi profesi strategis ini di tengah tantangan transisi energi dan dinamika industri migas nasional .
Penetapan Andre Wijanarko disambut positif berbagai kalangan, mulai dari anggota IATMI, komunitas insinyur perminyakan, hingga para pelaku industri energi nasional. Dengan latar belakang profesional yang kuat di sektor hulu migas, Andre diharapkan membawa semangat baru serta penguatan peran IATMI dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pengembangan keahlian teknik perminyakan Indonesia.
Lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1997 ini telah mengabdi lebih dari dua dekade di sektor migas. Ia memulai kariernya di VICO Indonesia (2002–2018) sebelum bergabung dengan Pertamina. Di PHR, Andre sempat menjabat sebagai VP Resource Development dan Senior Manager di sejumlah posisi strategis, termasuk Eksplorasi, Eksploitasi, hingga Subsurface Development & Planning Zona 9, sebelum dipercaya memimpin Zona Rokan. Di lingkungan IATMI sendiri, Andre pernah menjabat sebagai Kepala Divisi IATMI Pusat periode 2022–2025.
Baca Juga: Kongres 2025, IATMI Didorong Majukan Energi di Indonesia
Dalam visinya, Andre menegaskan, pentingnya menjadikan IATMI sebagai garda terdepan dalam menjawab tantangan energi masa depan. Ia berkomitmen membawa IATMI berperan aktif dalam penguatan kompetensi anggota, mendorong partisipasi ahli perminyakan dalam transisi energi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi ekosistem energi nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
"IATMI harus menjadi mitra strategis dalam memastikan pasokan energi nasional yang andal dan berkelanjutan, sekaligus sebagai pusat pengembangan kapasitas SDM teknik perminyakan Indonesia," ujar Andre dalam keterangannya, Sabtu (5/7/2025).
Terkait program prioritas, Andre di antaranya mendorong pelatihan berkelanjutan melalui IATMI Academy, forum berbagi pengetahuan melalui expert sharing session, serta program mentoring bagi anggota muda. Andre juga menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan universitas, lembaga penelitian, asosiasi industri, dan pemerintah untuk memperkuat posisi IATMI sebagai jembatan antara ilmu, industri, dan kebijakan.
Selain itu kata dia, IATMI ke depan akan semakin aktif dalam mendorong keterlibatan profesional teknik perminyakan dalam inisiatif transisi energi, seperti pengembangan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), efisiensi energi, serta pemanfaatan sumber daya rendah karbon.
Selain Andre, IATMI juga diperkuat oleh struktur Pengurus Pusat periode 2025–2028 yang merepresentasikan keberagaman latar belakang dan kepakaran. Para pengurus berasal dari perusahaan migas nasional maupun multinasional, kalangan birokrasi, serta akademisi dari berbagai institusi pendidikan.
"Komposisi ini mencerminkan semangat inklusif dan kolaboratif IATMI dalam menjawab tantangan industri," tegasnya.
Dari sisi latar belakang pendidikan, kepengurusan periode ini juga menunjukkan keberagaman yang luas-mulai dari alumni ITB, UI, ITS, Trisakti, Universitas Sriwijaya, hingga berbagai kampus teknik lain di Indonesia. Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan mendorong lahirnya kebijakan, riset, dan pengembangan SDM yang lebih progresif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
"Kita tidak hanya berbicara soal migas, tapi juga tentang masa depan energi Indonesia. Peran ahli perminyakan akan tetap krusial dalam memastikan transisi energi yang adil dan berkelanjutan," jelas Andre.
Baca Juga: Mengenal Jurusan Teknik Perminyakan dan Prospek Kerjanya
Dengan pengalaman lapangan dan rekam jejak organisasi yang solid, Andre Wijanarko diharapkan mampu membawa IATMI tampil lebih inklusif, adaptif, dan strategis dalam merespons perubahan zaman. Kepemimpinannya juga diharapkan memperkuat posisi IATMI sebagai mitra penting pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional serta regenerasi profesional migas Indonesia.
