China Selesaikan Transaksi Dagang Rp13.912 Triliun dengan Negara-negara BRICS
Rabu, 16 Juli 2025 - 08:40 WIB
loading...
Presiden China Xi Jinping pada KTT G20 di Bali pada November 2022. FOTO/Mast Irham/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - China menyelesaikan perdagangan senilai 6,11 triliun yuan atau setara Rp13.912 triliun dengan anggota BRICS selama paruh pertama tahun ini. Volume perdagangan di antara negara-negara anggota dan mitra meningkat 3,9% dari tahun ke tahun pada Januari hingga Juni. Perkembangan ini menandakan pergeseran besar di mana aliansi ini bekerja sama dengan negara-negara anggota untuk perdagangan dan transaksi lintas batas.
Baca Juga: Trump Ogah Bayar Utang AS Rp594.000 Triliun, Negara-negara Ini Paling Dirugikan
Selain negara-negara BRICS, China juga telah mengusulkan untuk membangun platform perdagangan digital baru dengan negara-negara SCO. Usulan ini diumumkan dalam Dialog Walikota Global SCO yang sedang berlangsung di Tianjin, China pada Selasa (16/7). Perubahan signifikan ini dapat mempengaruhi dolar AS karena platform perdagangan digital dapat melewati USD untuk pembayaran.
Direktur Departemen Statistik dan Analisis Administrasi Umum Bea Cukai China, Lu Daliang, mengkonfirmasi bahwa China melakukan transaksi bisnis dengan anggota BRICS senilai USD855 miliar.
"Pada paruh pertama tahun ini, omset perdagangan China dengan anggota BRICS dan negara mitra lainnya mencapai 6,11 triliun yuan, mewakili peningkatan 3,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ungkap Daliang dalam konferensi pers, dikutip dari Watcher Guru, Rabu (16/7).
Baca Juga: Trump Resmi Kenakan Tarif Impor Indonesia 19%, Ini Imbalan yang Diberikan ke AS
Global South membentuk kembali cara pandang dunia terhadap perdagangan dan transaksi yang selama beberapa dekade didominasi oleh Barat. Negara-negara BRICS dan mitranya menyumbang sekitar 28% dari perdagangan luar negeri China dalam enam bulan pertama tahun 2025. Hal ini menyoroti kemitraan ekonomi yang kuat di antara para anggota dengan peningkatan kerja sama dalam perdagangan lintas batas.
Omset China sebesar USD855 miliar dari anggota BRICS tersebut berasal dari pasokan bahan kimia, metalurgi, elektronik, dan produk industri lainnya. Selain itu, China telah meningkatkan pasokan peralatan petrokimia dan mesin-mesin pengerjaan logam ke negara-negara anggota. Peningkatan mesin pemanen dan pemintal kapas juga masuk ke dalam daftar perdagangan tahun ini.
Baca Juga: Trump Ogah Bayar Utang AS Rp594.000 Triliun, Negara-negara Ini Paling Dirugikan
Selain negara-negara BRICS, China juga telah mengusulkan untuk membangun platform perdagangan digital baru dengan negara-negara SCO. Usulan ini diumumkan dalam Dialog Walikota Global SCO yang sedang berlangsung di Tianjin, China pada Selasa (16/7). Perubahan signifikan ini dapat mempengaruhi dolar AS karena platform perdagangan digital dapat melewati USD untuk pembayaran.
Direktur Departemen Statistik dan Analisis Administrasi Umum Bea Cukai China, Lu Daliang, mengkonfirmasi bahwa China melakukan transaksi bisnis dengan anggota BRICS senilai USD855 miliar.
"Pada paruh pertama tahun ini, omset perdagangan China dengan anggota BRICS dan negara mitra lainnya mencapai 6,11 triliun yuan, mewakili peningkatan 3,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ungkap Daliang dalam konferensi pers, dikutip dari Watcher Guru, Rabu (16/7).
Baca Juga: Trump Resmi Kenakan Tarif Impor Indonesia 19%, Ini Imbalan yang Diberikan ke AS
Global South membentuk kembali cara pandang dunia terhadap perdagangan dan transaksi yang selama beberapa dekade didominasi oleh Barat. Negara-negara BRICS dan mitranya menyumbang sekitar 28% dari perdagangan luar negeri China dalam enam bulan pertama tahun 2025. Hal ini menyoroti kemitraan ekonomi yang kuat di antara para anggota dengan peningkatan kerja sama dalam perdagangan lintas batas.
Omset China sebesar USD855 miliar dari anggota BRICS tersebut berasal dari pasokan bahan kimia, metalurgi, elektronik, dan produk industri lainnya. Selain itu, China telah meningkatkan pasokan peralatan petrokimia dan mesin-mesin pengerjaan logam ke negara-negara anggota. Peningkatan mesin pemanen dan pemintal kapas juga masuk ke dalam daftar perdagangan tahun ini.
(nng)
Lihat Juga :