Dedolarisasi Gagal, Transaksi Minyak Rusia dan India Masih Tergantung Dolar AS

Sabtu, 12 Juli 2025 - 19:38 WIB
loading...
A A A
"Meskipun ada kesepakatan awal, India tidak lagi membeli minyak langsung dari Rusia, melainkan melalui para pedagang Asia Barat. Hal ini menyebabkan pembayaran dilakukan dalam dirham, bukan lagi rupee maupun rubel," ungkap seorang sumber kepada Mint, Sabtu (12/7).

Sumber lain yang memahami situasi ini menyebutkan penggunaan dirham dianggap lebih praktis karena sifatnya yang dapat dikonversikan secara bebas, berbeda dengan rubel Rusia yang terkena pembatasan transaksi global.

Selain itu, diskon untuk minyak Rusia yang sebelumnya menarik minat pembeli India juga semakin menurun. Hal ini menyebabkan penyulingan milik Pemerintah India lebih memilih pasokan dari pedagang yang memberikan kemudahan transaksi dan kestabilan mata uang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa inisiatif dedolarisasi yang digaungkan BRICS, terutama oleh Rusia dan India, masih menghadapi tantangan besar dalam implementasinya, terutama dalam menghadapi dominasi infrastruktur keuangan berbasis dolar.

"Masalah pembayaran sempat muncul, namun kini telah diselesaikan," ujar sumber tersebut. Kondisi ini menandakan, meskipun kendala teknis telah ditangani, tantangan strategis masih terus berlangsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Rekomendasi
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Berita Terkini
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved