Dorong Investasi di Daerah, Sri Mulyani Kucurkan Dana Penanaman Modal Rp203,8 M
Rabu, 09 September 2020 - 15:36 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp203,8 miliar untuk dana fasilitas penanaman modal. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus fokus meningkatkan investasi demi mendorong pemulihan ekonomi tahun depan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp203,8 miliar untuk dana fasilitas penanaman modal.
Anggaran ini masuk dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik untuk transfer ke daerah tahun anggaran RAPBN 2021. Selanjutnya anggaran ini untuk mendukung kegiatan pemantauan dan pengawasan pada 10.382 proyek, serta pelaksanaan 4.106 bimbingan teknis atau sosialisasi bagi 111 ribu peserta.
(Baca Juga: Kemenkeu Puji Komitmen Jabar Soal Realisasi DAK Fisik Kesehatan Corona )
“Dana Fasilitasi Penanaman Modal karena investasi menjadi kunci utama pemulihan ekonomi nasional dan pembangunan kita ke depan,” ujar Sri Mulyani dalam rapat dengan gedung DPD, Jakarta, Kamis (9/9/2020).
Dia pun melanjutkan terdapat program baru dalam Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yaitu beberapa program yang masuk dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik.
"Kebijakan TKDD kita adalah pemulihan ekonomi, sesuai dengan prioritas nasional yaitu dengan memberikan aksesibiltas dan konektivitas kawasan dan insentif daerah di dalam rangka menarik investasi dan memperbaiki sisi pelayanan investasi dan dukungan UMKM," katanya.
Pemerintah juga menyiapkan Rp204,1 miliar untuk dana ketahanan pangan dan pertanian dalam DAK Nonfisik tahun depan. Dana ini bisa digunakan untuk mendukung kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan bagi kelompok masyarakat yang melakukan program pekarangan pangan lestari.
Anggaran ini masuk dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik untuk transfer ke daerah tahun anggaran RAPBN 2021. Selanjutnya anggaran ini untuk mendukung kegiatan pemantauan dan pengawasan pada 10.382 proyek, serta pelaksanaan 4.106 bimbingan teknis atau sosialisasi bagi 111 ribu peserta.
(Baca Juga: Kemenkeu Puji Komitmen Jabar Soal Realisasi DAK Fisik Kesehatan Corona )
“Dana Fasilitasi Penanaman Modal karena investasi menjadi kunci utama pemulihan ekonomi nasional dan pembangunan kita ke depan,” ujar Sri Mulyani dalam rapat dengan gedung DPD, Jakarta, Kamis (9/9/2020).
Dia pun melanjutkan terdapat program baru dalam Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yaitu beberapa program yang masuk dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik.
"Kebijakan TKDD kita adalah pemulihan ekonomi, sesuai dengan prioritas nasional yaitu dengan memberikan aksesibiltas dan konektivitas kawasan dan insentif daerah di dalam rangka menarik investasi dan memperbaiki sisi pelayanan investasi dan dukungan UMKM," katanya.
Pemerintah juga menyiapkan Rp204,1 miliar untuk dana ketahanan pangan dan pertanian dalam DAK Nonfisik tahun depan. Dana ini bisa digunakan untuk mendukung kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan bagi kelompok masyarakat yang melakukan program pekarangan pangan lestari.
Lihat Juga :