Dari Genangan ke Kepercayaan, The Arthera Hill 2 Membangun Kembali Harapan Warga
Kamis, 17 Juli 2025 - 20:44 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Pengembang The Arthera Hill 2, PT Prisma Inti Propertindo, menunjukkan komitmen untuk memulihkan kawasan dan melindungi warganya. Tak hanya sigap dalam tanggap darurat, perusahaan ini juga membuktikan legalitas pembangunan serta menyiapkan sistem mitigasi komprehensif untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
Banjir parah yang disebabkan oleh limpasan Kali Cikarang, akibat curah hujan ekstrem dari wilayah hulu, merendam perumahan The Arthera Hill 2 serta berbagai pemukiman lain di 7 kecamatan dan 23 desa. Namun, respons cepat dan kerja nyata dari PT Prisma Inti Propertindo mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk warga dan wakil rakyat setempat.
Legalitas Pembangunan Ditegaskan, Isu Simpang Siur Terbantahkan
Di tengah berbagai informasi simpang siur yang sempat beredar di media sosial, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin, secara tegas menyatakan, "Dari sisi administrasi, perumahan The Arthera Hill Ekstension sudah memiliki izin." Pernyataan ini memperkuat posisi hukum pengembang dan membantah segala keraguan terkait legalitas proyek.
Tanggap Darurat Sejak Hari Pertama: Aksi Cepat dan Merata
Begitu bencana terjadi, manajemen PT Prisma Inti Propertindo langsung turun ke lapangan. Mereka menyalurkan bantuan logistik esensial seperti makanan, obat-obatan, dan air bersih, bahkan mendirikan dapur umum. Bersama tim paguyuban warga, distribusi bantuan dilakukan secara merata dan cepat, memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Tak berhenti di situ, tim kebersihan perusahaan, didukung oleh Dinas Pemadam Kebakaran, juga bergerak cepat membersihkan lumpur, mengecat ulang rumah warga yang terdampak, serta memperbaiki berbagai infrastruktur dasar yang rusak akibat terjangan banjir.
Mitigasi Komprehensif: Membangun Pertahanan di Empat Titik Kritis
Sebagai upaya jangka panjang, PT Prisma Inti Propertindo mengambil langkah serius dengan membangun sistem mitigasi banjir yang komprehensif di empat titik strategis:
Titik A (Fasos/Kali Cikarang): Tanggul ditinggikan 2 meter, dilengkapi dengan kisdam dan cerucuk bambu, serta pemasangan panel beton untuk menahan limpasan air.
Titik B (Jalur Limpasan Kebun): Peninggian tanggul tanah dan turap dilakukan untuk mengantisipasi aliran air dari area kebun.
Titik C (Area Longsor): Pemasangan bronjong batu kali diterapkan untuk memperkuat bibir sungai dan mencegah potensi longsor.
Titik D (Elevasi Terendah): Persiapan pemasangan sheet pile dilakukan untuk menahan air agar tidak masuk dari kolam penampungan, melindungi area paling rendah dari genangan.
Hingga saat ini, sebagian besar pengerjaan fisik di keempat titik ini telah memasuki tahap finishing, termasuk pengecoran dan penguatan struktur penahan air.
Normalisasi Kali dan Strategi Eksternal: Antisipasi Jangka Panjang
Pengembang juga menyadari pentingnya strategi eksternal. Mereka menyusun rencana normalisasi Kali Cikarang sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman banjir yang datang dari luar kawasan perumahan. Pendangkalan, sedimentasi, dan tumpukan sampah di Kali Cikarang menjadi fokus utama yang akan ditangani melalui kerja sama dengan pihak terkait.
"Kami tidak hanya membangun fisik, tapi juga sistem yang tangguh secara menyeluruh," tegas Ratna Damayanti, Manager Legal PT. Prisma Inti Propertindo.
