Kunjungi Fuel Terminal Medan, Tenaga Ahli Menteri ESDM Fokus Kualitas dan Kuantitas BBM
Rabu, 16 Juli 2025 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
Namun, ia juga menyoroti tantangan di Sumatera Barat, khususnya Padang, yang menjadi satu-satunya terminal di provinsi tersebut dan memerlukan dukungan kontinuitas energi yang signifikan karena akses laut yang sulit. Terkait LPG, Teddy memaparkan ada penurunan drastis jumlah storage LPG di MOR I, dengan hanya satu storage di hampir setiap provinsi, sehingga insiden di satu depot dapat berdampak luas. Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah pemulihan aset integritas dan proses keselamatan.
Fuel Terminal Manager di terminal BBM menambahkan bahwa Fuel Terminal Medan melayani dua provinsi, Sumatera Utara dan Aceh, serta 309 SPBU, 3 SPBB, 65 Pertashop, dan 337 unit pelanggan industri. Untuk mendukung operasional ini, tersedia 131 unit mobil tangki dan 10 mobil NPBK. Pasokan gasoline bersumber dari Singapura dan Malaysia, sementara solar dan sejenisnya berasal dari RU II Dumai dan RU IV Cilacap. Baca juga: Bahaya Isi Besin Terlalu Penuh pada Kendaraan
Fuel Terminal Medan memiliki dua lokasi utama, Labuhan dan Belawan. Labuhan beroperasi sejak 24 Februari 1975, berdiri di lahan 15,5 Ha, dan menggunakan new gantry system dengan 17 unit storage berkapasitas 90.000 KL, serta throughput harian 8.177 KL. Belawan beroperasi sejak 1938 di lahan sewa Pelindo 8,1 Ha, dengan pasokan dari pipanisasi dan kapal. Laboratorium di Fuel Terminal Medan Group telah terakreditasi KAN ISO 17025:2017.
Tingkat ketahanan stok solar dan pertalite rata-rata di wilayah ini adalah 4 hingga 6 hari. Jika tidak ada suplai dalam waktu tersebut, pasar akan mulai mengering, dengan tantangan utama berasal dari keterlambatan kapal. Teddy juga menyampaikan tren peningkatan realisasi Pertalite dan Biosolar sebesar 2,4% dari 2019 hingga 2025. Ia juga mencatat bahwa LPG saat ini overkuota ke penduduk yang mengonsumsi non-PSO, yang menunjukkan adanya tantangan dalam akurasi validasi data subsidi.
Fuel Terminal Manager di terminal BBM menambahkan bahwa Fuel Terminal Medan melayani dua provinsi, Sumatera Utara dan Aceh, serta 309 SPBU, 3 SPBB, 65 Pertashop, dan 337 unit pelanggan industri. Untuk mendukung operasional ini, tersedia 131 unit mobil tangki dan 10 mobil NPBK. Pasokan gasoline bersumber dari Singapura dan Malaysia, sementara solar dan sejenisnya berasal dari RU II Dumai dan RU IV Cilacap. Baca juga: Bahaya Isi Besin Terlalu Penuh pada Kendaraan
Fuel Terminal Medan memiliki dua lokasi utama, Labuhan dan Belawan. Labuhan beroperasi sejak 24 Februari 1975, berdiri di lahan 15,5 Ha, dan menggunakan new gantry system dengan 17 unit storage berkapasitas 90.000 KL, serta throughput harian 8.177 KL. Belawan beroperasi sejak 1938 di lahan sewa Pelindo 8,1 Ha, dengan pasokan dari pipanisasi dan kapal. Laboratorium di Fuel Terminal Medan Group telah terakreditasi KAN ISO 17025:2017.
Tingkat ketahanan stok solar dan pertalite rata-rata di wilayah ini adalah 4 hingga 6 hari. Jika tidak ada suplai dalam waktu tersebut, pasar akan mulai mengering, dengan tantangan utama berasal dari keterlambatan kapal. Teddy juga menyampaikan tren peningkatan realisasi Pertalite dan Biosolar sebesar 2,4% dari 2019 hingga 2025. Ia juga mencatat bahwa LPG saat ini overkuota ke penduduk yang mengonsumsi non-PSO, yang menunjukkan adanya tantangan dalam akurasi validasi data subsidi.
(poe)
Lihat Juga :