Penetapan Andre Wijanarko disambut positif berbagai kalangan, mulai dari anggota IATMI, komunitas insinyur perminyakan, hingga para pelaku industri energi nasional. Dengan latar belakang profesional yang kuat di sektor hulu migas, Andre diharapkan membawa semangat baru serta penguatan peran IATMI dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pengembangan keahlian teknik perminyakan Indonesia.
Lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1997 ini telah mengabdi lebih dari dua dekade di sektor migas. Ia memulai kariernya di VICO Indonesia (2002–2018) sebelum bergabung dengan Pertamina. Di PHR, Andre sempat menjabat sebagai VP Resource Development dan Senior Manager di sejumlah posisi strategis, termasuk Eksplorasi, Eksploitasi, hingga Subsurface Development & Planning Zona 9, sebelum dipercaya memimpin Zona Rokan. Di lingkungan IATMI sendiri, Andre pernah menjabat sebagai Kepala Divisi IATMI Pusat periode 2022–2025.
Baca Juga: Kongres 2025, IATMI Didorong Majukan Energi di Indonesia
Dalam visinya, Andre menegaskan, pentingnya menjadikan IATMI sebagai garda terdepan dalam menjawab tantangan energi masa depan. Ia berkomitmen membawa IATMI berperan aktif dalam penguatan kompetensi anggota, mendorong partisipasi ahli perminyakan dalam transisi energi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi ekosistem energi nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
"IATMI harus menjadi mitra strategis dalam memastikan pasokan energi nasional yang andal dan berkelanjutan, sekaligus sebagai pusat pengembangan kapasitas SDM teknik perminyakan Indonesia," ujar Andre dalam keterangannya, Sabtu (5/7/2025).
Terkait program prioritas, Andre di antaranya mendorong pelatihan berkelanjutan melalui IATMI Academy, forum berbagi pengetahuan melalui expert sharing session, serta program mentoring bagi anggota muda. Andre juga menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan universitas, lembaga penelitian, asosiasi industri, dan pemerintah untuk memperkuat posisi IATMI sebagai jembatan antara ilmu, industri, dan kebijakan.
Selain itu kata dia, IATMI ke depan akan semakin aktif dalam mendorong keterlibatan profesional teknik perminyakan dalam inisiatif transisi energi, seperti pengembangan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), efisiensi energi, serta pemanfaatan sumber daya rendah karbon.
Selain Andre, IATMI juga diperkuat oleh struktur Pengurus Pusat periode 2025–2028 yang merepresentasikan keberagaman latar belakang dan kepakaran. Para pengurus berasal dari perusahaan migas nasional maupun multinasional, kalangan birokrasi, serta akademisi dari berbagai institusi pendidikan.
"Komposisi ini mencerminkan semangat inklusif dan kolaboratif IATMI dalam menjawab tantangan industri," tegasnya.
Dari sisi latar belakang pendidikan, kepengurusan periode ini juga menunjukkan keberagaman yang luas-mulai dari alumni ITB, UI, ITS, Trisakti, Universitas Sriwijaya, hingga berbagai kampus teknik lain di Indonesia. Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan mendorong lahirnya kebijakan, riset, dan pengembangan SDM yang lebih progresif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
"Kita tidak hanya berbicara soal migas, tapi juga tentang masa depan energi Indonesia. Peran ahli perminyakan akan tetap krusial dalam memastikan transisi energi yang adil dan berkelanjutan," jelas Andre.
Baca Juga: Mengenal Jurusan Teknik Perminyakan dan Prospek Kerjanya
Dengan pengalaman lapangan dan rekam jejak organisasi yang solid, Andre Wijanarko diharapkan mampu membawa IATMI tampil lebih inklusif, adaptif, dan strategis dalam merespons perubahan zaman. Kepemimpinannya juga diharapkan memperkuat posisi IATMI sebagai mitra penting pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional serta regenerasi profesional migas Indonesia.
(akr)
Lihat Juga :