Melalui langkah-langkah nyata, koordinasi terbuka, dan kejelasan hukum yang dikonfirmasi oleh DPRD, PT Prisma Inti Propertindo telah membuktikan diri sebagai pengembang yang profesional, peduli, dan bertanggung jawab. The Arthera Hill 2 kini bukan hanya sekadar kawasan hunian, tetapi juga simbol kolaborasi, ketanggapan, dan kepastian hukum dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa kini.
Banjir parah yang disebabkan oleh limpasan Kali Cikarang, akibat curah hujan ekstrem dari wilayah hulu, merendam perumahan The Arthera Hill 2 serta berbagai pemukiman lain di 7 kecamatan dan 23 desa. Namun, respons cepat dan kerja nyata dari PT Prisma Inti Propertindo mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk warga dan wakil rakyat setempat.
Legalitas Pembangunan Ditegaskan, Isu Simpang Siur Terbantahkan
Di tengah berbagai informasi simpang siur yang sempat beredar di media sosial, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin, secara tegas menyatakan, "Dari sisi administrasi, perumahan The Arthera Hill Ekstension sudah memiliki izin." Pernyataan ini memperkuat posisi hukum pengembang dan membantah segala keraguan terkait legalitas proyek.
Tanggap Darurat Sejak Hari Pertama: Aksi Cepat dan Merata
Begitu bencana terjadi, manajemen PT Prisma Inti Propertindo langsung turun ke lapangan. Mereka menyalurkan bantuan logistik esensial seperti makanan, obat-obatan, dan air bersih, bahkan mendirikan dapur umum. Bersama tim paguyuban warga, distribusi bantuan dilakukan secara merata dan cepat, memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Tak berhenti di situ, tim kebersihan perusahaan, didukung oleh Dinas Pemadam Kebakaran, juga bergerak cepat membersihkan lumpur, mengecat ulang rumah warga yang terdampak, serta memperbaiki berbagai infrastruktur dasar yang rusak akibat terjangan banjir.
Mitigasi Komprehensif: Membangun Pertahanan di Empat Titik Kritis
Sebagai upaya jangka panjang, PT Prisma Inti Propertindo mengambil langkah serius dengan membangun sistem mitigasi banjir yang komprehensif di empat titik strategis:
Titik A (Fasos/Kali Cikarang): Tanggul ditinggikan 2 meter, dilengkapi dengan kisdam dan cerucuk bambu, serta pemasangan panel beton untuk menahan limpasan air.
Titik B (Jalur Limpasan Kebun): Peninggian tanggul tanah dan turap dilakukan untuk mengantisipasi aliran air dari area kebun.
Titik C (Area Longsor): Pemasangan bronjong batu kali diterapkan untuk memperkuat bibir sungai dan mencegah potensi longsor.
Titik D (Elevasi Terendah): Persiapan pemasangan sheet pile dilakukan untuk menahan air agar tidak masuk dari kolam penampungan, melindungi area paling rendah dari genangan.
Hingga saat ini, sebagian besar pengerjaan fisik di keempat titik ini telah memasuki tahap finishing, termasuk pengecoran dan penguatan struktur penahan air.
Normalisasi Kali dan Strategi Eksternal: Antisipasi Jangka Panjang
Pengembang juga menyadari pentingnya strategi eksternal. Mereka menyusun rencana normalisasi Kali Cikarang sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman banjir yang datang dari luar kawasan perumahan. Pendangkalan, sedimentasi, dan tumpukan sampah di Kali Cikarang menjadi fokus utama yang akan ditangani melalui kerja sama dengan pihak terkait.
"Kami tidak hanya membangun fisik, tapi juga sistem yang tangguh secara menyeluruh," tegas Ratna Damayanti, Manager Legal PT. Prisma Inti Propertindo.
Melalui langkah-langkah nyata, koordinasi terbuka, dan kejelasan hukum yang dikonfirmasi oleh DPRD, PT Prisma Inti Propertindo telah membuktikan diri sebagai pengembang yang profesional, peduli, dan bertanggung jawab. The Arthera Hill 2 kini bukan hanya sekadar kawasan hunian, tetapi juga simbol kolaborasi, ketanggapan, dan kepastian hukum dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa kini.
(aik)
Lihat Juga :