Selamatkan UMKM, Kalangan Muda Diharapkan Bisa Jadi Inkubator
Rabu, 09 September 2020 - 22:51 WIB
loading...
A
A
A
"Saat ini ada Rp307 triliun dari anggaran untuk 2020 yang diproyeksikan untuk UMKM. Kami juga kerjasama dengan kementerian BUMN lewat Pasar Digital (PaDi) BUMN juga untuk membeli produk UMKM, Pak Erick juga sudah menyetujui untuk belanja UMKM Rp14 miliyar ke bawah itu untuk UMKM. Memang saat ini baru 9 BUMN yang ikut, tapi nantinya akan terus ditambah," ungkapnya.
Lebih lanjut Teten mengungkapkan, pemerintah juga terus mendorong bagaimana konsumsi masyarakat yang nilainya cukup besar sebelum pandemi, agar bisa menggerakkan ekonomi.
"Kita dorong untuk belanja produk hasil buatan lokal produk UMKM, meskipun saat ini daya beli turun karena banyak yang kehilangan pekerjaan, banyak yang omzetnya menurun. Tentu saya kira dengan stimulus pembiayaan termasuk juga dengan program bantuan sosial yang banyak dibutuhkan masyarakat ini cukup bisa memunculkan daya beli masyarakat," lanjutnya.
Karena itu, kalau masyarakat mau melakukan gerakan belanja di warung tetangga, belanja produk-produk lokal, akan bisa sedikit menggerakkan perputaran ekonomi di antara UMKM. "Pasalnya saat ini yang diperlukan adalah survival, untuk nantinya growing jika ekonomi membaik," tutur Teten.
Lebih lanjut Teten mengungkapkan, pemerintah juga terus mendorong bagaimana konsumsi masyarakat yang nilainya cukup besar sebelum pandemi, agar bisa menggerakkan ekonomi.
"Kita dorong untuk belanja produk hasil buatan lokal produk UMKM, meskipun saat ini daya beli turun karena banyak yang kehilangan pekerjaan, banyak yang omzetnya menurun. Tentu saya kira dengan stimulus pembiayaan termasuk juga dengan program bantuan sosial yang banyak dibutuhkan masyarakat ini cukup bisa memunculkan daya beli masyarakat," lanjutnya.
Karena itu, kalau masyarakat mau melakukan gerakan belanja di warung tetangga, belanja produk-produk lokal, akan bisa sedikit menggerakkan perputaran ekonomi di antara UMKM. "Pasalnya saat ini yang diperlukan adalah survival, untuk nantinya growing jika ekonomi membaik," tutur Teten.
(akr)
Lihat Juga :