Kunjungi Fuel Terminal Medan, Tenaga Ahli Menteri ESDM Fokus Kualitas dan Kuantitas BBM

Rabu, 16 Juli 2025 - 13:57 WIB
loading...
Kunjungi Fuel Terminal...
Satya Hangga Yudha Widya Putra (jaket coklat) saat kunjungan kerja ke Fuel Terminal Medan Group, Medan, Sumatera Utara, Selasa (15/7/2025). Foto/Dok. SindoNews
A A A
MEDAN - Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi Satya Hangga Yudha Widya Putra berkunjung ke Fuel Terminal Medan Group, Selasa (15/7/2025). Kunjungan ke salah satu terminal terbesar di Regional Sumbagut ini bertujuan meninjau dan mengevaluasi kondisi lapangan terkait tata kelola minyak mentah, serta memastikan kualitas dan kuantitas bahan bakar minyak (BBM) terjaga hingga ke tangan konsumen.

Satya Hangga Yudha menyampaikan apresiasi atas sambutan dari jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Sumbagut, termasuk Group Head Operation Sumbagut Teddy Bariadi. Ia menekankan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian ESDM memahami secara langsung operasional end-to-end dalam rantai pasok energi. "Kami ingin meninjau dan mengevaluasi kondisi di lapangan seperti apa," katanya. Baca juga: Tenaga Ahli Menteri ESDM Kunjungi Terminal BBM Ujung Berung, Pastikan Pasokan Energi Stabil

Ia menyoroti isu-isu yang sedang hangat, seperti tata kelola minyak mentah dan LPG, yang masih menjadi tantangan berkelanjutan. Pentingnya Fuel Terminal Medan sebagai penyuplai lima provinsi dengan lebih dari 33,51 juta penduduk, serta menjangkau 4.020 pulau, menjadi alasan utama pemilihan lokasi kunjungan ini.

Satya juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait ketergantungan Indonesia pada impor minyak. "Di Indonesia kita mengimpor lebih banyak daripada produksi, kita mengimpor 1 juta dan dari 1 juta kita impor 750 ribu dalam bentuk BBM jadi," jelasnya.

Ia menegaskan perlunya menjaga kualitas dan kuantitas BBM, apapun jenisnya, dari hulu hingga ke konsumen.
Satya menyoroti permasalahan kualitas BBM, di mana kadang-kadang hasilnya off-spec, bahkan memerlukan pengiriman sampel ke lab Migas yang memakan waktu 1-2 hari. "Minyak yang diterima luar pipa itu dirusak masyarakat yang bisa menimbulkan kebakaran, ada juga yang kadar oksigen tinggi yang menjadi salah satu tantangan," imbuhnya.

Fokus utama adalah kuantitas dan kualitas BBM yang bisa mencapai konsumen dengan harga terjangkau, serta memastikan subsidi BBM (solar dan pertalite) dan LPG tepat sasaran. "Kementerian ESDM kami bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga untuk bisa memonitor siapa saja yang bisa mendapatkan subsidi," tuturnya.

Group Head Operation Sumbagut Teddy Bariadi mengatakan, Regional Sumbagut membawahi 5 provinsi dengan 33,51 juta penduduk dan 4.020 pulau. Terdapat 19 depot di wilayah tersebut, memastikan skenario pasokan aman terjaga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Rekomendasi
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Berita Terkini
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved